SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Merek otomotif ternama asal China, BYD kembali membangun pabriknya di Kamboja, usai sukses membangun pabrikan di Indonesia dan Thailand. Tentu saja, raihan positif tersebut menjadi langkah serius dalam membangun jaringan bisnis di luar negeri.
Nantinya, Pabrik yang berlokasi di Kamboja tersebut dibangun di area yang cukup luas, dimana areanya hingga 12 hektar. Nantinya, tahap pertama akan memproduksi kendaraan listrik bertenaga baterai murni atau BEV dan PHEV.
Sedangkan, untuk upacara peletakan batu pertama berlangsung di fasilitas produksi NEV pertama di Kamboja, yang diadakan pada akhir April lalu, menandai dimulainya pembangunan, Senin (05/05/2025).
Diharapkan pabrik baru BYD tersebut (di Kamboja) mulai beroperasi pada kuartal keempat tahun ini, dengan kapasitas tahunan yang direncanakan sebesar 10.000 unit. Dan diharapkan selesai pada bulan Oktober dan kendaraan BYD pertama yang dirakit di Kamboja akan meluncur dari jalur produksi pada awal November.
Sebagai informasi, pasar kendaraan listrik di Kamboja masih relatif kecil tetapi tumbuh pesat. Sebanyak 2.253 kendaraan listrik terdaftar di Kamboja pada tahun 2024, meningkat 620 persen dari 313 yang terdaftar pada tahun 2023.
Sebagai informasi, jenama asal China tersebut saat ini sudah memiliki berbagai model andalan, salah satunya yang dijual di Indonesia, seperti Dolphin, Atto 3, Seal, M6. Merek ini juga sudah menghadirkan sub-brand Denza dengan model pertama MPV listrik D9. jk-03/dsy
Editor : Desy Ayu