SURABAYAPAGI.com, Sampang - Dalam rangka meningkatkan produksi pangan pada musim tanam tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur menginstruksikan kepada para petani di wilayah itu agar mengoptimalkan penanaman padi dan jagung di sekitar Waduk Nipah, yang terletak di Desa Montor, Kecamatan Banyuates.
Hal itu lantaran, Kabupaten Sampang telah dinyatakan siap menjadi salah satu daerah penopang stok pangan nasional di Provinsi Jawa Timur. Dengan dukung adanya Waduk Nipah yang dikenal sebagai salah satu waduk yang ada di Kabupaten Sampang yang sudah beroperasi sejak diresmikan Joko Widodo pada 19 Maret 2016 dan mampu mengaliri 1.150 hektare sawah teknis yang ada di sekitarnya.
"Langkah ini juga sebagai upaya Pemkab Sampang dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang pangan," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta-KP) Sampang Suyono, Minggu (20/04/2025).
"Karena itu, kami mendorong para petani yang memiliki lahan di sekitar waduk tersebut untuk mengoptimalkan penanaman, baik padi maupun jagung," tambahnya.
Sehingga, dengan beroperasinya Waduk Nipah ini diharapkan memiliki dampak yang baik bagi masyarakat Madura. Dampak baik tersebut sifatnya jangka panjang. Dengan rincian dari lahan produktif 1.150 hektare yang teraliri irigasi itu, seluas 925 hektare merupakan sawah baru sebagai pengembangan sawah tadah hujan, sisanya merupakan daerah irigasi (DI).
Lebih lanjut, Waduk Nipah menggunakan sistem jaringan irigasi, yakni memanfaatkan aliran air dari bendungan Montor dan bendungan Tebanah yang bersumber dari Bendungan Nipah di Kali Nipah.
Tak heran jika, Waduk ini merupakan yang pertama dan terbesar di Pulau Madura dan pembangunannya dimulai tahun 1973 dengan meminta restu kepada sejumlah ulama dan tokoh masyarakat. Dan kini, waduk tersebut juga telah menjadi pusat konservasi sumber daya air serta sebagai daerah wisata dan perikanan ikan tebar. sp-01/dsy
Editor : Desy Ayu