Rapatkan Barisan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Harian Surabaya Pagi edisi Selasa (22/4) menurunkan judul utama "Prabowo, Mendadak Ajak Menteri Rapatkan Barisan".

Headline ini berdasarkan informasi yang bergulir dari penjelasan menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. Aktivis Partai Golkar ini mengatakan ditelepon Presiden Prabowo Subianto untuk merapatkan barisan. Lhuk! Rapatkan barisan?

"Pak presiden, kalau menteri mah harus merapatkan barisan dong dengan presiden. Masa menteri nggak boleh merapatkan barisan," kata Nusron seusai rapat kerja dengan Komisi II DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (21/4/2025).

Nusron mengatakan menteri di Kabinet Merah Putih harus kompak. Ia menyebut menteri-menteri Prabowo Subianto saat ini solid.

"Namanya menteri harus kompak merapatkan barisan, wartawan sama redaktur harus merapatkan barisan kok. Semua, harus merapatkan barisan dong harus begitu. Solid (para menteri)," ujarnya.

Terpisah, Menteri Sekretaris Negara yang juga Juru Bicara Presiden RI Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada kerenggangan di internal jajaran Kabinet Merah Putih.

Hal itu dikatakannya menanggapi arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta jajaran Kabinet Merah Putih untuk merapatkan barisan.

"Enggak ada kerenggangan," ucap Prasetyo di Wisma Negara, Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/4).

Prasetyo menjelaskan bahwa arahan Presiden Prabowo yang meminta para jajaran Kabinet Merah Putih merapatkan barisan merupakan upaya untuk tetap menjaga semangat.

"Jadi, maknanya merapatkan barisan itu tidak selalu sedang ada sesuatu, tapi itu untuk menjaga semangat," ujarnya.

Prasetyo mengatakan bahwa arahan Presiden tersebut merupakan hal yang biasa, mengingat Prabowo menganalogikan kabinet yang dia pimpin sebagai sebuah tim.

Menurutnya, arahan jajaran kabinet untuk merapatkan barisan untuk menjaga tim tersebut tetap solid.

"Sebagai sebuah tim, Bapak Presiden kan selalu menganalogikan Kabinet Merah Putih kita ini sebagai sebuah tim, ya memang kita harus terus merapatkan barisan," ucap Prasetyo.

Akal sehat saya ada apa perintah rapat barisan baru sekarang? Apa saat retret di Akmil Magelang, perintah itu belum disampaikan oleh Presiden Prabowo. Justru perintah rapatkan barisan disampaikan di tengah jalan, saat Kabinet Merah Putih sudah berjalan hampir enam bulan. Wajar publik ada yang mengintepretasikan macam -macam.

 

***

 

Sebagai seorang muslim, mendengar perintah itu saya teringat ajakan seorang Imam saat sholat berjamaah di Masjid.

Imam sholat itu ada yang mengatakan: “Istawuu wa’tadiluu atau lurus dan rapatkan.”

Dan setelah itu langsung takbir dan masuk shalat. Padahal saya lihat, kadang barisan masih bengkok bahkan masih terdapat barisan yang kosong (renggang).

Lalu di antara para imam itu ada yang mengerjakan shalat dengan barisan yang berantakan dan tidak lurus. Dan ada juga di antara jama’ah yang masih terus meluruskan barisannya sampai imam sudah selesai membaca al-Fatihah.

Menurut saya, berdasarkan hadits hadit yang sahih, itu jelas kekeliruan yang dari seorang imam. Seharusnya dia sendiri yang melurus-kan barisan atau mewakilkan kepada seseorang untuk merapikan dan meluruskan barisan. Dan baru setelah barisan lurus dan rapat, maka dia bisa mulai beri’tidal, bertakbir dan masuk shalat.

"… Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar…” [Al-‘Ankabuut/29: 45]

Dalam forum majelis taklim, kadang membincangkan shalat berjamaah yang tharus memperhatikan shaf atau barisannya, yakni merapatkan dan meluruskan barisan.

Ulama ulama besar berfatwa, shalat berjamaah merupakan salah satu kesunnahan yang sangat dianjurkan atau muakkad. Ini, karena selain memiliki keutamaan dari sisi pahala, juga menjadi cermin akan kebersamaan, persatuan umat Islam.

Dalam Sunan Abi Dawud bab taswiyatus sufuf yang diriwayatkan dari Isa bin Ibrahim:

Sesungguhnya Rasulullah bersabda, luruskan shaf kalian, sejajarkan bahu, dan rapatkan yang renggang, dan lemaskan bahu saat ada yang akan mengisi barisan  dan jangan kalian meninggalkan celah bagi setan. Siapa saja menyambung barisan, maka Allah akan menyambungnya, dan siapa yang memutuskan barisan, maka Allah akan memutuskannya. (Sunan Abi Dawud 1/178)

Saya pernah juga mengikuti Istighosah. Ini salah satu wahana berkumpul bagi umat Islam tidak hanya untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa kepada Allah SWT namun juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

Pesan moralnya, agar jiwa nasionalisme masyarakat dan umat Islam pada khususnya dapat terus dipertebal demi menghadapi permasalahan bangsa yang masih sangat banyak, seperti korupsi, narkoba, terorisme, intoleransi, dan radikalisme.

 

***

 

Literasi bacaan saya, ada abah-abah rapatkan barisan sering dinyatakan dalam konteks militer. Itu berarti mengkoordinasikan, mempersatukan, dan memperkuat pasukan  untuk mencapai tujuan bersama.

Kata teman lulusan Akmil Magelang, perintah rapatkan barisan untuk mempererat kerjasama, memperkuat disiplin, atau menyatukan upaya untuk menghadapi ancaman atau tugas.

Dan secara lebih spesifik, "rapatkan barisan" dalam militer bisa memiliki beberapa makna:

Antara lain meningkatkan kekompakan dan koordinasi.

Selain memperkuat disiplin dan menyatukan upaya untuk menghadapi ancaman atau tugas. Masya Allah!

 

***

 

Catatan jurnalistik saya menyimpan file, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI, yang akan turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi menolak Revisi Undang-Undang (RUU) TNI, juga mendengungkan pekik rapatkan barisan.

Ini direkam wartawan saya saat meliput di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (20/3/2025).

Aksi ini dilakukan karena DPR RI akan menggelar Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (20/3) pagi. Salah satu agendanya adalah mengesahkan RUU TNI menjadi UU.

"Miris melihat bagaimana perluasan fungsi TNI telah disahkan dari yang seharusnya berfokus pada pertahanan negara kini merambah ke ranah sipil," tulis poster BEM SI dikutip dari akun Instagram @bem_si.

Mereka menyebut sejarah telah menunjukkan bahwa campur tangan militer dalam urusan sipil berisiko mengancam demokrasi dan supremasi sipil.

"Jangan sampai kita mengulang kesalahan masa lalu. Demokrasi harus dijaga, bukan dikerdilkan," tulisnya.

BEM SI mengajak seluruh masyarakat sipil dan mahasiswa untuk konsolidasi bersama pada Kamis 20 Maret pukul 10.00 WIB sampai dengan TNI balik ke barak.

"Rapatkan barisan! Pukul mundur militer ke barak!," tegasnya. Masya Allah, mahasiswa pun menggunakan istilah rapatkan barisan persis baris berbaris saat saya ikut pramuka dulu.

Saya ungkap beberapa makna rapat barisan saat sholat, di kemiliteran hingga gerakan mahasiswa menolak RUU TNI.

Rapatkan barisan menurut akal sehat saya adalah prinsip  penting dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam ibadah maupun dalam kegiatan sosial lainnya.

Perintah dari Presiden Prabowo, untuk bahan kita merenung. Apa sebenarnya pesan atau perintah rapat barisan presiden ke seorang menteri melalui telepon. Kira kira ada yang urgen disampaikan oleh seorang presiden. Wait and see. ([email protected])

Berita Terbaru

Satlantas Polres Madiun Perketat Patroli di Jalur Rawan Macet dan Kecelakaan

Satlantas Polres Madiun Perketat Patroli di Jalur Rawan Macet dan Kecelakaan

Sabtu, 10 Jan 2026 18:01 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 18:01 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Madiun memperketat pengawasan lalu lintas dengan menggelar patroli strong point di sejumlah jalur …

HUT ke-53 PDI Perjuangan, Deni Wicaksono Tegaskan Satyam Eva Jayate Jadi Jangkar Kebenaran Partai

HUT ke-53 PDI Perjuangan, Deni Wicaksono Tegaskan Satyam Eva Jayate Jadi Jangkar Kebenaran Partai

Sabtu, 10 Jan 2026 11:46 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan menjadi momentum konsolidasi ideologis dan penguatan kerja kerakyatan di tengah…

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Tri turut ambil bagian dalam ajang Liga Tendang Bola (LTB) 2026, sebuah l…

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Peristiwa Pemilihan Lokasi Dapur SPPG di Samping Peternakan Babi di Sragen, Resahkan Masyarakat      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Lagi, Wakil Ketua Komisi IX …

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan adanya penghematan signifikan dalam anggaran penyelenggaraan ibadah haji 2026.…

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, resmi ditetapkan sebagai tersangka. Dia diduga terlibat kasus dugaan korupsi…