Modifikasi Cuaca BMKG, Cegah Banjir Ekstrem

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - BMKG akan melakukan modifikasi cuaca untuk mencegah banjir ekstrem. Modifikasi cuaca akan diprioritaskan di wilayah Jawa Barat mulai hari ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap modifikasi cuaca akan dilakukan untuk mencegah banjir ekstrem mulai, Rabu (5/3).

Gubernur Jakarta, Pramono Anung memerintahkan jajarannya untuk menggelar operasi modifikasi cuaca. Hal ini untuk mengatasi banjir yang melanda wilayah Bogor, Depok, hingga Jakarta dengan cara menurunkan awan hujan di wilayah laut sebelum mencapai daratan

Pramono Anung memerintahkan jajarannya untuk menggelar operasi modifikasi cuaca. Hal ini untuk mengatasi banjir yang melanda wilayah Bogor, Depok, hingga Jakarta dengan cara menurunkan awan hujan di wilayah laut sebelum mencapai daratan.

"Saya juga memintah untuk modifikasi cuaca dilakukan. Didorong untuk ke laut," kata Pramono saat meninjau pintu air Manggarai, Jakarta Selatan, pada Selasa, (4/2/3/2025).

Pramono menyebut bahwa bencana banjir di Jakarta sepenuhnya merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta. Ia mengatakan tidak akan menyalahkan pihak manapun.

“Kami tidak mau menyalahkan siapapun, ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Jakarta untuk mengatasi itu dan tadi kita sudah memutuskan untuk Kampung Siaga Bencana diaktifkan,” ungkap Pramono.

 

Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Gubernur Jakarta dari PDIP itu memerintahkan jajarannya untuk menggelar operasi modifikasi cuaca. Hal ini untuk mengatasi banjir yang melanda wilayah Bogor, Depok, hingga Jakarta dengan cara menurunkan awan hujan di wilayah laut sebelum mencapai daratan.

Pramono menyebut bahwa bencana banjir di Jakarta sepenuhnya merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta. Ia mengatakan tidak akan menyalahkan pihak manapun.

“Kami tidak mau menyalahkan siapapun, ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Jakarta untuk mengatasi itu dan tadi kita sudah memutuskan untuk Kampung Siaga Bencana diaktifkan,” ungkap Pramono.

 

Aktifkan Dapur Umum

Selain kampung siaga, Pramono juga meminta mengaktifkan dapur umum di berbagi titik di Jakarta. Ia mengatakan bahwa hingga saat ini praktis tidak ada keluhan dari masyarakat perihal distribusi makanan.

“Di lapangan sampai sekarang ini praktis, tidak ada keluhan karena kebutuhan untuk puasa, sahur, dan sebagainya tertangani secara baik,” lanjut Pramono.

BPBD Jakarta mencatat 105 RT kebanjiran akibat hujan yang melanda wilayah Bogor pada Minggu, 2 Maret 2025, dan hujan deras di Jakarta pada Senin, 3 Maret 2025. Kondisi terparah di Kelurahan Gedong dengan ketinggian air pada siang ini mencapai 5 meter.

Curah hujan ekstrem juga mengakibatkan beberapa sungai meluap, seperti Sungai Ciliwung, Kali Pesanggrahan, Kali Krukut, hingga Kali Grogol. Titik banjir paling parah berada di permukiman dekat bantaran kali yang meluap.

 

Program Modifikasi Cuaca

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan modifikasi cuaca akan diprioritaskan di wilayah Jawa Barat. Sebab, daerah ini paling rentan diterjang banjir.

"Untuk besok itu prioritas di Jawa Barat karena memang yang paling rentan di Jawa Barat, terutama ini di daerah pegunungan di puncak awannya dari situ nanti bisa jadi sumber banjir untuk ke hilir, tidak hanya kena Jawa Barat tapi juga bisa mengalir ke arah utara ke DKI," kata Dwikorita di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/3) .

Ia menjelaskan modifikasi cuaca yang dilakukan yakni dengan menghalangi hujan di luar area rawan.

"Modifikasi cuaca konsepnya adalah menghalangi atau apa yah awan-awan yang harusnya bergerak bertiup ke area rawan, itu dijatuhkan sebelum masuk ke area rawan. Jadi dijatuhkannya misalnya masih di laut jadi tidak dijatuhkan di darat nanti banjirin yang di darat," ujarnya.

"Jadi dijatuhkan di waduk atau di laut konsepnya seperti itu karena kalau di darat nanti banjir di tempat lain," imbuh Dwikorita.

 

Modifikasi Cuaca Cegah Banjir

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap modifikasi cuaca akan dilakukan untuk mencegah banjir ekstrem mulai hari ini, Rabu (5/3).

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan modifikasi cuaca akan diprioritaskan di wilayah Jawa Barat. Sebab, daerah ini paling rentan diterjang banjir.

"Untuk besok itu prioritas di Jawa Barat karena memang yang paling rentan di Jawa Barat, terutama ini di daerah pegunungan di puncak awannya dari situ nanti bisa jadi sumber banjir untuk ke hilir, tidak hanya kena Jawa Barat tapi juga bisa mengalir ke arah utara ke DKI," kata Dwikorita di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/3).

BMKG memprediksi hujan lebat akan terjadi sampai 11 Februari. Oleh sebab itu, modifikasi cuaca akan dilakukan demi mengurangi intensitas hujan yang turun.

 

Modifikasi Cuaca Halangi Hujan

"Kami prediksi dalam duraksi sampai tanggal 11 itu kita masih perlu waspada, bahkan siaga. Jadi mungkin akan sedikit menurun, kemudian akan meningkat lagi sekitar tanggal 11 akan meningkat lagi intensitasnya," imbuh Dwikorita.

Ia menjelaskan modifikasi cuaca yang dilakukan yakni dengan menghalangi hujan di luar area rawan.

"Modifikasi cuaca konsepnya adalah menghalangi atau apa yah awan-awan yang harusnya bergerak bertiup ke area rawan, itu dijatuhkan sebelum masuk ke area rawan. Jadi dijatuhkannya misalnya masih di laut jadi tidak dijatuhkan di darat nanti banjirin yang di darat," ujarnya.

"Jadi dijatuhkan di waduk atau di laut konsepnya seperti itu karena kalau di darat nanti banjir di tempat lain," imbuh Dwikorita.

Ia menjelaskan hujan deras di wilayah Jakarta dan Jabar kemarin disebabkan faktor kumpulan awan yang lebat dan berpotensi hujan. Bahkan awan itu menutupi wilayah Jakarta, Jawa Barat, hingga sampai Lampung.

"Jadi jangan sampai awan tumbuh sebanyak itu sehingga masih datang sedikit turunkan di laut, datang sedikit turunkan di waduk atau apa jadi konsepnya seperti itu. Mohon doa agar dapat berhasil rencananya ya dicoba dulu," ujarnya.

Tujuan modifikasi cuaca umumnya untuk meningkatkan intensitas curah hujan di suatu tempat (rain enhancement) atau dapat juga digunakan untuk kondisi sebaliknya (rain reduction) .

Modifikasi cuaca adalah tindakan memanipulasi atau mengubah cuaca secara sengaja. Bentuk modifikasi cuaca yang paling umum adalah penyemaian awan, yang meningkatkan curah hujan atau salju, biasanya untuk tujuan meningkatkan pasokan air setempat. n jk/erc/cr3/rmc

Berita Terbaru

Tim Terpadu Pertambangan Panggil Pengusaha Tambang, Beri Peringatan Tegas Soal Aktivitas Ilegal

Tim Terpadu Pertambangan Panggil Pengusaha Tambang, Beri Peringatan Tegas Soal Aktivitas Ilegal

Rabu, 06 Mei 2026 20:02 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 20:02 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Tim Terpadu Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) Kabupaten Mojokerto memanggil puluhan pemilik galian C tak b…

Khofifah Apresiasi Lonjakan Kinerja Bank Jatim, Optimistis Jadi Katalis Ekonomi Jawa Timur

Khofifah Apresiasi Lonjakan Kinerja Bank Jatim, Optimistis Jadi Katalis Ekonomi Jawa Timur

Rabu, 06 Mei 2026 19:35 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 19:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kinerja Bank Jatim sepanjang Tahun Buku 2025 yang dinilai tumbuh impresif d…

Delapan Kader PKB Berpeluang Duduki Kursi Ketua DPRD Magetan

Delapan Kader PKB Berpeluang Duduki Kursi Ketua DPRD Magetan

Rabu, 06 Mei 2026 19:20 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 19:20 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Magetan – Peluang menjadi Ketua DPRD Magetan terbuka lebar bagi seluruh kader Partai Kebangkitan Bangsa yang saat ini duduk sebagai anggota l…

‎Dalami Kasus Korupsi Maidi, KPK Panggil 10 Saksi  ‎

‎Dalami Kasus Korupsi Maidi, KPK Panggil 10 Saksi ‎

Rabu, 06 Mei 2026 19:18 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 19:18 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun Nonaktif, Maidi, dengan memanggil 10 …

Kinerja 2025 Moncer, Dividen Tunai BSI Melonjak 44 Persen

Kinerja 2025 Moncer, Dividen Tunai BSI Melonjak 44 Persen

Rabu, 06 Mei 2026 18:39 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 18:39 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk menetapkan sebesar 20 persen dari total laba bersih…

Fraksi Gerindra Optimis Deviden Bank Jatim Bisa Naik 70%

Fraksi Gerindra Optimis Deviden Bank Jatim Bisa Naik 70%

Rabu, 06 Mei 2026 18:33 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 18:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur mendorong penguatan tata kelola dan peningkatan kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) t…