Biro Umum Klarifikasi Anggaran Souvenir, Yanuar : Sudah dipotong Tinggal Rp1,5 Miliar

author Riko Abdiono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur Yanuar Rachmadi langsung memberikan klarifikasi terkait anggaran souvenir di APBD Jatim tahun 2025. Terlebih anggaran tersebut sudah dilakukan efisiensi maksimal hingga tersisa Rp 1,5 Miliar saja untuk kebutuhan satu tahun.

Yanuar Rachmadi menegaskan, pemerintah provinsi patuh terhadap aturan dan perintah presiden. Sehingga pada awal 2025 lalu, pihaknya telah melakukan efisien semaksimal mungkin seluruh anggaran di Biro Umum. Awalnya anggaran senilai Rp 7,2 Miliar yang sempat disorot DPRD Jatim  sebenarnya merupakan hasil efisiensi sesuai Instruksi Presiden No 1/2025. Dari total usulan Rp 14 Miliar, atau telah dilakukan efisiensi sebesar 50%. Namun tak lama kemudian, Jajaran Biro Umum kembali melakukan traking efisiensi lagi hingga tersisa Rp 1,5 Miliar saja. “Setelah kita rapat dan menghitung ulang, Anggaran souvenir sekarang tersisa Rp 1,5 Miliar saja,,” jelas Yanuar kepada Media, (5/5/2025).

Menurutnya, tidak hanya anggaran souvenir saja yang terkena efisiensi. Anggaran Makan minuman dan sebagainya juga ikut dikurangi. Namun ia mengakui jika dibandingkan dengan anggaran tahun 2024, jumlah untuk souvenir dan makan minuman tersebut tidak terpaut jauh. Mengingat selama tahun 2024, Pimpinannya hanya satu yakni Pj Gubernur. Sedangkan pada tahun 2025, menggunakan acuan anggaran untuk melayani Gubernur dan Wakil Gubernur. “Pembandingnya tentu bukan APBD 2024, tapi Anggaran Biro Umum tahun 2023 saat pimpinan kami ada Gubernur dan Wakil Gubernur dengan kegiatan yang cukup padat,” jelas Yanuar.

Dijelaskan Yanuar, Anggaran souvenir tersebut tetap dialokasikan karena untuk memberikan bingkisan terhadap tamu dan undangan di setiap kegiatan Gubernur-Wakil Gubernur selama satu tahun. Khususnya kegiatan yang dilakukan di Gedung Grahadi dan Kantor Gubernur. Imbas dari efisiensi ini, pihaknya menurunkan jumlah dan kualitas souvenir. “Ya pasti ada imbasnya, souvenirnya kalau dulu 5 item sekarang 3 item saja menyesuaikan anggaran,” jelasnya.

Terkait saran dari DPRD Jawa Timur, Yanuar mengaku siap mengikutinya. Karena sudah tugas DPRD Jatim untuk melakukan control penggunaan anggaran. Jika memang harus dilakukan efisiensi lagi pihaknya sangat siap menjalankannya. “Kami langsung rapat dan mendata lagi mana saja anggaran yang bisa di efisiensi lagi,” ujar mantan Plt Kepala BPBD Jatim ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi A DPRD Jatim menyoroti anggaran Souvenir di Biro Umum Pemprov Jatim senilai Rp 7,2 Miliar di tahun 2025 ini. Anggaran tersebut tercantum dalam RUP dengan kode 57699075 terbaru hingga tanggal 21 April 2025 yang diajukan oleh Biro Umum Pemprov Jawa Timur. Melalui Aplikasi SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Anggaran) tahun 2025 terbaru. Dengan volume pekerjaan 30 paket selama satu tahun. Dalam satu paketnya, terdapat uraian barang souvenir antara lain Box Souvenir VIP; Souvenir Kain Batik; Souvenir Sarung VIP; Plakat; Kain Batik VIP; Box Souvenir;

Bingkisan Alat Tulis; Souvenir Mukena VIP; Makanan Khas Daerah; Plakat; Tas Souvenir; Souvenir Sajadah VIP; Tas Batik;. Detail paket total Pagu Rp 7.262.192.000 itu juga ditulis spesifikasi pekerjaan Souvenir berupa bahan Fancypaper, Uk. 45 X 35 X 15 Cm; Batik Tulis, Uk. 2 Meter; Desain motif khusus corak dibalut tenunan; Material Kayu Dan Kuningan, Custome Logo; Bahan Primisima, Uk. 2,5 X 1,15 Meter; Dilapisi Kertas Import; Pensil, Bolpoin, Buku Tulis, Penggaris, Penghapus Dan Tempat Pensil; Bahan Sutera; Paket Oleh-Oleh; Bahan Kayu Ukir dan Kuningan Motif Kesenian Jawa Timur; Tas Souvenir dan isi; Sajadah Turki; Uk. 29 cm x 15 cm x 7 cm, Logo Pemprov Jatim. 

Berita Terbaru

PKB Magetan di Pusaran Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokir 

PKB Magetan di Pusaran Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokir 

Selasa, 05 Mei 2026 19:53 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 19:53 WIB

SURABAYA PAGI, Magetan- ‎Respon publik cukup beragam pasca penetapan Ketua DPRD Magetan periode 2024-2029 Suratno, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi …

Peringati Hari Bumi, PLN UIT JBM Tanam Pohon dan Perkuat Program GI Andal di Jatigedong

Peringati Hari Bumi, PLN UIT JBM Tanam Pohon dan Perkuat Program GI Andal di Jatigedong

Selasa, 05 Mei 2026 19:52 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 19:52 WIB

SurabayaPagi, Jombang – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) menggelar aksi penanaman pohon di l…

Luncurkan SUV Listrik MGS5 EV, MG Bidik Pasar Kendaraan Keluarga dan Percepatan Elektrifikasi

Luncurkan SUV Listrik MGS5 EV, MG Bidik Pasar Kendaraan Keluarga dan Percepatan Elektrifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 19:48 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 19:48 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Produsen otomotif MG Motor Indonesia memperkenalkan kendaraan listrik terbarunya, MGS5 EV, di Surabaya, Jawa Timur. Peluncuran ini m…

Bupati Gresik Tekankan Integritas Pengadaan BLUD, Kepala Puskesmas Diminta Tak Bertindak Sepihak

Bupati Gresik Tekankan Integritas Pengadaan BLUD, Kepala Puskesmas Diminta Tak Bertindak Sepihak

Selasa, 05 Mei 2026 19:31 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 19:31 WIB

SURABAYApAGI.com, Gresik – Fandi Akhmad Yani menegaskan pentingnya tata kelola pengadaan barang dan jasa yang profesional dan berintegritas dalam lingkungan B…

Sidang Korupsi Ponorogo Ungkap Miliaran Rupiah Mengalir Ke 6 Parpol Untuk Mahar Politik 

Sidang Korupsi Ponorogo Ungkap Miliaran Rupiah Mengalir Ke 6 Parpol Untuk Mahar Politik 

Selasa, 05 Mei 2026 19:08 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 19:08 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Tabir dugaan praktik mahar politik untuk mendapatkan dukungan partai dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Ponorogo…

Hearing di Komisi C DPRD Surabaya,  Proyek Pembangunan PT Wulandaya Capai Kesepakatan dengan Warga

Hearing di Komisi C DPRD Surabaya,  Proyek Pembangunan PT Wulandaya Capai Kesepakatan dengan Warga

Selasa, 05 Mei 2026 17:45 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 17:45 WIB

Surabaya Pagi - Polemik yang ada di Jalan Basuki Rahmat Nomor 165-167 tersebut menimbulkan adanya pro kontra di tengah-tengah warga. Akhirnya menemukan titik…