Erick Thohir, Bereaksi di Kasus Pertalite dan Pertamax

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Netizen Kurang Percaya Dengan Pembelaan Pertamina 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, bereaksi usai terbongkarnya kasus korupsi tata kelola minyak oleh Kejaksaan Agung.

Termasuk isu blending bahan bakar minyak (BBM) di tengah perkembangan dugaan kasus korupsi tata kelola minyak mentah Pertamina.

Sepekan ini hingga Minggu (2/3), isu ini masih menjadi sorotan di masyarakat, terutama karena melahirkan ketidakpercayaan pada produk Pertalite dan Pertamax, yang sempat disebut Kejagung merupakan produk hasil percampuran.

Ketidakpercayaan warga ini menyusul adanya kasus mobil mogok usai diisi BBM jenis Pertamax beberapa waktu lalu.

"Hahaha the real BUMN (beban usaha milik negara)," timpal pemilik akun @mudamudimia.

Sejumlah warga dan netizen tak percaya dengan pembelaan Pertamina yang membantah, bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dioplos menjadi Pertamax.

 

Tak Percaya Pembelaan Pertamina

Ketidakpercayaan warga ini menyusul adanya kasus mobil mogok usai diisi BBM jenis Pertamax beberapa waktu lalu.

"Kalau saya sih kurang percaya (dengan pembelaan Pertamina) karena kan waktu itu pernah viral mobil banyak yang mogok setelah memakai Pertamax," tambah Dwi Rahmayani (30), warga Ciledung, Kota Tangerang.

Dwi menyesalkan adanya kasus tata kelola minyak mentah periode 2018-2023 lalu yang melibatkan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan (RS).

 

Kritik Netizen di Medsos

Kasus yang melibatkan tiga petinggi Pertamina lainnya dan tiga bos perusahaan swasta, disayangkan bisa terjadi. "Para direksi yang bekerja di sektor migas pasti sudah mendapatkan gaji dan tunjangan yang begitu besar," imbuh Dwi.

Ketidakpercayaan warga ini juga dilontarkan oleh para netizen yang ada di media sosial Instagram. Seperti yang diungkapkan pemilik akun @iyounkslee. Ia mengomentari postingan akun @kompascom soal pernyataan Pertamina yang membantah Pertalite dioplos menjadi Pertamax.

"Tombol tidak percaya," ucap @iyounkslee.

"Makanya kemarin banyak kasus jebol pakai Pert*max," ucap pemilik akun @ombaliku.

Sedangkan kasus mobil mogok akibat memakai Pertamax sempat diposting di media sosial milik @jabarekspres.

Dalam postingan itu, perekam yang juga pemilik mobil menunjukkan filter pompa bensin mengalami kerusakan setelah diisi Pertamax.

Video berdurasi 1 menit 23 detik itu menampilkan sejumlah mobil merek Daihatsu tengah dibongkar di bengkel resmi Daihatsu Cibinong, Kabupaten Bogor. Kerusakan yang dialami mobil itu sama, yaitu di bagian filter dan pompa bensin.

 

Peran BUMN Kepercayaan Publik

Erick menyebut dalam mengembalikan kepercayaan publik, peran Kementerian BUMN dalam hal ini tidak sepenuhnya bersifat korporasi murni, melainkan tetap harus bekerja sama dengan pihak terkait, termasuk Kejaksaan Agung (Kejagung) yang kini tengah menyelidiki dugaan pencampuran bahan bakar di titik tertentu.

Kemarin saya dan Pak Jaksa Agung (Sanitiar Burhanuddin), saya rapat jam 11 malam, mengenai isu apakah ini blending oplosan. Kita tidak mau berargumentasi. Betul enggak? Tetapi kalau itu ada oplosan di titik tertentu, ya kita, tadi sudah dilakukan penindakan, dari Kejaksaan sedang menggali itu," ujar Erick di Bandara Soekarno Hatta, Banten, Sabtu (1/3).

Erick juga mengatakan, perlu adanya pembedaan antara pencampuran bahan bakar secara ilegal atau oplos dan blending yang merupakan bagian dari praktik industri.

Menurutnya, blending sendiri bukan hal baru, karena sudah lama dilakukan di industri untuk meningkatkan performa bahan bakar.

Erick Thohir Respons Isu Penggantian Dirut Pertamina Patra Niaga "Nah, ini [blending] mesti dilihat dari kategori yang berbeda. Apakah itu koruptif atau bagian penaikan performance daripada bensin tersebut. Bukan RON, [tetapi] bensin tersebut," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Erick juga menyoroti pentingnya transparansi dalam industri BBM, terutama dengan adanya uji coba performa bahan bakar yang dilakukan masyarakat.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas industri stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia. Mengingat tidak semua pom bensin dimiliki oleh PT Pertamina. Sebagian besar justru dikelola oleh usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta pihak swasta.

Oleh karena itu, perlu pendekatan yang objektif dan menyeluruh dalam menyikapi isu pencampuran BBM.

"Mayoritas pom bensin itu milik UMKM, swasta. Nah, itu kita harus jaga juga. Ini yang sama-sama, kalau kita membenahi sesuatu jangan dengan emosi, tuduh-menuduh. Kita mendingan jabarkan landscape-nya," tegasnya. n ec/erc/rmc

Berita Terbaru

Dosen Komunikasi: Pernyataan Londo Ireng Perlu Jadi Momentum Perbaikan Komunikasi Publik

Dosen Komunikasi: Pernyataan Londo Ireng Perlu Jadi Momentum Perbaikan Komunikasi Publik

Minggu, 26 Jul 2026 15:40 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 15:40 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut istilah "Londo Ireng" dalam pidatonya pada puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai K…

Perjuangan Manusia Melawan Kekuasaan Adalah Perjuangan Ingatan Melawan Lupa

Perjuangan Manusia Melawan Kekuasaan Adalah Perjuangan Ingatan Melawan Lupa

Minggu, 26 Jul 2026 15:30 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 15:30 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Kalimat Milan Kundera itu terasa semakin penting ketika sebuah bangsa mulai berjarak dari peristiwa-peristiwa yang membentuk…

Tingkatkan Perekonomian, Pemkab Sumenep Kembangkan Pertanian Hidroponik

Tingkatkan Perekonomian, Pemkab Sumenep Kembangkan Pertanian Hidroponik

Minggu, 26 Jul 2026 14:48 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 14:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian warga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur mulai mengembangkan usaha…

Masuki Tahap Lelang, Pemkot Madiun Usulkan Perbaikan Jembatan Manguharjo ke Pusat

Masuki Tahap Lelang, Pemkot Madiun Usulkan Perbaikan Jembatan Manguharjo ke Pusat

Minggu, 26 Jul 2026 14:39 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 14:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun -  Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), mengusulkan permohonan perbaikan Jembatan …

Wujudkan Normalisasi Kalianak, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan Terdampak

Wujudkan Normalisasi Kalianak, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan Terdampak

Minggu, 26 Jul 2026 13:58 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 13:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka normalisasi Sungai Kalianak, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menandai sebanyak 70 bangunan di Kecamatan Asemrowo…

Bupati Achmad Fauzi Bersama Jajaran Datang Langsung ke Kementan RI, Kerjasama Percepat Kemajuan Pertanian Sumenep

Bupati Achmad Fauzi Bersama Jajaran Datang Langsung ke Kementan RI, Kerjasama Percepat Kemajuan Pertanian Sumenep

Minggu, 26 Jul 2026 13:56 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Sebagai upaya mempercepat Kemajuan dan pembangunan khususnya di sektor pertanian yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…