SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Purbaya Yudhi Sadewa, sejak Senin (8/9/2025) sudah resmi menjadi Menteri Keuangan, menggantikan Sri Mulyani. Hal itu sesuai Keputusan Presiden Nomor 86 Tahun 2025.
"Mengangkat Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan," bunyi Kepres Pengangkatan yang dibacakan di Istana Negara, Senin (8/9/2025).
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa terpantau hadir di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/9/2025) siang. Purbaya tampak mengenakan jas berwarna hitam dan dasi berwarna biru muda.
Kepada wartawan, ia mengaku ditelepon pihak Istana Kepresidenan untuk hadir jam 15.00 WIB.
"Ada teman yang telepon... Ada Letkol Teddy (Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya) juga," katanya.
Namun demikian, Purbaya mengaku tidak mengetahui agenda pemanggilannya. Termasuk apakah ada kaitannya dengan reshuffle kabinet. "Saya LPS. Mungkin mau ngomong ekonomi," ujarnya.
Dia mengaku kaget karena baru diminta Senin siang sekitar pukul 12:30 WIB. "Ini kaget juga tadi saya baru dikasih tahu setengah 1 (siang), saya pikir saya ditipu saya cek yang telepon nomornya telepon beneran apa nggak, ternyata beneran," kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/9/2025).
Purbaya mengatakan kerap diajak diskusi dengan Presiden Prabowo Subianto terkait sektor perekonomian. Dia berkelakar diminta menjadi Menteri Keuangan karena terlihat jago.
"Kan waktu sarasehan saya presentasi di sana, beberapa kali. Mungkin kelihatannya saya cukup jago. Tapi (diskusi) khusus nggak ada beberapa kali aja tapi nggak baru baru ini," ujarnya.
Ketua Dewan Komisioner LPS
Purbaya sebelumnya menjabat sebagai sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS.
Lulusan Ilmu Ekonomi dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat (AS) itu pernah mengisi beberapa posisi, di antaranya Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Mei 2018-September 2020).
Purbaya juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Juli 2016 - Mei 2018) dan Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (November 2015-Juli 2016).
Ia juga pernah menjabat sebagai Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia (April 2015-September 2015), Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (2010-2014), Anggota Komite Ekonomi Nasional (2010-2014), Wakil Ketua Satgas Penanganan dan Penyelesaian Kasus (Debottlenecking), yang lebih dikenal dengan "Pokja IV", di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Juni 2016-sekarang).
Kemudian, Anggota Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (2016-sekarang) dan Anggota Indonesia Economic Forum (2015-sekarang).
Sebelum terjun di pemerintahan, Purbaya memulai karier sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989-1994), Senior Economist di Danareksa Research Institute (Oktober 2000-Juli 2005), Direktur Utama PT Danareksa Securities (April 2006-Oktober 2008), Chief Economist Danareksa Research Institute (Juli 2005-Maret 2013), dan Anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero) (Maret 2013-April 2015).
Tanggapan Netizen
Netizen sepertinya paling banyak membahas digantinya Sri Mulyani sebagai Menkeu, terbukti namanya berada di papan atas trending topic di linimasa X. Banyak yang menaruh harapan pada Menkeu yang baru.
"Semoga pengganti Sri Mulyani ini bisa punya kebijakan yang lebih pro ke kelas menengah dan bawah," demikian harapan seorang netizen. "Semoga Purbaya bisa kompeten dan tidak awur awuran," tulis yang lain.
"Pak Purbaya ini orang ITB ya, semoga dia bisa bawa ide tentang reindustrialisasi buat industri padat karya," demikian harapan netizen akan terciptanya banyak lapangan kerja baru dengan padat karya.
"Semoga pak Purbaya mikirin ekonomi mikro juga... Biar gerak ekonomi di bawah," saran seorang warganet.
"tbh, ada sedihnya. this is the best Menkeu in Indonesia so far. semoga penggantinya bisa lebih bagus. bagaimana dgn market impact ? lets see tomorrow," harap sebuah akun di X. n erc/jk/rmc
Editor : Moch Ilham