Demo Tolak UU TNI di Sidoarjo, Ratusan Mahasiswa Masuki Kantor DPRD Sidoarjo

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana demo Tolak UU TNI di Depan Kantor DPRD Kabupaten Sidoarjo, Selasa. SP/Hikmah
Suasana demo Tolak UU TNI di Depan Kantor DPRD Kabupaten Sidoarjo, Selasa. SP/Hikmah

i

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Delapan atau seluruh fraksi partai politik DPR RI  telah menyetujui RUU TNI yang disahkan menjadi undang-undang (UU) . Sekarang mulai muncul kritikan dari berbagai elemen publik. Publik terutama menyoroti poin perluasan instansi sipil yang bisa diduduki prajurit aktif. 

Mereka menilai RUU TNI berpotensi kembali menghidupkan dwifungsi angkatan bersenjata. Kekhawatiran dwi fungsi milier itu bangkit karena dalam RUU TNI ada pasal yang menambah jumlah kementerian/lembaga pemerintah bisa diisi TNI aktif.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sidoarjo dengan tegas menolak pengesahan UU TNI di Depan Kantor DPRD Kabupaten Sidoarjo, Selasa (25/3/2025). Sejak pukul 10.00 WIB, Organisasi Cipayung dan Aliansi Mahasiswa Sidoarjo ini menggelar orasi yang menyatakan bahwa UU TNI itu cacat secara formil maupun materiil.

Koordinator Lapangan Organisasi Cipayung dan Aliansi Mahasiswa Sidoarjo, Mohammad Farhan menjelaskan keterlibatan militer dalam urusan sipil dapat meningkatkan potensi pelanggaran hak asasi manusia. Beberapa insiden di masa lalu menunjukkan bahwa tanpa mekanisme akuntabilitas yang transparan, pendekatan militer dalam menangani isu-isu sipil sering kali mengabaikan prinsip-prinsip HAM dan keadilan.

“Rancangan RUU TNI harusnya dilakukan secara transparan nyatanya dilakukan secara tertutup tanpa melibatkan masyarakat sipil, akademisi maupun organisasi hak asasi manusia, ” ungkap Farhan di depan Kantor DPRD Kabupaten Sidoarjo, Selasa (25/3/2024) sore.

Sejak pukul 10.00, Organisasi Cipayung dan Aliansi Mahasiswa Sidoarjo berorasi di depan kantor DPRD hingga melakukan pembakaran ban bekas dan menyalakan petasan hingga merangsek dan menuntut untuk masuk ke dalam gedung DPRD Kabupaten Sidoarjo.

Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo Abdilah Masih menerima pendemo dari Organisasi Cipayung dan Aliansi Mahasiswa Sidoarjo dengan mendengarkan dan bersedia menandatangani surat tuntutan dari mahasiswa. 

Pukul 15.40, ratusan mahasiswa bisa masuk ke halaman kantor DPRD Kabupaten Sidoarjo dan diterima oleh Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo Abdillah Nasih didampingi oleh Komisi D Zahlul Yusaar dan Komisi C Muh. Zakaria Dimas Pratama. Di depan Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Korlap Organisasi Cipayung dan Aliansi Mahasiswa Sidoarjo Farhan mengatakan tuntutan mereka, ada dua tuntutan yaitu tuntutan masalah nasional dan tuntutan masalah lokal Sidoarjo.

“Ada 7 tuntutan masalah nasional, antara lain kami menolak pengesahan UU TNI yang melegitimasi peran TNI di ruang sipil, menuntut DPR untuk segera mempublish naskah pengesahan RUU TNI,  menuntut pengesahan RUU perampasan aset,” ujar Farhan yang membacakan tujuh tuntutan Organisasi Cipayung dan Aliansi Mahasiswa Sidoarjo sambil duduk lesehan bersama Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo di halaman Kantor DPRD Kabupaten Sidoarjo.

Sedang untuk tuntutan lokal, lanjut Farhan, ada lima tuntutan, yaitu mendesak Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk segera menyelesaikan masalah PJU di lingkar timur, mendesak Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk segera melakukan perbaikan infrastruktur drainase, mendesak Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk segera membuat kebijakan penerimaan karyawan 80 persen untuk masyarakat Sidoarjo dan 20 persen untuk masyarakat di luar Sidoarjo, mendorong Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk melakukan tindakan kepada perusahaan swasta yang menyalahi prosedural pengelolaan air limbah dan menuntut Komisi A, B C dan D merespon dan memberi tanggapan terhadap masalah yang ada di Kabupaten Sidoarjo mengingat sudah 6 bulan aktif pasca pelantikan.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo Abdilah Masih menerima pendemo dari Organisasi Cipayung dan Aliansi Mahasiswa Sidoarjo dengan mendengarkan dan bersedia menandatangani surat tuntutan dari mahasiswa.

“Pada prinsipnya kami terbuka  dan memberikan apresiasi kepada para mahasiswa untuk memberikan kritikan masukan dari setiap kebijakan baik di level Kabupaten Sidoarjo maupun nasional,” jelas Nasih kepada wartawan pasca menerima para pendemo.

Yang paling penting sambung Nasih, aspirasi dari para mahasiswa ini didengar dan ditampung. Untuk kritikan dan masukan kebijakan di level nasional, tentunya pihaknya akan meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi. Namun untuk kritikan dan masukan akan kebijakan di level Kabupaten Sidoarjo, pihaknya akan segera memfasilitasi keinginan mahasiswa untuk hearing dengan beberapa dinas.

“Mereka (mahasiswa pendemo, red) mendesak untuk hearing dengan dinas-dinas terkait seperti dalam tuntutan lokal, dan kami akan memfasilitasi setelah libur lebaran. Insya Allah  8 April 2025 mendatang,” pungkasnya. Hik

Berita Terbaru

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Sejumlah s…

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur mengungkap puluhan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) d…

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Melalui pembentukan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur mendorong adanya…

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Kehidupan nelayan di Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, kian terpuruk dalam beberapa tahun terakhir. Reklamasi p…

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dalam rangka mendukung pelayanan jamaah calon haji pada musim haji 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mengerahkan…

Perkuat Sinergi dan Jaga Stabilitas Keamanan Wilayah, Polres Blitar Kota Gelar Apel Sabuk Kamtibmas 2026

Perkuat Sinergi dan Jaga Stabilitas Keamanan Wilayah, Polres Blitar Kota Gelar Apel Sabuk Kamtibmas 2026

Kamis, 30 Apr 2026 11:26 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 11:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polres Blitar Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Sabuk Kamtibmas Tahun 2026 yang di gelar di halaman Mapolres Blitar Kota, Kamis…