SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan pembicaraan terbaru via telepon pada Senin (9/3) waktu setempat. Dalam percakapan telepon itu, Putin mendesak penyelesaian cepat untuk perang Iran.
Penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov, seperti dilansir Reuters dan kantor berita TASS, Selasa (10/3/2026), mengungkapkan bahwa percakapan telepon yang berlangsung selama satu jam itu dilakukan atas inisiatif AS.
Siangnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) DPR Puan Maharani menyoroti perang Amerika Serikat (AS)dan Israel lawan Iran terhadap stabilitas ekonomi global, termasuk perekonomian Indonesia. Menurutnya, perang ini akan berdampak terhadap pembangunan nasional.
Hal ini diungkapkan oleh Puan pada pidatonya di Rapat Paripurna pembukaan masa persidangan IV 2025-2026, Selasa (10/3/2026).
"Dampak dari konflik geopolitik yang sedang terjadi di Timur Tengah, akan mempengaruhi stabilitas ekonomi global termasuk perekonomian Indonesia. Hal ini akan mempengaruhi harga minyak, harga transportasi, harga barang, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, rantai perdagangan, pertumbuhan ekonomi, serta ketahanan fiskal dalam menjalankan pembangunan," beber Puan.
Padahal kata Puan, saat ini rakyat Indonesia terus mengharapkan pemerintah hadir untuk membawa perubahan dalam hidupnya. Hal ini bisa melalui banyaknya lapangan kerja yang dibuka, akses pelayanan pendidikan semakin luas dan gampang dijangkau hingga akses kesehatan yang tak berbelit dalam prosesnya.
"Dalam situasi perekonomian tersebut, dan pada saat yang sama, rakyat masih terus menaruh harapan besar agar negara hadir dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan penghasilan rakyat, meningkatkan akses rakyat untuk mendapatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan; serta memperkuat ekonomi kerakyatan," terang Puan.
Oleh karena itu, Puan memastikan DPR akan menjaga kemampuan fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 tetap mampu menjaga tingkat kesejahteraan masyarakat. Harapannya, tidak ada masyarakat yang turun kelas.
Fokus Bahas konflik Iran dan Ukraina
Ushakov menyebut percakapan telepon kedua pemimpin itu berfokus membahas konflik Iran dan Ukraina, serta situasi Venezuela.
Ini merupakan percakapan telepon pertama antara Putin dan Trump selama lebih dari dua bulan terakhir, dan merupakan yang pertama diumumkan secara publik sejak AS bersama Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Ushakov, saat memberikan penjelasan kepada wartawan mengenai percakapan telepon itu, mengatakan bahwa Putin mendesak "penyelesaian politik dan diplomatik yang cepat" untuk perang AS-Israel melawan Iran, yang telah menjadi sekutu utama Rusia.
"Tentu saja, penekanannya diletakkan pada situasi seputar konflik dengan Iran," kata Ushakov kepada wartawan.
"Presiden Rusia menguraikan sejumlah gagasan yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik secepat mungkin melalui cara-cara politik dan diplomatik, termasuk terkait kontak terbarunya dengan para pemimpin negara Teluk, Presiden Iran (Masoud) Pezeshkian, dan sejumlah pemimpin lainnya," ungkapnya.
Merespons Putin, sebut Ushakov, Trump "menyampaikan penilaiannya tentang situasi dalam konteks operasi AS-Israel yang sedang berlangsung".
"Terjadi pertukaran pendapat yang rinci dalam hal itu, yang saya yakini, akan bermanfaat bagi kedua belah pihak," ucap Ushakov menambahkan.
Lebih lanjut, Ushakov menyebut percakapan telepon Putin dan Trump secara keseluruhan berlangsung "profesional, terbuka, dan konstruktif". Dia menggambarkan seluruh diskusi "sangat substansial" dan menyebut hal itu "kemungkinan akan memiliki signifikansi praktis untuk kerja sama lebih lanjut antara kedua negara"..
Presiden Iran Kecam
Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan kembali komitmen Iran untuk mempertahankan kedaulatannya sambil mengupayakan perdamaian abadi, di tengah serangan Amerika Serikat-Israel terhadap negara tersebut.
Hal itu disampaikannya dalam percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam percakapan itu, Pezeshkian mengutuk tindakan agresif Amerika Serikat dan Israel.
Pezeshkian mengecam "pembunuhan yang melanggar hukum" terhadap Ayatollah Khamenei, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional. Dia juga mengecam "kekuatan buta dan sembono" karena mencoba memaksakan kehendak mereka pada bangsa-bangsa.
"Para penindas, menggunakan kekuatan buta dan sembrono, mencoba memaksakan kehendak mereka pada bangsa-bangsa, tetapi dukungan besar dan heroik rakyat Iran terhadap sistem dan negara mereka menunjukkan bahwa serangan-serangan ini hanya memperkuat tekad bangsa untuk membela tanah airnya," tegas Presiden Iran itu, dilansir media Iran, Press TV, Sabtu (7/3/2026).
Ia pun menyampaikan kepada Putin bahwa pernyataan Israel yang menyangkal niat untuk menyerang Iran adalah salah. Pezeshkian menekankan bahwa "hari ini jelas bagi semua orang bahwa tipu daya dan kebencian adalah sifat mereka, dan di tengah pembicaraan negosiasi, mereka telah menyerang kami lagi."
Presiden Iran itu juga mendesak Putin untuk menggunakan pengaruh internasional Rusia untuk mendukung hak-hak sah Iran terhadap agresi ini.n afp/rtr/jk/rmc
Editor : Moch Ilham