Fraksi PKB Ajak Pemprov Jatim Susun Roadmap Pengentasan Kemiskinan

author Riko Abdiono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aliyadi Mustofa saat membacakan Pandangan Umum Fraksi PKB di Sidang Paripurna.
Aliyadi Mustofa saat membacakan Pandangan Umum Fraksi PKB di Sidang Paripurna.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Jawa Timur menindaklanjuti Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Gubernur Jawa Timur masa kerja tahun 2024. Dalam Pandangan Umumnya, Fraksi PKB memberikan catatan salah satunya tentang keseriusan Pemprov Jatim dalam menangani Kemiskinan ekstrem di Jawa Timur.

Juru Bicara Fraksi PKB DPRD Jatim, Aliyadi Mustofa menyampaikan beberapa pandangan terkait capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) yang terdiri dari 11 poin. Antara lain terkait Capaian Indeks Theil Provinsi Jawa Timur pada tahun 2024 menunjukkan angka sebesar 0,3324, lebih tinggi dari yang ditargetkan (antara 0,33161 - 0,31090). Dengan kata lain, capaian kinerja pemerataan ekonomi tidak memenuhi target RKPD tahun 2024.

“Kesenjangan antara wilayah maju dengan wilayah tertinggal masih belum berhasil dikurangi secara signifikan dan tidak dilengkapi pembagian di setiap Bakorwil untuk tahun 2024, dan justru dijelaskan kondisi tahun 2022 dan 2023,” jelas Aliyadi, Senin 21/4/2025.

Kemudian capaian IKU yang tak kalah penting adalah terkait Persentase Penduduk Miskin tahun 2024 sebesar 9,56%. Angka ini, menurut Fraksi PKB, mengindikasikan bahwa di Pulau Jawa, Provinsi Jawa Timur baru berhasil mengungguli Provinsi Jawa Tengah dan DIY. Persentase penduduk miskin di Provinsi Jawa Timur juga masih lebih tinggi dibandingkan persentase penduduk miskin nasional.

“Angka kemiskinan di berbagai kabupaten juga masih cukup tinggi,” sebutnya.

Angka Kemiskinan di kabupaten masih berada pada kisaran 10 hingga 20%, terutama di seluruh wilayah Madura (Kabupaten Sampang, Bangkalan, Sumenep, dan Pamekasan), sebagian wilayah tapal kuda (Kabupaten Probolinggo, Bondowoso, dan Situbondo), sebagian wilayah Mataraman (Kab. Madiun, Ngawi, Pacitan, Trenggalek, dan Nganjuk), serta sebagian wilayah Pantura (Kabupaten Tuban, Lamongan, Bojonegoro, dan Gresik).

“Hal ini mengindikasikan ketimpangan yang tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu, namun tersebar di hampir seluruh penjuru Jawa Timur,” papar politisi asli Sampang Madura ini.

Untuk itu, Fraksi PKB mengajak Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyusun roadmap pengentasan kemiskinan, khususnya di Pulau Madura. Hal ini penting mengingat kondisi sosial-ekonomi di Madura yang memerlukan kebijakan afirmatif yang terencana. Roadmap harus mencakup berbagai aspek, mulai dari prioritas kebijakan, target capaian, sumber daya yang dibutuhkan, hingga pihak-pihak yang terlibat.

“Kita mengajak membuat Roadmap yang nantinya menjadi acuan bagi pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan stakeholder lainnya dalam mengentaskan kemiskinan secara sinergis,” cetusnya.
 
Problem lainnya yang masih terjadi hingga tahun 2024 adalah terkait Indeks Gini atau ketimpangan. Dimana Capaian Indeks Gini Provinsi Jawa Timur pada tahun 2024 menunjukkan angka sebesar 0,373, lebih tinggi dari yang ditargetkan (antara 0,3670 - 0,3665). Dengan kata lain, capaian kinerja pemerataan pendapatan tidak memenuhi target RKPD tahun 2024. Ketimpangan pendapatan antara penduduk kaya dan miskin belum berhasil dikurangi secara signifikan.

“Fenomena ini menandakan dinamika ekonomi Jawa Timur yang belum inklusif, kami berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi dalam kinerja tahun 2025,” ucap Aliyadi mengingatkan.

Fraksi PKB juga menyoroti Indikator Kinerja Daerah dalam LKPJ tersebut. Misalnya tentang Indeks pendidikan menunjukkan capaian sebesar 0,649, tidak mencapai target RKPD 2024 sebesar 0,67. Sementara itu tingkat partisipasi warga usia 16-18 tahun dalam pendidikan menengah menunjukkan capaian sebesar 78,07, jauh di bawah target RKPD 2024 sebesar 81,73. “Hal ini menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum berhasil memperluas akses, meningkatkan kualitas, dan memeratakan layanan pendidikan,” terangnya.

Aliyadi menilai, meskipun pendidikan menengah semakin berkembang, masih terdapat ketimpangan akses antara daerah perkotaan dan pedesaan. Persoalan pokok dari penerimaan murid baru sistem zonasi selama tujuh tahun terakhir adalah tidak meratanya keberadaan sekolah negeri di berbagai wilayah. Perubahan skema seleksi penerimaan siswa menjadi sistem domisili tidak akan memperbaiki kondisi selama persoalan pokok tersebut belum dituntaskan.

“Kami mendesak ada langkah konkret yang akan dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperluas akses, meningkatkan kualitas, dan memeratakan layanan pendidikan, khususnya pendidikan menengah,” pungkasnya. Rko

Berita Terbaru

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Adanya peredaran beras bantuan pangan yang berubah warna di wilayah Semanding Tuban, langsung ditanggapi oleh Bulog Cabang B…

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai bagian dari duka atas tragedi kecelakaan pekerjaan yang menewaskan 4 karyawan dan 3 lainya masih perawatan, semua karyawan…

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemkot Madiun ingin memperjelas peran forum yang mengoordinasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Untuk itu, Pemkot m…

Dibangun Fasilitas Lengkap, Progres Pembangunan RSUD Sedati Melebihi Target

Dibangun Fasilitas Lengkap, Progres Pembangunan RSUD Sedati Melebihi Target

Jumat, 25 Sep 2026 17:22 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 17:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Demi meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sidoarjo, khususnya di wilayah Sedati dan sekitarnya, pembangunan RSUD Sedati…