Perempuan Muda di Taman Okubo, Tokyo

Tawarkan Seks, Gunakan Aplikasi Penerjemah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penampakan beberapa PSK Jepang yang berkumpul di Taman Okubo, Jepang, yang kini menjadi destinasi viral di Jepang.
Penampakan beberapa PSK Jepang yang berkumpul di Taman Okubo, Jepang, yang kini menjadi destinasi viral di Jepang.

i

SURABAYAPAGI.COM, Tokyo - Taman Okubo, Tokyo menjadi salah satu tempat konten viral itu. Adalah kawasan yang tak jauh dari Kabukicho, distrik hiburan yang terkenal dengan kepala Godzilla di atas gedung bioskopnya. Kawasan ini, kini menjadi sorotan internasional.

Setiap malam, deretan perempuan muda tampak berjejer di sekitar taman itu.

Mereka bukan sekadar menunggu teman atau menikmati malam kota, tapi menawarkan jasa seks kepada turis asing.

Kini beredar video-video erotis yang memancing rasa penasaran para turis dari Korea Selatan, China, Taiwan, bahkan Amerika Utara, dan Eropa.

Dan bahasa bukan lagi kendala. "Berapa?" begitu kata yang biasa muncul di layar ponsel para turis, diketik melalui aplikasi penerjemah karena keterbatasan bahasa, seperti dikutip dari AFP, Senin (21/4/2025).

Aktivitas itu makin ramai setelah sejumlah video viral bermunculan di media sosial seperti TikTok dan Bilibili.

Taman kecil itu letaknya tidak terlalu jauh dari Stasiun Shin-Okubo dan distrik hiburan Kabukicho.

Saat ditelusuri melalui platform Google Earth, terdapat beberapa potret taman tersebut digunakan berbagai kegiatan, mulai dari olahraga hingga bazar makanan. Tak ada yang menarik dan seperti taman-taman yang memiliki lapangan pada umumnya.

Dikutip dari gltjp, Taman Okubo direnovasi pada 2010 sebagai bagian dari "Kabukicho Renaissance". Taman itu direnovasi dengan inisiatif yang bertujuan untuk meregenerasi area tersebut menjadi kota yang aman dan menyenangkan bagi semua orang.

Taman itu berfungsi sebagai pusat kegiatan olahraga dan budaya. Sepanjang tahun, berbagai acara diadakan, seperti festival daging dan festival makanan pedas, yang bertujuan untuk menciptakan dan menyebarluaskan budaya baru dari Kabukicho, meramaikan kota, dan merevitalisasi daerah setempat.

 

PSK Pilih Turis Asing

Taman seluas 3.300 meter persegi ini terawat dengan baik dan dibagi menjadi area penggunaan umum dan area olahraga. Meskipun tidak ada peralatan bermain, area olahraganya meliputi lapangan basket dan lapangan futsal, yang dapat digunakan secara gratis.

Pada tahun 2022, lapangan olahraga mengalami renovasi, menghasilkan lapangan seni dengan desain geometris.

Ria, salah satu pekerja seks komersial (PSK) di area tersebut, mengungkap bahwa sebagian besar dari mereka memilih turis asing dibanding pelanggan lokal. Alasannya daya beli warga Jepang yang kian menurun, dan kekhawatiran akan aparat berpakaian preman.

"Orang asing biasanya enggak menawar. Bahkan, sering kasih uang lebih," kata Ria.

Di sisi lain, risiko tertangkap polisi lebih rendah jika melayani pelanggan dari luar negeri.

Tarif yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari 15 ribu hingga 30 ribu yen atau sekitar Rp 1,8 juta sampai Rp 3,6 juta. Tapi, persaingan dan kondisi ekonomi membuat para PSK itu harus menyesuaikan harga.

 

Hukum di Jepang

Azu, seorang PSK berusia 19 tahun, mengaku bisa mendapatkan 20 ribu yen dalam satu jam dari turis asing, asalkan syarat tertentu dipenuhi.

Namun, apa yang tampak seperti "pasar bebas" itu menyimpan banyak sisi gelap. Banyak perempuan muda yang beroperasi secara independen tanpa perlindungan, berisiko tinggi mengalami pelecehan, rekaman tanpa izin, bahkan tidak dibayar sama sekali. Kondisi ini diperparah oleh tidak adanya sistem hukum yang berpihak pada mereka.

Arata Sakamoto dari organisasi nirlaba Rescue Hub, mencoba memberi harapan. Ia dan timnya menyediakan tempat aman bagi para PSK yang ingin keluar dari lingkaran ini. Di apartemen yang mereka sediakan, para perempuan bisa beristirahat, makan, dan mendapat dukungan emosional. Arata menyebut bahwa meningkatnya jumlah PSK yang memilih jalan ini adalah dampak panjang dari pandemi.

"Dulu, sepuluh tahun lalu, tidak banyak perempuan Jepang yang mau terjun ke dunia ini. Tapi pandemi membuat banyak dari mereka kehilangan pekerjaan dan akhirnya menjual diri demi bertahan hidup," kata dia.

Ironisnya, hukum di Jepang masih belum menyentuh pelanggan. Yang mendapat sanksi hanya para PSK. Ini membuat banyak pihak mendesak adanya perubahan kebijakan, agar eksploitasi terhadap perempuan bisa ditekan dari akarnya.

Hingga kini, kepolisian Tokyo belum memberikan tanggapan resmi atas fenomena meningkatnya wisata seks di Taman Okubo. Mereka hanya menyebutkan bahwa patroli telah ditingkatkan sejak Desember lalu. Namun, dengan terus menyebarnya konten viral yang mengajak wisata seks, kekhawatiran pun semakin meluas. n ec, ltb, rmc

Berita Terbaru

KPK Periksa Pengembang hingga Kadis DPMPTSP, Sumarno: Tanya ke KPK!  ‎

KPK Periksa Pengembang hingga Kadis DPMPTSP, Sumarno: Tanya ke KPK! ‎

Selasa, 28 Apr 2026 07:36 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 07:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sejumlah pengembang dan pengurus STIKes dalam kasus dugaan pemerasan yang…

Pemkab Bojonegoro terima penghargaan EPPD 2025 Status Kinerja Tinggi

Pemkab Bojonegoro terima penghargaan EPPD 2025 Status Kinerja Tinggi

Senin, 27 Apr 2026 22:30 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:30 WIB

SurabayaPagi.com : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menerima penghargaan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025 dengan Status …

Disita, 420 Bungkus cartridge Berisi Cairan Narkotika Jenis Etomidate

Disita, 420 Bungkus cartridge Berisi Cairan Narkotika Jenis Etomidate

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI : Awak pekan ini polisi menangkap tersangka inisial MH (29) berikut barang bukti 420 cartridge Etomidate.Ditrektur Reserse Narkoba Polda Riau…

Hai! Gubernur Jangan Berorientasi Pada Fasilitas

Hai! Gubernur Jangan Berorientasi Pada Fasilitas

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI : Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengatakan Kemendagri menurunkan tim Inspektorat Jenderal (Itjen) untuk memantau aktivitas Gubernur Kaltim.…

Didemo Gunakan Anggaran Rumah Dinas Rp 25 M, Mobil Mewah Rp 8,5 M dan Konsumsi Rp 10 Miliar

Didemo Gunakan Anggaran Rumah Dinas Rp 25 M, Mobil Mewah Rp 8,5 M dan Konsumsi Rp 10 Miliar

Senin, 27 Apr 2026 22:05 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:05 WIB

SURABAYAPAGI : Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, menggunakan anggaran jumbo hingga berujung aksi demo mahasiswa pada 21 April lalu.Aksi 21 April Rakyat…

Oknum Polisi Main dengan Markus, Greedy

Oknum Polisi Main dengan Markus, Greedy

Senin, 27 Apr 2026 22:03 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:03 WIB

Institusi Polri diguncang anggotanya lagi. Terbaru, mantan Kanit Narkoba Polresta Pulau Ambon berinisial IT ditangkap atas kasus penyalahgunaan narkoba. Pelaku…