SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Menindaklanjuti keluhan petani di Lumajang terkait hama tikus membuat Direktur Jenderal Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI sampai turun tangan.
Pasalnya, sebanyak 14 ribu hektare lahan pertanian di Lumajang seperti padi, jagung, tembakau serta tebu rata rusak diserang hama tikus. Tentu saja hal itu membuat sejumlah petani resah.
"Luas lahan yang diserang hama tikus sekitar 14 ribu hektare. Komoditas pertanian yang diserang tikus berupa padi, jagung, tembakau serta tebu," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang Retno, Kamis (01/05/2025).
Menurut salah satu petani Nur Kholiq, salah satu petani di Desa Petahunan Kecamatan Sumbersuko, Lumajang, Padinya yang baru saja berumur 55 hari diserang hama tikus. Sehingga kondisinya rusak dan produksinya turun sekitar 30 persen.
Lebih lanjut, agar serangan hama tikus tidak terus meluas, Dirjen Perlindungan Pangan Kementan RI turun tangan dengan melakukan pengasapan menggunakan belerang dan racun tikus. Selain itu, pembuatan rumah untuk burung hantu sehingga burung hantu bisa memangsa tikus agar populasi tikus bisa dikendalikan.
"Hari ini kita melakukan penanggulangan hama tikus dengan teknik pengomposan, pengumpanan serta burung hantu " ujar Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementan RI Rachmat.
Diharapkan, dengan adanya bantuan tersebut, hama tikus yang meresahkan dan merusak sejumlah lahan pertanian warga di Lumajang dapat teratasi dan hasil produksi panen pun bisa kembali melimpah untuk memenuhi swasembada pangan hingga perekonomian lokal. lj-01/dsy
Editor : Desy Ayu