Wabah Tikus Serang 14 Hektare Lahan Pertanian di Lumajang, Kementan RI Turun Tangan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Para petani dan petugas DKPP Lumajang ikut serta dalam pembasmian tikus di area-area persawahan milik warga. SP/ LMJ
Ilustrasi. Para petani dan petugas DKPP Lumajang ikut serta dalam pembasmian tikus di area-area persawahan milik warga. SP/ LMJ

i

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Menindaklanjuti keluhan petani di Lumajang terkait hama tikus membuat Direktur Jenderal Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI sampai turun tangan.

Pasalnya, sebanyak 14 ribu hektare lahan pertanian di Lumajang seperti padi, jagung, tembakau serta tebu rata rusak diserang hama tikus. Tentu saja hal itu membuat sejumlah petani resah.

"Luas lahan yang diserang hama tikus sekitar 14 ribu hektare. Komoditas pertanian yang diserang tikus berupa padi, jagung, tembakau serta tebu," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang Retno, Kamis (01/05/2025).

Menurut salah satu petani Nur Kholiq, salah satu petani di Desa Petahunan Kecamatan Sumbersuko, Lumajang, Padinya yang baru saja berumur 55 hari diserang hama tikus. Sehingga kondisinya rusak dan produksinya turun sekitar 30 persen.

Lebih lanjut, agar serangan hama tikus tidak terus meluas, Dirjen Perlindungan Pangan Kementan RI turun tangan dengan melakukan pengasapan menggunakan belerang dan racun tikus. Selain itu, pembuatan rumah untuk burung hantu sehingga burung hantu bisa memangsa tikus agar populasi tikus bisa dikendalikan.

"Hari ini kita melakukan penanggulangan hama tikus dengan teknik pengomposan, pengumpanan serta burung hantu " ujar Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementan RI Rachmat. 

Diharapkan, dengan adanya bantuan tersebut, hama tikus yang meresahkan dan merusak sejumlah lahan pertanian warga di Lumajang dapat teratasi dan hasil produksi panen pun bisa kembali melimpah untuk memenuhi swasembada pangan hingga perekonomian lokal. lj-01/dsy

Berita Terbaru

Per 2027 Mendatang, Pemkab Sidoarjo Targetkan Seluruh Parkir Gunakan QRIS

Per 2027 Mendatang, Pemkab Sidoarjo Targetkan Seluruh Parkir Gunakan QRIS

Minggu, 18 Okt 2026 14:55 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai upaya dalam meningkatkan transparansi pengelolaan retribusi, memperkuat pengawasan petugas, dan mengoptimalkan pendapatan…

Selesaikan Persoalan di Kota, Pemkot Surabaya Kembali Gelar Inovboyo 2.0

Selesaikan Persoalan di Kota, Pemkot Surabaya Kembali Gelar Inovboyo 2.0

Minggu, 18 Okt 2026 14:50 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai salah satu program yang sedang digencarkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Kota Surabaya, Pemerintah Kota…

Kendalikan Harga Bapokting, Pemkot Gelar Sidak di Lima Stand Pasar di Surabaya

Kendalikan Harga Bapokting, Pemkot Gelar Sidak di Lima Stand Pasar di Surabaya

Minggu, 18 Okt 2026 14:45 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna menindaklanjuti adanya temuan komoditas minyak goreng bersubsidi dan daging yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET),…

Maraknya Kasus Bullying, Pemkot Dampingi Keluarga Bocah Difabel yang Meninggal di Surabaya

Maraknya Kasus Bullying, Pemkot Dampingi Keluarga Bocah Difabel yang Meninggal di Surabaya

Minggu, 18 Okt 2026 14:38 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti kasus bullying yang menimpa bocah penyandang disabilitas bernama Zulkarnain Abdil Aziz (10), saat ini Pemerintah…

Terbakar Hebat! 13 Ribu Ayam di Madiun Gosong, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Terbakar Hebat! 13 Ribu Ayam di Madiun Gosong, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Minggu, 18 Okt 2026 14:16 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebanyak 13 ribu ekor anak ayam milik H. Mursaid di Dusun Banyak, Desa Cabean, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun gosong akibat…

Jadi Wisata Dadakan, Bengawan Solo di Ngawi Jadi Hamparan Bunga Enceng Gondok

Jadi Wisata Dadakan, Bengawan Solo di Ngawi Jadi Hamparan Bunga Enceng Gondok

Minggu, 18 Okt 2026 14:08 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Momen kemarau panjang di Kabupaten Magetan justru menjadikan fenomena unik. Salah satunya debit air menyusut di aliran Sungai…