Menteri Sosial Minta Petugas Keluarga Harapan Jemput Bola Cari Siswa dari Keluarga Miskin Ekstrem dan Miskin
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tiga bulan lagi, tepatnya bulan Juli 2025, Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto, akan dioperasionalkan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan di Jatim, akan dibangun Sekolah Rakyat sekitar 30 kabupaten/kota, tidak disebutkan Sekolah Rakyat, di kampus Unesa Surabaya.
Tapi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan ada dua lokasi Sekolah Rakyat (SR) di lingkungan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus Lidah Wetan yang juga siap beroperasi.
"Di Jawa Timur jumlah kabupaten/kota yang mengusulkan pelaksanaan program Sekolah Rakyat sekitar 30 kabupaten/kota, dan kami targetkan mulai tahun ini Sekolah Rakyat dan asrama akan dibangun," katanya saat koordinasi pembentukan Sekolah Rakyat di Pendopo Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Sabtu.
Salah satunya, katanya, pemerintah daerah menyediakan lahan dengan luasan di atas 6 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Siapkan Siswa Keluarga Miskin
Gus Ipul juga meminta kepada pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang juga hadir dalam kegiatan itu untuk menyiapkan siswa dari keluarga miskin ekstrem dan miskin sebagai siswa Sekolah Rakyat.
"Jemput bola cari siswa dari keluarga miskin ekstrem dan miskin, dan sosialisasi secara masif kepada masyarakat terkait Sekolah Rakyat," kata Gus Ipul, melansir Antara.
Didesain Ramah Disabilitas
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan Sekolah Rakyat di Unesa didesain ramah disabilitas.
"Kami melihat kesiapan Unesa dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat Luar Biasa. Fasilitas belajar dan asrama sudah didesain ramah disabilitas, sehingga siap menerima peserta didik anak berkebutuhan khusus (ABK)," ujar Khofifah di Surabaya, dikutip dari Antara, Sabtu (19/4).
Khofifah mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat di Unesa juga merupakan upaya pemerataan pendidikan di seluruh kabupaten/kota di Jatim.
Kota Surabaya sendiri sebelumnya belum mengusulkan lokasi calon SR sebagaimana hasil pendataan oleh Kementerian Sosial RI selaku pengampu program.
"Fasilitas di Unesa sangat lengkap, mulai dari klinik, sarana olahraga dalam dan luar ruangan, serta lingkungan yang inklusif. Ini menjadi poin penting karena bisa menampung siswa difabel," katanya.
Lebih lanjut, Khofifah mengungkapkan bahwa peserta didik SR nantinya dapat mengakses berbagai fasilitas di lingkungan Unesa untuk pengembangan bakat dan potensi, mengingat kampus tersebut merupakan pusat Sport Science Nasional.
"Oleh karena itu, kami meminta kepada Pak Rektor agar asrama ini diajukan sebagai SR atas nama Kota Surabaya. Dengan begitu, 38 kabupaten/kota di Jatim siap secara fisik menyelenggarakan SR," ujarnya.
Tak hanya kesiapan fisik, Khofifah juga menekankan pentingnya kesiapan non-fisik berupa konsep penyelenggaraan. Ia mengapresiasi pendekatan pendidikan berbasis karakter yang dikembangkan oleh Unesa, yakni melalui tahapan input, proses, hingga output.
"Konsep ini akan sangat bagus jika dipaparkan pada Rakor RPJMD tanggal 29 April mendatang di hadapan bupati/wali kota serta pemangku kepentingan lainnya," ucapnya.
Bertalian dengan itu, Pemerintah Provinsi Jatim juga terus berkoordinasi aktif dengan pemerintah pusat terkait pelaksanaan SR, termasuk pendataan keluarga dalam kategori Desil 1 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menurut Khofifah, aktivitas SR di Unesa siap dilaksanakan pada Juli tahun ini.
"Sekitar 42 persen masyarakat Jatim berada di Desil 1. Maka jika pusat menggunakan basis ini dalam perekrutan peserta SR, kami siap melaksanakan pada Juli nanti," ujarnya.
Mantan Menteri Sosial itu menambahkan Pemprov Jatim juga menunggu arahan lanjutan dari pemerintah pusat terkait mekanisme pembelajaran, rekrutmen pendidik, serta pengelolaan asrama.
"Untuk saat ini kita baru pada tahap kesiapan gedung. Proses berikutnya akan menyesuaikan arahan dari pusat," katanya.
Penegasan Rektor Unesa
Sementara itu, Rektor Unesa Prof Dr Nurhasan menegaskan kesiapan institusinya dalam mendukung Sekolah Rakyat.
Menurutnya, Unesa memiliki berbagai keunggulan, di antaranya adalah kampus ramah disabilitas, fasilitas olahraga lengkap, serta ruang-ruang seni dan budaya.
"Asrama dengan kapasitas 150 orang sudah kami siapkan. Jika ditugaskan oleh pemerintah untuk menyelenggarakan SR tingkat SMA, kami Insya Allah siap," kata Nurhasan.
Ia berharap SR di Unesa dapat menjadi contoh bagi daerah lain agar percepatan pengentasan kemiskinan melalui pendidikan bisa segera terwujud.
Berdasarkan data BPS 2023, angka putus sekolah di Indonesia masih mencapai 3,67% pada tingkat SD dan 4,5% pada tingkat SMP, terutama di daerah dengan keterbatasan akses pendidikan. Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi solusi dalam menekan angka ini secara signifikan.
Gagasan Sekolah Rakyat berasal dari visi Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan akses pendidikan gratis bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Program ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mencapai target Indonesia emas 2045.
Sekolah Rakyat adalah solusi strategis untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berbasis asrama. Program ini tidak hanya memberikan pendidikan gratis, tetapi juga memastikan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem tumbuh dalam lingkungan belajar yang stabil dan kondusif. n sb1/st/rl/rmc
Editor : Moch Ilham