Perbankan Syariah Lesu, BSI Optimalkan Tabungan Haji dan Emas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Regional CEO BSI RO VIII Surabaya, Jajang Abdul Karim saat memaparkan kinerja perbankan nasional mengalami pelemahan sejak awal tahun. SP/ NI
Regional CEO BSI RO VIII Surabaya, Jajang Abdul Karim saat memaparkan kinerja perbankan nasional mengalami pelemahan sejak awal tahun. SP/ NI

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perbankan syariah, mulai merasakan dampak signifikan dari perlambatan ekonomi di awal 2025. Meski demikian, Bank Syariah Indonesia (BSI) optimistis mampu bangkit dan dapat membaik pada triwulan kedua dengan strategi yang lebih fokus pada dana ritel, terutama tabungan haji dan BSI Emas.

Regional CEO BSI RO VIII Surabaya, Jajang Abdul Karim, mengungkapkan bahwa kinerja perbankan nasional mengalami pelemahan sejak awal tahun, diduga akibat efisiensi anggaran pemerintah.

"Di awal tahun ini, kinerja nasional relatif melemah. Mungkin karena ada efisiensi anggaran dari pemerintah," kata Jajang, di Surabaya, Kamis (13/03/2025). 

Jajang juga menyoroti bahwa bukan hanya bank syariah yang terdampak, tetapi juga bank konvensional.

"Saya sudah cek ke beberapa bank lain, dan memang kinerjanya juga melemah. Ini menunjukkan bahwa tantangan ekonomi saat ini cukup berat," papar Jajang.

Lebih lanjut, salah satu tantangan terbesar lainnya yakni ketatnya persaingan dalam menghimpun dana pihak ketiga. Meskipun Bank Indonesia telah menurunkan BI Rate ke kisaran 6 persen, kondisi likuiditas di pasar tetap ketat.

"Bank lain menawarkan bunga hingga 7,5 persen sampai 8 persen, ini cukup berat," imbuhnya.

Melihat kondisi ini, BSI memilih strategi untuk mengoptimalkan dana ritel, khususnya dari sektor tabungan haji dan BSI Emas.

"Sebagai bank syariah yang memiliki kekhususan dalam menghimpun dana haji, kami ingin memaksimalkan peluang ini," jelas Jajang.

Di samping itu, Jajang menyebutkan bahwa momentum pelunasan haji saat ini dinilai sebagai waktu yang tepat untuk meningkatkan sosialisasi dan penghimpunan dana dari masyarakat.

Tak hanya itu, BSI juga fokus mengembangkan layanan investasi emas syariah.

"Kami genjot sisi BSI Emas sebagai alternatif bagi nasabah untuk menyimpan aset mereka dalam bentuk investasi yang lebih stabil," tuturnya.

Dengan strategi ini, BSI optimistis dapat menghadapi tantangan di tengah ketatnya persaingan perbankan.

"Kami percaya, begitu ekonomi menggeliat di triwulan kedua, peluang untuk ekspansi ke sektor lain juga akan terbuka lebih luas," pungkas Jajang. lni

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…