SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa pembangunan daerah perlu didorong melalui semangat kolaborasi antar wilayah, meski tetap mengakui adanya unsur kompetisi yang tak terelakkan. Hal ini disampaikan Emil saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Kamis (8/5/2025).
“Kita memang membangun negeri ini melalui kolaborasi, namun tidak bisa dipungkiri bahwa dalam prosesnya, kompetisi antar daerah juga tetap ada,” kata Emil.
Ia menjelaskan, kompetisi yang dimaksud bukanlah dalam arti negatif, melainkan terkait perbedaan fokus pembangunan ekonomi yang dimiliki oleh masing-masing daerah. Emil mencontohkan Kota Surabaya yang lebih menonjol di sektor perdagangan dan jasa, berbeda dari daerah lain yang mungkin mengandalkan sektor industri atau pertanian.
“Kontribusi sektor industri di Surabaya berada di bawah sektor perdagangan. Pertanian hanya menyumbang sekitar 0,1%, industri sekitar 14%, sementara perdagangan bisa mencapai 27%. Jika digabung dengan sektor seperti akomodasi, kuliner, restoran, dan hotel, nilainya hampir menyentuh 50%,” paparnya.
Menurut Emil, justru melalui perbedaan-perbedaan inilah sinergi bisa terbentuk. Jika potensi antar daerah dapat dikolaborasikan secara maksimal, maka pembangunan akan berjalan lebih efektif dan merata.
“Kita perlu menemukan titik temu. Kompetisi itu ada, tetapi di atas itu semua, kolaborasi harus diutamakan. Kita bisa bersaing, tapi pada akhirnya yang terpenting adalah bisa bersanding,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para wali kota dalam forum Munas APEKSI, dan berharap forum ini mampu membawa dampak positif bagi seluruh daerah di Indonesia.
“Kalau para wali kota sudah solid, saya yakin masa depan Indonesia akan jauh lebih gemilang,” tutup Emil. Ad
Editor : Moch Ilham