Patrick Kluivert, Belum Beruntung

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Susunan Timnas Indonesia saat melawan Australia, Kamis (20/3) kemarin terdiri Maarten Paes (kiper); Kevin Diks, Jay Idzes, Mees Hilgers, Calvin Verdonk; Marselino Ferdinan, Thom Haye, Nathan Tjoe-A-On, Dean James; Rafael Struick, Ole Romeny.

Praktis hanya ada satu putra Indonesia. Kesepuluh pesepakbola lainnya, memakai merek Indonesia, tapi kelahiran Belanda.

Marselino yang menjadi bintang pada laga terakhir melawan Arab Saudi. Kini, kembali menjadi starter saat Australia vs Indonesia.

Selain Marselino, Kluivert juga mempercayai Rafael Struick sebagai penyerang Timnas Indonesia. Struick berduet dengan Ole Romeny yang menjalani debut bersama Tim Merah Putih. Debutan lainnya adalah Dean James.

Skuad asuhan Patrick Kluivert melakukan kick off pada babak pertama dengan menguasai bola terlebih dahulu. Marselino Ferdinan dan Thom Haye berada di dalam lingkaran.

Menit-menit awal berlangsung dengan inisiatif pemain-pemain Timnas Indonesia menguasai bola. Australia sibuk bertahan.

Sebuah pelanggaran yang dilakukan pemain Australia kepada Mees Hilgers berujung pada peluang Timnas Indonesia. Sepakan bebas Calvin Verdonk disambut sundulan Jay Idzes.

Sundulan Jay Idzes masih bisa diblok Matt Ryan. Memasuki meniut ketujuh sebuah umpan Verdonk kepada Struick membuat pemain belakang australia Kye Rowles melakukan pelanggaran.

Eksekusi penalti yang diambil Kevin Diks gagal berbuah gol. Bola yang ditendang Diks mengenai tiang gawang.

Skor tidak berubah, namun cara main Jay Idzes dan kawan-kawan tidak berubah dengan tetap berupaya tampil menekan lawan.

Timnas Indonesia saya amati tidak bermain bagus di babak pertama melawan Australia. Buktinya, skuad Garuda tertinggal 0-3. Padahal pertandingan krusial ini menentukan nasib di babak kualifikasi. Namun, sayang, hingga 90 menit selesai, Tim Garuda harus tunduk dengan skor mencolok 1-5 dari Tim Kanguru. Timnas hanya bisa mencetak satu gol lewat Ole Romeny. Praktis, kini, Momentum untuk ke Piala Dunia 2026, yang dibangun pun seolah mulai hilang. Tinggal bagaimana, pertandingan melawan Bahrain, bila ingin menjaga lolos ke Piala Dunia 2026 melalui putaran ke-4, kemenangan harga mati.

 

***

 

Akal sehat saya mengenang sepak bola memang penuh dengan misteri. Ya, mulai dari gerakan bola yang tak terduga hingga strategi permainan yang rumit. Ini yang membuat setiap pertandingan menjadi menarik dan tak terprediksi.

Kini, Timnas Indonesia resmi memasuki era baru dengan penunjukkan Patrick Kluivert sebagai pelatih baru menggantikan sosok Shin Tae-yong yang menjadi nahkoda timnas selama lima tahun terakhir.

salah satu mantan rekan Kluivert di timnas Belanda, Boudewijn Zenden, mengaku senang melihat kompratriotnya yang memiliki kepribadian positif itu mendapat kepercayaan. Dirinya menilai Timnas Garuda akan bermain dengan gaya menyerang khas Belanda di bawah Kluivert dan dua asistennya, Alex Pastoor dan Denny Landzaat.

Zenden, menilai gaya melatih Kluivert akan banyak dipengaruhi oleh Louis Van Gaal.

Ya, sepak bola melibatkan banyak faktor, seperti taktik bertahan, menyerang, dan penggunaan pemain cadangan, yang membuat setiap pertandingan unik.

Dan peran setiap pemain di lapangan, mulai dari kiper, bek, gelandang, hingga penyerang, juga memengaruhi jalannya pertandingan.

Sepak bola juga melibatkan perasaan dan emosi, baik dari pemain maupun penonton. Ini yang menambah daya tarik dan antusiasme.

 

***

 

Penunjukan Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, tentu saja menjadi sorotan publik. Pasalnya, ini adalah pertaruhan besar bagi Erick Thohir dalam upaya membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.

Kluivert, mantan penyerang timnas Belanda dan Barcelona, tentu memiliki pengalaman dan reputasi yang mumpuni di dunia sepak bola. Namun, pertanyaan besar yang muncul adalah apakah ia mampu beradaptasi dengan sepak bola Indonesia dan membawa perubahan signifikan bagi Timnas?

Hal pasti penunjukan Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, tentu saja usai timnas dilumat Australia, bisa menjadi sorotan publik. Pasalnya, ini adalah pertaruhan besar bagi Erick Thohir dalam upaya membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.

Bayangan Erick Thohir, Kluivert, mantan penyerang timnas Belanda dan Barcelona, tentu memiliki pengalaman dan reputasi yang mumpuni di dunia sepak bola. Namun, pertanyaan besar yang muncul adalah apakah ia mampu beradaptasi dengan sepak bola Indonesia dan membawa perubahan signifikan bagi Timnas?

Patrick Kluivert, dengan segudang pengalaman sebagai pemain dan pelatih, dengan kekalahan dari Australia, ternyata belum mampu membawa angin segar bagi Timnas Indonesia.

Padahal sepak terjang Patrick Kluivert adalah salah satu penyerang legendaris Belanda yang namanya dielu-elukan di kancah sepak bola Eropa. Ia mengawali karier profesionalnya di Ajax Amsterdam, di mana ia berhasil meraih gelar juara Liga Champions pada tahun 1995. Setelah itu, ia melanjutkan karier gemilangnya di klub-klub besar seperti AC Milan, Barcelona, dan Valencia. Di setiap klub yang dibelanya, Kluivert selalu menunjukkan kemampuan mencetak gol yang luar biasa dan menjadi andalan di lini depan.

Realitanya, Patrick Kluivert menggantikan Shin Tae-yong (STY) sebagai pelatih Timnas Indonesia. Ironisnya, dia tidak tinggal di Indonesia seperti STY yang memiliki kediaman di Indonesia.

Kini dengan kekalahan mencolok dari Australia, Kluivert yang pernah menyatakan kesiapannya untuk memenuhi ekspektasi tinggi publik terhadap Timnas Indonesia. Mesti mawas diri. Ternyata optimismenya bisa membawa Indonesia ke Piala Dunia 2026, belum nyata.

Apakah ini yang dianggap Patrick Kluivert, sebagai pelatih timnas Indonesia, yang kurang beruntung? Walahualam. ([email protected])

Berita Terbaru

Ekonomi Jatim Melonjak, Rangkaian Pameran Internasional Bidik Transaksi Ratusan Miliar

Ekonomi Jatim Melonjak, Rangkaian Pameran Internasional Bidik Transaksi Ratusan Miliar

Senin, 15 Jun 2026 18:41 WIB

Senin, 15 Jun 2026 18:41 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Perekonomian Jawa Timur membuka tahun 2026 dengan kinerja impresif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi…

Sambut 1 Suro, 32 Seniman Lukis Pusaka Nusantara di Balai Pemuda Surabaya

Sambut 1 Suro, 32 Seniman Lukis Pusaka Nusantara di Balai Pemuda Surabaya

Senin, 15 Jun 2026 16:57 WIB

Senin, 15 Jun 2026 16:57 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Puluhan seniman dari berbagai daerah di Jawa Timur menggelar aksi melukis langsung (on the spot) bertema pusaka Nusantara dalam k…

Didukung Koni, Turnamen Domino Surabaya Perkuat Status Olahraga Resmi

Didukung Koni, Turnamen Domino Surabaya Perkuat Status Olahraga Resmi

Senin, 15 Jun 2026 16:52 WIB

Senin, 15 Jun 2026 16:52 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Turnamen Domino Piala Wali Kota Surabaya 2026 menjadi panggung kompetitif bagi olahraga pikiran yang tengah berkembang di Indonesia.…

Khofifah Ajak Warga Ramaikan Jalan Sehat 1448 H, Perkuat Ukhuwah dan Budaya Hidup Sehat

Khofifah Ajak Warga Ramaikan Jalan Sehat 1448 H, Perkuat Ukhuwah dan Budaya Hidup Sehat

Senin, 15 Jun 2026 14:27 WIB

Senin, 15 Jun 2026 14:27 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat menyemarakkan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah melalui k…

Semua Dikuasai PT JPC, Armaya Minta Pengelolaan Parkir Dievaluasi 

Semua Dikuasai PT JPC, Armaya Minta Pengelolaan Parkir Dievaluasi 

Senin, 15 Jun 2026 13:05 WIB

Senin, 15 Jun 2026 13:05 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Kasus sengketa lahan parkir PT Jatim Parkir Center (JPC) di Jalan dr. Soetomo membuka fakta lain terkait dominasi pengelolaan p…

Saat Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan, DPRD Jatim Malah Usul Tambah Reses 6 Kali

Saat Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan, DPRD Jatim Malah Usul Tambah Reses 6 Kali

Senin, 15 Jun 2026 12:48 WIB

Senin, 15 Jun 2026 12:48 WIB

Surabaya, nawacita – Anggota DPRD Jawa Timur mengusulkan tambahan jumlah kegiatan reses dari 3 kali menjadi 6 kali setahun. Rencana tersebut tertuang dalam d…