SURABAYAPAGI.com, Batu - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu bakal segera menggelar tahap sosialisasi pada program sekolah rakyat di tingkat SMP. Pasalnya, hingga saat ini program tersebut masih sepi peminat dan hanya ada 19 murid yang masuk dari kuota 75 peserta didik.
"Tahapan sosialisasi kepada sasaran yang masuk dalam daftar sudah kita lakukan pada dua gelombang dan kami dapat 19 peserta," kata Kepala Dinsos Kota Batu, Lilik Fariha, Senin (05/05/2025).
Hal itu dikarenakan adanya kendala, seperti pertama karena sekolah rakyat ini baru dan baru angkatan pertama, orang tua masih belum punya bayangan seperti apa sekolah rakyat ini.
Kendala kedua itu, dari 200 sasaran yang kami datangi itu kebanyakan anak-anaknya tidak ada yang duduk di kelas 6 SD. Sedangkan sekolah rakyat disini tersedia untuk SMP
Selain itu, tidak banyak penduduk miskin di Kota Batu juga menjadi salah satu alasan banyak yang tidak berkeinginan untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah rakyat.
"Kita terus berproses untuk melakukan sosialisasi dan penjaringan. Kita juga sudah sosialisasikan ke panti asuhan yang ada dan akan kita verifikasi yang memenuhi kritetia," imbuhnya.
Sebagai informasi, program sekolah rakyat ini menyasar peserta didik dari golongan tidak mampu yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSE) pada kategori desil 1.
Sedangkan untuk lokasi sekolah rakyat Kota Batu berada di Panti Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak (PPSPA) Bhima Sakti. Lokasi sekolah rakyat ini juga telah ditinjau langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dan akan mulai dijalankan pada bulan Juli 2025 mendatang atau bertepatan dengan tahun ajaran baru. bt-01/dsy
Editor : Desy Ayu