SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Hingga Kamis (24/4/2025), semua komponen bangsa termasuk Mantan Panglima TNI Moeldoko, sepakat untuk tumpas habis premanisme.
Mantan Kepala Staff Presiden Moeldoko, antusias merespons rencana penumpasan atas aksi premanisme. Termasuk di proyek pembangun pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, Riau dan Jakarta. Juga pembakaran mobil Polri di Jabotabek dan debt collector di Riau.
Jenderal (Purn) Moeldoko meminta agar semua kelompok yang melakukan aksi premanisme merugikan segera ditumpas habis.
"Saya selaku Ketua Komisi III DPR RI sekaligus Waketum DPP Partai Gerindra menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Saudara Dedi Mulyadi yang merupakan kader Gerindra dalam menertibkan premanisme sudah sangat tepat," kata Ketua Komisi III DPR Habiburokhman, kepada wartawan, Kamis (24/4/2025).
Ia juga mendukung rencana Gubernur Jabar membentuk satgas antipremanisme. Masya Allah.
***
Catatan jurnalistik yang dimiliki harian Surabaya Pagi, periode tahun 1983-1985. preman preman dibunuh tanpa proses hukum. Saat itu operasi penghabisan terhadap preman se Indonesia disebut Petrus.
Saat itu di Yogyakarta, misalnya, pada tahun 1983, nyaris tiap hari ditemukan mayat tak dikenal yang tergeletak di jalanan. Mereka dicap sebagai gali, akronim gabungan anak liar. Ini untuk mengistilahkan orang-orang bertato yang melakukan kejahatan .
Ketika itu, sebagian orang yang dicap sebagai penjahat, umumnya mati, dibunuh — tanpa pernah diadili — karena dianggap meresahkan masyarakat.
Jadi, Petrus saat itu diakui singkatan dari Penembakan Misterius. Ini adalah peristiwa di mana sejumlah orang, terutama yang dituduh sebagai preman dibunuh tanpa proses hukum di Indonesia.
Tekad Pemerintah Orde Baru saat itu ingin melakukan memberantas kejahatan dan menciptakan rasa aman di masyarakat.
Petrus terjadi antara tahun 1983 dan 1985, dengan puncak kasus di tahun 1983.
Korban Petrus adalah orang-orang yang dituduh sebagai preman, pelaku kejahatan, atau bahkan yang diduga sebagai pembangkang politik.
Peristiwa ini terjadi karena pemerintah Orde Baru menganggap tindakan kejahatan yang dilakukan preman tidak manusiawi dan perlu ditangani dengan tindakan tegas.
Penembakan misterius dilakukan oleh regu pembunuh TNI Angkatan Darat yang menyamar dan pasukan polisi rahasia.
Petrus menyebabkan teror di masyarakat karena jenazah korban sering ditempatkan di tempat umum.
Setelah Reformasi 1998, muncul tuntutan agar pemerintah mengusut kasus Petrus karena dianggap melanggar hak asasi manusia.
Peristiwa kekerasan ini, yang terjadi pula di beberapa kota besar di Jawa, disebut sebagai 'penembakan misterius' alias 'petrus' itu menjadi catatan sejarah pemberantasan premanisme.
Operasi tertutup, yang digelar antara 1982 dan 1985 ini, menargetkan orang-orang yang dicap sebagai penjahat. Saat itu Petrus telah menewaskan lebih dari 1.000 orang itu.
Saat itu para preman sadar menyerahkan diri belum tentu selamat dan tidak menyerahkan diri dianggap melarikan diri dan sewaktu-waktu bisa tertembak. Itulah sebabnya mereka meminta perlindungan ke LBH Jakarta.
Saat itu kesannya preman preman masih bertindak perorangan dan belum membentuk grup Ormas, organisasi masyarakat.
***
Saat ini ditemukan premanisme berkedok organisasi masyarakat (ormas) . Dan ini menjadi sorotan Komisi III DPR. Sebab dalam beberapa waktu terakhir, terdapat dua kasus yang melibatkan ormas. Pertama ada ormas yang mengganggu pembangunan pabrik BYD di Subang, Jawa Barat.
Kedua, terjadi pembakaran mobil polisi oleh empat anggota ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya.
Anggota Komisi III DPR Abdullah menekankan, negara tidak boleh kalah oleh preman berkedok ormas.
Aksi premanisme bila dibiarkan bisa menjadi Yakuza, organisasi kriminal lain yang mendunia. Organisasi-organisasi tersebut memiliki anggota ribuan orang dan memiliki aktivitas di seluruh dunia.
Juga Triad. Ini merupakan sebuah istilah yang menggambarkan banyak kelompok kejahatan yang terorganisir.
Berawal dari China, Triad berkembang hingga ke Taiwan,Hong Kong dan Singapura. Triad juga berkembang di Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, Selandia Baru dan beberapa negara lainnya.
Diperkirakan jika mereka di satukan, jumlahnya dapat mencapai 2,5 juta orang. Dari banyak organisasi yang ada, tahun 1930-1990an, Triad terbagi menjadi empat bagian besar, yakni Wo Hop To, Wo Shing Wo, Sun Ye on, 14K (Sap Sie Kie) dan Luen.
Wo Shing Wo adalah organisasi tertua di antara yang lainnya, diperkirakan mereka ada sejak tahun 1930-an. Sedangkan, Sun Ye on memiliki anggota yang paling banyak. Anggota Sun Ye On mencapai 55 ribu di seluruh dunia. Selain di Hong Kong, Sun Ye juga diduga memiliki anggota di Eropa, seperti Prancis dan Belgia.
Kejahatan transnasional Triad meliputi pemalsuan uang, perdagangan narkotika, hingga penyelundupan manusia. Data pemerintah Amerika Serikat pada 2013 menunjukkan ada 100 ribu warga China yang diselundupkan ke AS oleh Triad. Mereka dipaksa bekerja oleh Triad untuk melunasi utang.
Selain Yakuza dan geng “Triad”, ada juga geng besar lainnya, yakni Kelompok Sisilia dari Italia. Sisilia adalah nama pulau Italia di Laut Mediterania. Awalnya, mafia Sisilia adalah satu keluarga, lalu berkembang menjadi beberapa klan geng kriminal.
Pengaruh mafia Sisilia terus berkembang. Hingga akhir 1970-an, mafia Sisilia merupakan kelompok yang mengendalikan perdagangan narkoba di seluruh dunia. Memasuki abad 21, setelah banyak anggota keluarganya yang ditangkap, kelompok ini akhirnya melemah. Ini setelah dikejar kejar polisi rahasia.
Jadi, Petrus, yang merupakan peristiwa penembakan terhadap orang-orang yang dituduh sebagai preman atau gali di beberapa penjuru daerah, masuk akal dipikirkan untuk menumpas preman preman yang terorganisir. Sekarang berlindung di ormas.
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno, menyebut para pelaku diduga telah melakukan hal merugikan perusahaan.
Eddy meminta pemerintah menindak tegas para pelaku di balik kasus premanisme ini. ([email protected])
Editor : Moch Ilham