Menkeu Purbaya Akui Indonesia Salah Urus Ekonomi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11/2025). 
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11/2025). 

i

Pada Periode Januari-Agustus 2025, Saat Menkeu Masih Dijabat Sri Mulyani

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai perlambatan ekonomi Indonesia pada Januari-Agustus 2025 bukan karena global. Perlambatan itu lebih dinilai karena salah urus ekonomi yang saat ini disebut sudah mulai diperbaiki.

Seorang pejabat di Kemenkeu yang dihubungi Surabaya Pagi, Jumat (28/11) mengatakan Sri Mulyani baru diganti pada Senin, 8 September 2025 oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Pergantian ini terjadi setelah perombakan (reshuffle) kabinet pertama yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

 

Mungkin Karena Salah Urus

"Jadi kalau dilihat dari sini sih perlambatan ekonomi kita sepanjang mungkin 8 bulan pertama tahun ini bukan karena global saja. Mungkin bukan karena global, mungkin karena salah urus di dalam yang sudah kita perbaiki," kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Kamis kemarin.

Purbaya awalnya membeberkan kondisi ekonomi Indonesia pada kuartal III-2025 yang tumbuh 5,04% secara tahunan (yoy). Realisasi itu disebut didorong oleh permintaan domestik dan kinerja ekspor yang kuat, investasi yang resilient, serta belanja pemerintah yang mulai tumbuh setelah dua kuartal berturut-turut negatif hingga menjadi salah satu pemicu melambatnya ekonomi.

"Konsumsi pemerintah tumbuh 5,49% sejalan dengan akselerasi belanja pemerintah di kuartal III yang tumbuh tinggi dan akan terus di akselerasi di Q4. Kalau kita lihat belanja pemerintah kelihatan triwulan pertama mengalami kontraksi 1,37%, triwulan II masih minus 0,33%, triwulan III tumbuh positif 5,5%," ucap Purbaya.

"Jadi di dua triwulan pertama tahun ini pemerintah belanjanya lambat sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi kita. Ini kita perbaiki dan ke depan kita pastikan di triwulan pertama tahun depan kita akan tumbuh terus. Kita akan cegah belanja yang terlambat dari pemerintah sehingga ekonominya akan tetap kuat," sambungnya.!

Purbaya menyebut surplus neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari-September 2025 juga masih terjaga dengan nilai kumulatif US$ 33,48 miliar, tumbuh sekitar 50,09% yoy dengan surplus bulanan US$ 4,34 miliar.

 

Ekonomi Tanda-tanda Perbaikan

Capaian ini memperpanjang rekor surplus Indonesia menjadi selama 65 bulan berturut-turut.

"Kalau dilihat dari sini, walaupun perekonomian dunia mengalami gejolak yang tidak menentu, kelihatannya pengaruh ke ekspor kita dan trade balance kita tidak signifikan, malah cenderung positif. Ini terlihat dari pertumbuhan trade balance yang 50,09% tadi," jelas Purbaya.

Dengan perbaikan seperti penempatan dana pemerintah di perbankan hingga berbagai stimulus yang diberikan pemerintah, Purbaya optimis ekonomi Indonesia akan tumbuh antara 5,6-5,7% pada kuartal IV-2025. Sementara itu, sepanjang 2025 diprediksi bisa mencapai 5,2%.

Ekonomi nasional mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan aktivitas masyarakat, mulai dari manufaktur hingga penjualan ritel.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan perbaikan ini didorong oleh upayanya menempatkan uang Rp 200 triliun ke perbankan dan menyalurkannya ke masyarakat. Dari penempatan ini, suku bunga kredit menurun. Inilah yang membuat ekonomi masyarakat membaik.

"Kita berhasil membalik optimisme masyarakat terhadap perekonomian kita," kata Purbaya, dalam rapat kerja dengan komisi XI DPR RI, Kamis (27/11/2025).

Dari sumber di Kemenko Perekonomian Jumat (28/11) kinerja manufaktur berdasarkan Purchasing Managers' Index berada di zona positif, pada level 51,2, pada Oktober 2025. Kemudian, penjualan motor tumbuh membaik sebesar 8,4% pada Oktober 2025. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencapai 133,2 pada Oktober 2025.

Keyakinan konsumen ini meningkat karena adanya ekspektasi masyarakat terhadap ekonomi yang lebih baik pada saat ini dan masa depan. Tidak hanya itu,  kinerja ekonomi Indonesia tumbuh 5,04% didorong oleh permintaan domestik dan ekspor yang kuat, investasi resilien, optimalisasi belanja pemerintah.

"Dari pengeluaran konsumsi RT penyumbang besar PDB tumbuh 4,89%, PMTB tumbuh 5,04% mencerminkan optimsime pelaku usaha," katanya.

Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh 5,49% yang akan diakselerasi di kuartal IV-2025. Padahal, pada kuartal I, belanja pemerintah mengalami kontraksi 1,37�n kontraksi 3,33% pada kuartal II-2025.

"Di triwulan kedua pertama serapan lambat sehingga perlambat ekonomi kita. Ini kita perbaiki ke depan tahun depan kita akan tumbuh terus, kita akan cegah belanja terlambat dari pemerintah supaya ekonomi kita kuat," paparnya. n jk/erc/cr4/rmc

Berita Terbaru

Raih Poin Puncak, Kolonel Inf Batara Sabet Juara 1 Lomba Menembak Pistol

Raih Poin Puncak, Kolonel Inf Batara Sabet Juara 1 Lomba Menembak Pistol

Senin, 03 Agu 2026 20:43 WIB

Senin, 03 Agu 2026 20:43 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Jombang - Kolonel Inf Batara Alex Bulo, Komandan Korem 082/CPYJ meraih juara 1 Lomba Menembak Pistol Danrem 082/CPYJ Cup Kategori Eksekutif…

Sidang Maidi: Pengamat Nilai Keterangan Saksi Daffa dan Noer Aflah Aneh dan Penuh Kejanggalan 

Sidang Maidi: Pengamat Nilai Keterangan Saksi Daffa dan Noer Aflah Aneh dan Penuh Kejanggalan 

Senin, 03 Agu 2026 19:13 WIB

Senin, 03 Agu 2026 19:13 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pengamat kebijakan publik Iwan Susanto menilai keterangan saksi Daffa dan Noer Aflah dalam sidang ketujuh perkara dugaan korupsi dan…

Tangani Kasus Kades Kunti, PPA Polres Ponorogo Olah TKP dan Periksa Korban

Tangani Kasus Kades Kunti, PPA Polres Ponorogo Olah TKP dan Periksa Korban

Senin, 03 Agu 2026 19:02 WIB

Senin, 03 Agu 2026 19:02 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ponorogo bergerak cepat mengusut dugaan penganiayaan yang diduga d…

DPR RI Sebut Homecare Bupati Jember Bermanfaat Untuk Rakyat Kecil

DPR RI Sebut Homecare Bupati Jember Bermanfaat Untuk Rakyat Kecil

Senin, 03 Agu 2026 18:32 WIB

Senin, 03 Agu 2026 18:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jember — Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi Partai NasDem, Charles Meikhyansah, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program H…

Perkuat Sinergi, BPJS Ketenagakerjaan Teken PKS PLKK dengan RSGM dan Klinik UB

Perkuat Sinergi, BPJS Ketenagakerjaan Teken PKS PLKK dengan RSGM dan Klinik UB

Senin, 03 Agu 2026 18:10 WIB

Senin, 03 Agu 2026 18:10 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang terus memperkuat kolaborasi dengan fasilitas kesehatan Universitas Brawijaya (UB) terkait …

Sidang Maidi: Saksi Sebut Dana CSR Rp300 Juta Dibelikan Sembako hingga Payung

Sidang Maidi: Saksi Sebut Dana CSR Rp300 Juta Dibelikan Sembako hingga Payung

Senin, 03 Agu 2026 17:41 WIB

Senin, 03 Agu 2026 17:41 WIB

Akui Pernah Titipkan Uang Rp50 Juta Lewat Ajudan…