SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Dinas Kesehatan dan P2KB Kota Mojokerto secara resmi menyatakan bahwa produk rambak sapi dan keripik ceker ayam yang diamankan saat sidak makanan minuman (mamin) telah terbukti bebas dari zat berbahaya.
Pernyataan ini didasarkan pada hasil uji laboratorium terbaru yang menunjukkan bahwa seluruh sampel dinyatakan negatif dari bahan-bahan berbahaya seperti boraks, formalin, natrium benzoat, dan bakteri.
“Alhamdulillah, setelah kami melakukan uji laboratorium, hasilnya negatif dari bahan berbahaya,” kata Kepala Dinkes P2KB Kota Mojokerto, dr Farida Mariana, Rabu (26/03/2025).
Dinkes P2KB berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap para pedagang. Selain itu, pihaknya juga akan menggandeng berbagai pemangku kepentingan (Stakeholder) untuk memastikan keberlanjutan usaha pedagang tanpa mengesampingkan aspek kesehatan.
“Pengawasan dan hasil uji laboratorium ini murni untuk kepentingan pembinaan, bukan untuk menjatuhkan sanksi atau menutup usaha pedagang. Jika ditemukan jajanan yang mengandung bahan berbahaya, kami akan mengarahkan pedagang agar tidak lagi menggunakannya,” terangnya.
Farida berharap, langkah ini mampu menjaga kepercayaan konsumen terhadap kuliner yang diperjualbelikan di swalayan Kota Mojokerto sekaligus meningkatkan kesadaran pedagang akan pentingnya menjajakan makanan yang sehat dan aman.
Menurutnya, konsumsi makanan yang mengandung zat berbahaya dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Dalam jangka pendek, konsumen bisa mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, pusing, atau bahkan reaksi alergi.
“Sementara itu, dampak jangka panjangnya jauh lebih serius, termasuk risiko kanker, serta kerusakan pada ginjal dan hati. Kami tidak ingin ada yang dirugikan, baik konsumen maupun pedagang. Ini murni demi kesehatan bersama,” pungkasnya.
Sebelumnya, jelang lebaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di dua toko swalayan, Kamis (20/03/2025) lalu. Sidak tersebut untuk memastikan keamanan pangan yang dijual ke masyarakat.
Dari hasil sidak yang dilakukan di dua pasar modern tersebut, terdapat beberapa temuan. Di antaranya, kemasan susu yang penyok, kemasan gula yang rusak dan beberapa produk makanan minuman yang diduga mengandung zat berbahaya. Dwi
Editor : Desy Ayu