Kekhawatiran Menteri Keuangan Sri Mulyani

Trump Bisa Gerus Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut perang dagang yang dilancarkan Presiden AS Donald Trump berpotensi menggerus pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Perkiraan situasi saat ini, sebelum jeda (penundaan tarif Trump), bisa mengurangi potensi pertumbuhan kita (Indonesia) antara 0,3 persen produk domestik bruto (PDB) hingga 0,5 persen," ungkap Ani Kamis (10/4), seperti dikutip dari Reuters.

Karenanya ia menyambut baik langkah Trump menunda penerapan tarif resiprokal selama 90 hari ke depan.

 

Manfaatkan Jeda 90 Hari

Sang Bendahara Negara menegaskan penundaan tarif Trump itu memberi waktu untuk membahas solusi sehingga tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi bisa dikurangi.

Karenanya Indonesia akan memanfaatkan jeda 90 hari tersebut untuk menghasilkan kerangka kerja sama yang 'saling dihormati' oleh negara lain. Serta bekerja sama dengan negara ASEAN lain untuk meningkatkan ketahanan kawasan.

Selain negosiasi, ia mengatakan Indonesia juga akan hati-hati dalam mengelola kebijakan demi mengantisipasi dampak yang ditimbulkan oleh kebijakan Trump.

"Pengeluaran harus dibuat lebih efisien, tepat sasaran, dan efektif dalam mendukung pertumbuhan di sisi moneter," tegasnya.

Indonesia punya target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen pada tahun ini. Jika tercapai, angka itu bakal melebihi capaian 2024 lalu yang berada di level 5,03 persen.

Presiden Prabowo Subianto bahkan menargetkan ekonomi Indonesia bisa melesat sampai 8 persen pada 2029 mendatang.

Namun di tengah target itu, ekonomi Indonesia dihadapkan pada tekanan berat yang datang dari perang dagang yang dikobarkan Trump.

Trump memang baru mengumumkan jeda penerapan tarif timbal balik selama 90 hari atau tiga bulan penuh. Padahal, tarif tersebut seharusnya mulai berlaku pada Rabu (9/4).

Hampir seluruh negara yang semula dikenai tarif resiprokal akan kembali ke tarif universal sebesar 10 persen. Namun, penundaan tarif bisa tetap berlaku bila negosiasi gagal menemui titik temu.

Indonesia sekarang tengah menyiapkan menu untuk ditawarkan kepada Trump Cs sebagai bentuk negosiasi tarif. Ini mencakup peningkatan impor dari AS, pemotongan pajak, pembukaan keran impor seluas-luasnya, sampai pelonggaran aturan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). n jk/rtr/rmc

Berita Terbaru

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Surabaya, Surabayapagi.com - Dokumen resmi hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 23 Februari 2026, tercantum agenda kegiatan Perjalanan ke Luar…

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia. Berdasarkan…

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Halaman Balai Kota Surabaya kembali semarak dengan dibukanya gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026, Rabu (25/2). Event yang…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemohon sebagai pemilih berpotensi tidak memiliki kesempatan memilih calon presiden pilihan sendiri secara bebas jika ada keluarga…