Pengamat Politik: Puan, Berpeluang Teruskan Kepemimpinan di PDIP

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saya menilai momen pertemuan dengan para Presiden Indonesia itu menunjukkan kedewasaan Puan. Padahal, PDIP tengah berada pada posisi yang kurang enak dengan Prabowo, Jokowi, dan SBY

Saya beranggapan Puan menunjukkan sikap politik yang dewasa. Meski secara politik PDIP kalah pilpres 2024 dari Prabowo, berkonflik keras dengan Jokowi, dan punya tembok tebal dengan SBY, tapi kehangatan politik selalu ditunjukkan oleh Puan. Tentu tak mudah sampai pada level ini, butuh kematangan dalam politik. Pengalaman politik yang panjang membuat Puan kian matang dan prilaku politiknya makin disukai publik

Saya menilai gestur politik Puan juga menyimbolkan tidak adanya konflik antara PDIP dengan Prabowo, Jokowi, ataupun SBY. Politik bangsa pun jadi terlihat rukun.

Gestur politik Puan menegaskan tak ada konflik apapun dengan Prabowo, Jokowi, dan SBY. Justru sebaliknya keakraban yang terlihat. Politik bangsa jadi terlihat rukun karena elite akur dan tak saling berkofrontasi.

Selain itu, saya memandang keakraban Puan dengan para Prabowo, Jokowi, dan SBY bisa mendinginkan suasana yang belakangan kian memanas. Terlebih, lanjut dia, sikap Megawati Soekarnoputri dalam merespons retret kepala daerah.

Keakraban Puan dengan Prabowo, Jokowi, dan SBY tentu untuk mendinginkan suhu politik setelah ada instruksi PDIP untuk memboikot retret di Jateng. Setidaknya kehadiran Puan bisa dilihat bahwa di internal PDIP sekalipun banyak yang anggap retret penting dan bekerja sama dengan Prabowo langkah positif.

Saya memandang sikap kedewasaan Puan ini menggambarkan posisi Puan di PDIP. Dia berpandangan Puan lah yang berpeluang meneruskan kepemimpinan di PDIP.

Sikap politik Puan yang matang inilah yang kemudian membuat publik berkeyakinan bahwa Puan sosok yang tepat untuk melanjutkan kepemimpinan PDIP di masa-masa mendatang. Modal sosial dan politiknya cukup bagus terutama di terima di semua kalangan. n rmc

 

*) Saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (1/3/2025).

Berita Terbaru

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

34 Pejabat Bea Cukai dan  40-45 Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Dibuang ke Tempat Sepi, dari Wilayah Gemuk Usai OTT KPK       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - …

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).…

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk makan bergizi gratis (MBG) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini,…

Bulan Syaban

Bulan Syaban

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan termasuk juga bulan mulia yang dimana letak waktunya berada…

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama harian Surabaya Sore edisi Rabu (4/2) kemarin "PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi". Judul ini terkesan bombastis. Tapi…