Eks Teroris Nasir bin Abas Tersentuh Hati: “Agama Tak Pernah Ajarkan Kekerasan”

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Nasir Abas mantan jama'ah islamiyah (JI) (kiri batik) dan Tony Soemarno Penyintas bom JW Marriott (kanan kaos hitam). SP/Achmad Adi
Nasir Abas mantan jama'ah islamiyah (JI) (kiri batik) dan Tony Soemarno Penyintas bom JW Marriott (kanan kaos hitam). SP/Achmad Adi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Peringatan tujuh tahun tragedi bom bunuh diri di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela (SMTB) Ngagel madya, Surabaya, digelar penuh khidmat pada Selasa (13/5/2025) malam. 

Acara ini menjadi momen penting untuk mengenang kejadian memilukan yang terjadi pada 13 Mei 2018 silam.

Berbagai elemen masyarakat lintas agama hadir untuk menunjukkan solidaritas dan semangat persatuan. Tak hanya keluarga korban, tokoh-tokoh yang pernah terlibat dalam kelompok radikal juga ikut hadir sebagai bentuk penyesalan dan komitmen menuju perdamaian.

Salah satu yang menarik perhatian adalah kehadiran Mohamad Nasir bin Abas, eks petinggi Jemaah Islamiah (JI) wilayah Mantiqi III. Ia pernah aktif dalam jaringan terorisme di Asia Tenggara, namun kini memilih jalan damai dan menyerukan nilai-nilai toleransi.

Dalam testimoninya, Nasir mengungkapkan bahwa keputusannya untuk meninggalkan paham radikal dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa kekerasan tidak sejalan dengan ajaran agama maupun suara hati manusia.

“Saya berhenti karena saya sadar, ini bertentangan dengan ajaran agama dan hati nurani. Kita seharusnya bisa menghormati perbedaan satu sama lain,” katanya, seperti dikutip dari Surabaya Pagi.

Nasir menegaskan bahwa masih banyak orang yang terjerumus dalam pemikiran ekstrem karena kesalahan dalam memahami ajaran agama. Menurutnya, tindakan teror bukanlah perintah agama, melainkan akibat dari penafsiran yang menyimpang.

“Mereka yang masih berpikir radikal itu sebenarnya salah paham. Agama tidak pernah mengajarkan kekerasan. Masalahnya, mereka memahami agama tanpa menggunakan hati nurani,” jelasnya kepada Surabaya Pagi.

Ia juga menyoroti bagaimana ketiadaan empati bisa menjadikan agama sebagai pembenaran untuk melakukan kekerasan terhadap sesama manusia. Hal ini yang menurutnya harus diluruskan melalui pendidikan dan dialog.

Pesan yang disampaikan Nasir menjadi refleksi mendalam bagi seluruh peserta acara, khususnya dalam membangun kesadaran bersama akan pentingnya nilai kemanusiaan di atas perbedaan keyakinan.

Kehadirannya dalam kegiatan ini memberikan harapan bahwa perubahan itu mungkin. Bahkan seseorang yang pernah terlibat dalam aksi kekerasan pun bisa menjadi agen perdamaian jika diberi kesempatan untuk berubah. Ad

Berita Terbaru

Dinilai Lakukan Kebohongan Publik, Pedagang Pasar Bakal Laporkan Kuasa Hukum Pemkot Madiun

Dinilai Lakukan Kebohongan Publik, Pedagang Pasar Bakal Laporkan Kuasa Hukum Pemkot Madiun

Jumat, 24 Jul 2026 21:32 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Paguyuban Pedagang Pasar Seluruh Kota Madiun (P3SKM) menilai keterangan kuasa hukum Pemerintah Kota Madiun, Ika Puspitaria, dalam p…

Sidang Maidi, Rofieq Minta Rochim Hapus Video Yang Berjudul "Menguak Siapa Raja Proyek di Kota Madiun"

Sidang Maidi, Rofieq Minta Rochim Hapus Video Yang Berjudul "Menguak Siapa Raja Proyek di Kota Madiun"

Jumat, 24 Jul 2026 21:30 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menampilkan bukti percakapan WhatsApp antara antara terdakwa Rochim R…

Tuan Rumah Adu Wani Wali Kota Cup 2026, IBCA BFC MMA Kota Madiun Turunkan 35 Atlet Bidik Juara Umum

Tuan Rumah Adu Wani Wali Kota Cup 2026, IBCA BFC MMA Kota Madiun Turunkan 35 Atlet Bidik Juara Umum

Jumat, 24 Jul 2026 21:25 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – IBCA BFC MMA Kota Madiun menurunkan 35 atlet untuk memburu gelar juara umum pada ajang Adu Wani Wali Kota Cup 2026. Kejuaraan MMA p…

Rampungkan Pemeriksaan Saksi, Kejaksaan Mulai Hitung Kerugian Kasus Tunjangan DPRD Ponorogo 

Rampungkan Pemeriksaan Saksi, Kejaksaan Mulai Hitung Kerugian Kasus Tunjangan DPRD Ponorogo 

Jumat, 24 Jul 2026 21:22 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:22 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo tancap gas untuk merampungkan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi penentuan dan…

Hakim Minta Sujarno Jadi Tersangka di Sidang Korupsi Tanah Kas Desa Jenangan Ponorogo

Hakim Minta Sujarno Jadi Tersangka di Sidang Korupsi Tanah Kas Desa Jenangan Ponorogo

Jumat, 24 Jul 2026 21:10 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:10 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya mendesak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ponorogo untuk…

Dukung Transisi Energi Nasional, PLN UIT JBM Hadirkan Program TJSL Produksi RDF Biomassa

Dukung Transisi Energi Nasional, PLN UIT JBM Hadirkan Program TJSL Produksi RDF Biomassa

Jumat, 24 Jul 2026 18:28 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 18:28 WIB

SurabayaPagi, Banyuwangi – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung p…