Kisah "Herois" Penyanyi Denada, Ibu Tunggal Penderita Leukemia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Lordna Putri
Lordna Putri

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Minggu lalu, penyanyi Denada, anak almarhumah Emilia Contessa, berbagi kisah tentang perjuangannya sebagai ibu tunggal dalam membesarkan anak semata wayangnya, Aisyah.

 Meski perjalanannya tak mudah, Denada selalu berusaha tetap bersyukur dan menjadikan anak sebagai prioritas utama dalam hidupnya.

"Setiap manusia apa pun itu pasti ada cobaannya, pasti ada, pasti ada perjuangannya masing-masing, jadi tetap syukuri apa yang ada," kata Denada saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (11/5/2025).

Sebagai orang tua tunggal, Denada mengaku memiliki doa dan harapan sederhana yang selalu ia panjatkan untuk Aisyah setiap hari. Fokus hidupnya kini adalah bagaimana terus memberikan yang terbaik untuk sang buah hati.

"Doa aku ya sebagai seorang ibu, kita semua sama, apalagi yang merasakan sebagai ibu tunggal, bekerja untuk anak, doa kita itu setiap harinya berikan kemampuan untuk kita agar bisa memberikan kehidupan yang terbaik untuk anak, apapun itu," ucap Denada, berfilosofi.

Tak hanya dalam hal materi, Denada juga menekankan pentingnya bimbingan spiritual dan pendidikan sebagai bekal masa depan Aisyah.

"Selain memberikan bimbingan, mengajarkan agama, dan segala macam, kita juga mengusahakan pendidikan yang terbaik, kesehatan yang terbaik, mau gak mau kita harus kerja," tambah Denada.

Impian Denada tak muluk-muluk. Ia hanya ingin melihat Aisyah tumbuh sehat dan sukses menjalani hidupnya sendiri.

"Aku mikirnya tuh prioritas aku kepengin Aisyah itu sehat terus, kalau boleh aku pengin bisa terus dampingi Aisyah sampai dia sukses di pekerjaannya, di hidupnya, di rumah tangganya, bisa memberikan aku cucu, dan menghabiskan waktu tua aku bersama Aisyah dan cucu-cucuku, prioritasnya itu," harapnya.

Denada pernah menikah dengan Jerry Aurum, seorang fotografer, pada 15 Februari 2012. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai seorang putri bernama Shakira Aurum, yang kini akrab disapa Aisyah. Sayangnya, pernikahan mereka tidak bertahan lama dan resmi bercerai pada tahun 2015.

Cobaan besar datang ketika pada 2018, Aisyah didiagnosis menderita leukemia dan harus menjalani perawatan intensif di Singapura. Sejak saat itu, Denada menetap sementara di Negeri Singa demi mendampingi putrinya yang tengah berjuang sembuh.

Dimata saya, Denada seorang hero, bagi anak dan dirinya.

 

***

 

Siapa yang kita idolakan sebagai pahlawan? Who is your hero?” dan ketika saya ditanyakan hal tersebut, pada saat itu saya berkata bahwa Ayah dan ibuku  adalah pahlawanku, meskipun saya pun juga menyukai karakter fiksi seperti Superman, Spiderman, dan lain-lain.

Alasannya sederhana, karena beliau bekerja keras demi keluarganya. Tetapi, anak-anak lain tentu punya pemikiran yang lain. Ada yang mengatakan mengidolakan tokoh pejuang kemerdekaan karena mereka membela negara dan membebaskan negara dari penjajah, mereka yang berjuang untuk kedamaian dunia. Bahkan ada yang mengidolakan public figure karena kehebatannya dalam bidang tertentu dan lain sebagainya. Itu haknya.

Dahulu, kita mungkin pernah berpikir bahwa akan mengabdi kepada negara kita tercinta, tentu dengan sifat kepahlawanan yang selalu diajarkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tetapi zaman sekarang, berapa banyak orang-orang yang memiliki sifat kepahlawanan? Apakah hanya segelintir orang yang peduli dengan pahlawan dan sifat kepahlawanan? Apakah beberapa hal yang dicontohkan, ternyata di dalam negara sendiri ada yang tidak mencerminkan sifat kepahlawanan?

Karena bisa jadi sekarang masyarakat cenderung individualisme akibat dari ketidakpedulian tentang kepahlawanan. Pertanyaannya, bagaimana kita mau memajukan negara jika kita sendiri tidak menerapkan kepahlawanan yang sesungguhnya?

Bagaimana generasi mendatang bisa menunjukkan sifat kepahlawanan kalau dari generasi sebelumnya tidak mencontohkan yang benar? Jujur bagi saya, ini adalah sebuah masalah yang istilahnya dibiarkan.

Di zaman sekarang, kemungkinan orang-orang lebih tertarik meraup keuntungan yang sebesar-besarnya daripada membantu orang yang sedang kesulitan, baik secara fisik maupun non-fisik. Ini memunculkan suatu pertanyaan, “Do we need heroes? Apakah kita butuh pahlawan agar masalah-masalah tersebut bisa diatasi?” Denada saya nilai pahlawan di keluarganya.

Menurut KBBI, pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, pejuang yang gagah berani.

Denada, memenuhi kriteria itu.

Pahlawan keluarga, menurut saya mengacu pada seseorang yang berperan penting dan berkorban untuk kesejahteraan keluarga, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pahlawan keluarga bisa merupakan ayah, ibu, atau bahkan anggota keluarga lain yang menunjukkan perilaku heroik dan pengorbanan dalam menjaga keharmonisan dan keberlangsungan keluarga.

Ibu, seperti Denada, juga merupakan pahlawan karena ia bertanggung jawab atas perawatan anaknya, mengurus rumah tangga, dan memberikan kasih sayang yang tak terhingga. Setuju? ([email protected])

Berita Terbaru

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

34 Pejabat Bea Cukai dan  40-45 Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Dibuang ke Tempat Sepi, dari Wilayah Gemuk Usai OTT KPK       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - …

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).…

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk makan bergizi gratis (MBG) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini,…

Bulan Syaban

Bulan Syaban

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan termasuk juga bulan mulia yang dimana letak waktunya berada…

Pemkot Kediri Tunggu Legal Opinion Kejaksaan untuk Penyelesaian Proyek RTH Alun-alun

Pemkot Kediri Tunggu Legal Opinion Kejaksaan untuk Penyelesaian Proyek RTH Alun-alun

Kamis, 05 Feb 2026 21:41 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 21:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri masih menunggu Legal Opinion (LO) dari Kejaksaan dalam rangka menentukan langkah penyelesaian proyek…