Pemudik Makin Repotkan Pemerintah, dengan Atur WFA untuk Kurangi Kemacetan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rapat lintas sektoral dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2025. Ia memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2025 terjadi mulai 28 Maret.
Rapat lintas sektoral dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2025. Ia memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2025 terjadi mulai 28 Maret.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, memprediksi sebanyak 146,48 juta orang bakal melakukan perjalanan mudik Lebaran 2025. Hal itu disampaikannya usai rapat koordinasi lintas sektoral soal kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2025.

Tahun ini, untuk kurangi kerepotan pemerintah mengatur lonjakan kendaraan mudik di perjalanan, ada kebijakan Work from Anywhere (WFA/bekerja dari mana saja). "Ini berlaku bagi pegawai aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan Badan Usaha Milik Negara," kata seorang pejabat Kemenhub, Selasa (11/3).

WFA, diusulkan sebelum acara mudik untuk mengurangi kepadatan lalu lintas saat masa angkutan Lebaran tahun 2025.

"Untuk tahun ini kami perkirakan bahwa jumlah pemudik yang akan melakukan perjalanan di lebaran adalah sebanyak 146,48 juta orang terbanyak menggunakan mobil pribadi sebesar 23 persen," kata Dudy dalam jumpa pers di Auditorium Mutiara STIK, Jakarta Selatan, sehari sebelumnya.

 

Pemerintah Terus Perkuat Koordinasi

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan  (PMK) Pratikno menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat koordinasi untuk memastikan mudik Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 M berjalan lancar, aman, nyaman, dan selamat.

"Tantangan yang kita hadapi tidak pernah menurun, justru meningkat. Oleh karena itu, kewaspadaan akan terus kita lakukan," ujar Menko PMK Pratikno di Jakarta, kemarin.

Pratikno mengatakan salah satu fokus utama pemerintah adalah memastikan keselamatan pemudik. Fasilitas kesehatan telah disiapkan dengan menyiagakan tenaga medis di berbagai posko kesehatan dan Public Safety Centre (PSC) yang tersebar di jalur-jalur mudik.

Dudy menjelaskan bahwa perkiraan itu disimpulkan berdasarkan survei yang telah dilakukan pihaknya bersama dengan kementerian/lembaga lain. Mayoritas tujuan pemudik, kata dia, didominasi ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Kemudian daerah asal dari para pemudik terbanyak dari Jawa Barat disusul Jawa Timur, Jawa Tengah. Sedangkan daerah tujuan Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan DIY," jelasnya.

Dudy menuturkan pihaknya menyediakan beberapa sarana bagi pemudik, dari angkutan darat hingga angkutan laut. Kemudian, pihaknya juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam pelayanan mudik Lebaran 2025.

"Khususnya terkait dengan antisipasi berkaitan dengan pasar-pasar tumpah atau kemudian lintasan kereta api yang perlu diwaspadai dan perlu juga kerja sama dengan pihak pemda dan tentunya dengan kepolisian untuk mengamankan jam-jam tersebut," pungkasnya.

Dari jumlah orang mudik itu didapat dari proyeksi Kemenhub itu, sebanyak 33,71 juta orang atau 23 persen dari pemudik diperkirakan akan menggunakan mobil pribadi. "(Diperkirakan) terbanyak menggunakan mobil pribadi sebesar 23 persen," kata Dudy kemarin, seperti dikutip dari Antara.

 

Tren Kenaikan Perjalanan Mudik

Sumber di Kementerian Perhubungan Selasa (11/3) menyatakan terdapat tren kenaikan perjalanan mudik sejak  musim Lebaran 2024, usai covid-19. Ada tren kenaikan sebesar 71,7 persen dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 193 juta orang. Tren kenaikan ini dibandingkan periode yang sama pada 2023.

"Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi (BKT) terdapat tren peningkatan potensi pergerakan masyarakat secara nasional pada masa Lebaran 2024 yaitu sebesar 71,7 persen dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 193 juta orang," ujarnya.

Pejabat Kemenhub mencontohkan sebanyak 28,4 juta orang diproyeksikan meninggalkan kawasan Jabodetabek.

"Dari angkat tersebut sebesar 14,6 persen atau 28,4 juta orang penduduk Jabodetabek akan melakukan perjalanan di masa mudik Lebaran 2024. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat kecenderungan peningkatan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik Lebaran di tahun 2024 dan jika dibandingkan tahun 2023 sebesar 45,8 persen atau 123 juta orang," tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan pemudik itu, ia menyebut telah melakukan kolaborasi cedengan kementerian/lembaga terkait dalam mempersiapkan operasional, regulasi dalam mengendalikan pengaturan lalu lintas moda transportasi.

soal angkutan barang, diakuinya lewat surat keputusan bersama (SKB) Tentang Pengaturan Lalu Lintas dan Penyeberangan selama masa arus mudik dan arus balik tanggal 5 Maret 2024 yang memuat pembatasan operasional angkutan barang pada Lebaran 2024.

 

Lampaui Survei Awal Kemenhub

Dari sisi keamanan, inspeksi keselamatan lewat kegiatan ramp check juga dilakukan pada transportasi darat, laut, udara dan kereta api.

Ia mengungkap data pergerakan pemudik pada Lebaran 2024 lalu tembus 242 juta. Angka ini melampaui survei awal Kemenhub. Ia mengatakan survei awal Kemenhub menunjukkan akan ada 193 juta pemudik selama Lebaran ini

Ia mengindikasikan bahwa terdapat kecenderungan peningkatan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik Lebaran di tahun 2025 dan jika dibandingkan tahun 2023 dan 2024. Diperkirakan sebesar 45,8 persen atau 123 juta orang," tambahnya.

Koordinasi meliputi upaya menghindari terjadinya kemacetan atau kepadatan dari pasar tumpah, mengantisipasi kepadatan di lokasi wisata, serta keselamatan masyarakat khususnya di perlintasan sebidang.

 

Infrastruktur Jalan Nasional dan Tol

Tahun ini Kemenhub juga telah mengusulkan adanya kebijakan kebijakan Work from Anywhere (WFA/bekerja dari mana saja) bagi pegawai aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) Roy Rozali Anwar mengklaim infrastruktur jalan nasional dan jalan tol siap untuk mendukung arus mudik dan arus balik Lebaran 2025. Dia mengatakan panjang jaringan jalan nasional yang siap digunakan di seluruh Indonesia saat ini mencapai 46.604,34 kilometer.

"Presentase kemantapan jalannya 95,22 persen," kata Roy, Senin, 10 Maret 2025, dikutip dari keterangan resmi.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memprediksi puncak arus mudik Lebaran terjadi mulai 28 hingga 30 Maret.  erc/jk/ant/rmc

Berita Terbaru

Pohon Pisang Jadi "Monumen Kekecewaan" Jalan Rusak di Madiun Viral

Pohon Pisang Jadi "Monumen Kekecewaan" Jalan Rusak di Madiun Viral

Kamis, 05 Feb 2026 16:40 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 16:40 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun- ‎Sebuah foto jalan berlubang yang ditanami pohon pisang di RT 3 Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, viral di media s…

Jabat Ketum IKBA UNTAG Dorong Kaum Intelektual Bangun Negeri Lebih Baik

Jabat Ketum IKBA UNTAG Dorong Kaum Intelektual Bangun Negeri Lebih Baik

Kamis, 05 Feb 2026 15:33 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo Kusumo Adi Nugroho, S.E, yang juga politisi PDI Perjuangan ini, berjibaku menggerakkan kaum…

Gelapkan Uang Ratusan Juta, Admin Toko Keramik Mojokerto Terancam 2 tahun Kurungan

Gelapkan Uang Ratusan Juta, Admin Toko Keramik Mojokerto Terancam 2 tahun Kurungan

Kamis, 05 Feb 2026 15:15 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 15:15 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto- Sidang putusan kasus dugaan penggelapan dengan terdakwa Laili Dwi Anggraini Binti M. Amanu di Pengadilan Negeri Mojokerto ditunda…

Kapolres Gresik Pimpin Pembagian Helm Gratis dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026

Kapolres Gresik Pimpin Pembagian Helm Gratis dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026

Kamis, 05 Feb 2026 14:40 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 14:40 WIB

SURABAYAPAGI, Gresik – Upaya Polres Gresik dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas kembali diwujudkan melalui kegiatan simpatik di hari kedua pelaksanaan …

MPR RI Kaji Obligasi Daerah untuk Perkuat Kemandirian Fiskal dan Pembiayaan Pembangunan

MPR RI Kaji Obligasi Daerah untuk Perkuat Kemandirian Fiskal dan Pembiayaan Pembangunan

Kamis, 05 Feb 2026 14:01 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 14:01 WIB

Surabaya – Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menggelar Sarasehan Kebangsaan bertema “Obligasi Daerah sebagai Salah Satu Alternatif Pem…

Pembangunan KDKMP Tercepat Nasional, Dandim Lamongan Paparkan Keberhasilannya di Hadapan Presiden dan Petinggi TNI

Pembangunan KDKMP Tercepat Nasional, Dandim Lamongan Paparkan Keberhasilannya di Hadapan Presiden dan Petinggi TNI

Rabu, 04 Feb 2026 19:11 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Komandan Kodim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, terpilih mewakili Kodam V/Brawijaya, mendapatkan penghormatan…