SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Imbas penerapan kebijakan tarif impor dari Presiden AS Donald Trump mengakibatkan rencana perluasan pabrik yang telah ditetapkan oleh Honda bermasalah.
Karena regulasi tersebut, Honda menunda rencana ekspansi pabrik EV di Kanada yang menghabiskan investasi sebesar 10,7 miliar dolar AS (setara Rp175,4 triliun). Meskipun keputusannya masih belum jelas, dilaporkan penundaan tersebut akan berlangsung selama dua tahun ke depan sekaligus menghentikan 1.000 lapangan pekerjaan baru di Kanada.
Investasi tersebut mencakup perbaikan pabrik manufaktur yang ada, serta beberapa pabrik manufaktur baterai dan sel untuk mendukung masa depan kendaraan listrik Honda, Senin (19/05/2025).
Tentu saja, keputusan tersebut tidak akan merugikan pekerjaan apa pun yang ada di pabrik manufaktur Honda di Kanada. Pabrikan otomotif asal Jepang tersebut akan mengevaluasi waktu dan perkembangan proyek seiring dengan perubahan kondisi pasar.
Laporan terbaru lainnya menunjukkan bahwa politisi Ontario berusaha memastikan bahwa ini hanyalah penundaan dan bukan pembatalan penuh investasi Honda di Kanada.
Honda mengatakan bahwa jika tarif ini terus berlanjut, perusahaan kemungkinan harus mengatur ulang operasinya untuk memindahkan lebih banyak produksi dari Kanada guna memastikan mereknya tetap bertahan.
Tidak hanya itu, pabrikan juga berencana untuk memindahkan kembali produksi model CR-V ke AS guna mengurangi dampak tarif tersebut setelah sebelumnya diproduksi di Ontario, Kanada. jk-02/dsy
Editor : Desy Ayu