SURABAYAPAGI.com, Sampang - Dalam rangka meningkatkan perekonomian warga dan melestarikan lingkungan pesisir pantai dari ancaman abrasi pantai, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, sedang gencar-gencarnya mengembangkan objek wisata hutan mangrove.
Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang Endah Nursiskawati, mengungkap jika pengembangan objek wisata mulai difasilitasi oleh Pemkab Sampang sejak 2022 dan dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.
"Salah satu objek wisata mangrove yang sedang kami kembangkan adalah hutan mangrove di Desa Marparan, Kecamatan Sreseh," ujarnya, Jumat (16/05/2025).
Lebih lanjut, untuk progres pengembangan objek wisata ini didasarkan pada dua hal, yakni pengembangan ekonomi masyarakat sekitar dan melestarikan pesisir pantai dari ancaman abrasi pantai.
"Dua hal ini yang menjadi dasar bagi Pemkab Sampang untuk mengembangkan objek wisata tersebut disamping jenis objek wisata ini memang sedang menjadi tren akhir-akhir ini," katanya.
Pemkab Sampang juga telah melakukan pendampingan dengan mengusulkan bantuan dana hibah kepada Pemprov Jatim dan mengalokasikan sebagian dari dana tanggung jawab sosial perusahaan.
"Ternyata usulan yang kami sampaikan direspon dengan baik, dan Pemprov Jatim memberikan dana hibah sebesar Rp 360 juta," katanya.
Menurut Endah, hibah Rp360 juta itu dalam bentuk barang berupa fasilitas wisata. Di antaranya tracking mangrove, toilet, gazebo, ornamen, dan sejumlah kelengkapan lainnya. Berkat bantuan itu, kini objek wisata mangrove tersebut ramai didatangi pengunjung hingga mencapai 3 ribu orang setiap bulan. sm-01/dsy
Editor : Desy Ayu