Visa Haji Furoda Dibatasi, AMPHURI Jatim Desak Travel Bertanggung Jawab

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Jamaah haji lakukan ibadah foto istimewa. SP/ Achmad Adi 
Ilustrasi. Jamaah haji lakukan ibadah foto istimewa. SP/ Achmad Adi 

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang membatasi penerbitan visa Haji Furoda pada musim haji 2025 memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha jasa perjalanan haji dan umrah di Indonesia. Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Jawa Timur, Mohammad Sufyan Arief, menyebut kebijakan ini berdampak serius terhadap biro travel yang telah menerima setoran dari jemaah.

Haji Furoda, yang juga dikenal sebagai visa Mujamalah, merupakan jalur keberangkatan haji di luar kuota resmi Pemerintah Indonesia. Jalur ini selama ini digunakan berdasarkan undangan langsung dari otoritas Arab Saudi. Namun, pada musim haji tahun ini, Arab Saudi membatasi pemberian visa Furoda, termasuk kepada jemaah asal Indonesia.

“Kami mendapatkan informasi dari mitra di Saudi, bahwa tahun ini visa Mujamalah tidak diterbitkan secara luas untuk negara-negara yang sudah mendapatkan kuota haji resmi, termasuk Indonesia,” ungkap Sufyan saat diwawancarai RRI pada Selasa (3/6/2025).

Ia mengungkapkan bahwa AMPHURI telah memberikan peringatan dini kepada para anggotanya sejak 26 Mei lalu. Dalam surat pemberitahuan tersebut, AMPHURI mengingatkan agar biro perjalanan bertanggung jawab penuh atas komitmen kepada calon jemaah.

“Travel harus tetap menepati janji kepada jemaah. Kami sudah kirimkan surat resmi agar para penyelenggara tidak lepas tangan dan segera mencari solusi,” tegasnya.

AMPHURI saat ini juga tengah intens menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi dan otoritas haji setempat. Harapannya, masih ada peluang bagi jemaah yang sudah terdaftar untuk tetap bisa berangkat melalui jalur Furoda.

“Kami mendorong pemerintah agar bisa melakukan pendekatan diplomatik dan menjadi jembatan agar ada kelonggaran dalam pemberian visa,” imbuhnya.

Sebagai bentuk antisipasi, AMPHURI menyarankan agar biro perjalanan yang terdampak mulai menawarkan opsi pengalihan ke jalur haji khusus. Menurut Sufyan, ini adalah langkah terbaik yang dapat diambil untuk meminimalisir risiko kerugian.

“Jalur haji khusus lebih terjamin legalitasnya dan bisa menjadi solusi jangka pendek agar jemaah tetap bisa berangkat tahun ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sufyan juga menyoroti pentingnya regulasi yang mengatur penyelenggaraan Haji Furoda agar ke depan tidak terjadi kebingungan dan ketidakpastian seperti tahun ini.

“Perlu ada regulasi resmi dari pemerintah Indonesia terkait visa Mujamalah. Ini penting untuk melindungi jemaah dan juga menjaga nama baik penyelenggara,” pungkasnya. ad

Berita Terbaru

300 Warga Ponorogo Datangi Pengadilan Tipikor Surabaya, Beri Dukungan Penuh untuk Sugiri Sancoko

300 Warga Ponorogo Datangi Pengadilan Tipikor Surabaya, Beri Dukungan Penuh untuk Sugiri Sancoko

Selasa, 11 Agu 2026 16:49 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 16:49 WIB

SURABAYA- Ratusan warga dari berbagai penjuru Kabupaten Ponorogo mendatangi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya guna memberikan dukungan moral…

Ketika Hubungan Pribadi Bersinggungan dengan Kekuasaan

Ketika Hubungan Pribadi Bersinggungan dengan Kekuasaan

Selasa, 11 Agu 2026 16:31 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 16:31 WIB

‎ADA satu fakta dalam persidangan kesembilan perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi. Sekilas mungkin terlihat sederhana, tetapi m…

Pemkab Mulai Bidik Mangrove Pesisir Sidoarjo Jadi Aset Ekonomi Karbon

Pemkab Mulai Bidik Mangrove Pesisir Sidoarjo Jadi Aset Ekonomi Karbon

Selasa, 11 Agu 2026 15:24 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Untuk menjaga kawasan pantai, sekaligus mendorong kawasan tersebut sebagai aset ekonomi baru bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten…

Perajin Tempe Kampung Sanan Kota Malang Menjerit, Biaya Produksi Naik hingga Rp12.500

Perajin Tempe Kampung Sanan Kota Malang Menjerit, Biaya Produksi Naik hingga Rp12.500

Selasa, 11 Agu 2026 15:13 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:13 WIB

SURABAYAPAGI.comn, Malang - Selain bahan pangan dan sejumlah kebutuhan lain yang juga naik, turut mempengaruhi kenaikan harga kedelai membuat perajin tempe di…

Bikin Bocah Gatal-gatal, DLH Kota Malang Batasi Operasional Air Mancur Alun-alun Merdeka

Bikin Bocah Gatal-gatal, DLH Kota Malang Batasi Operasional Air Mancur Alun-alun Merdeka

Selasa, 11 Agu 2026 15:04 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti peristiwa gatal-gatal pada anak-anak, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui DLH setempat telah membatasi…

Pemkab Bojonegoro Salurkan Pupuk NPK, Beban Pengeluaran Petani Tembakau Berkurang

Pemkab Bojonegoro Salurkan Pupuk NPK, Beban Pengeluaran Petani Tembakau Berkurang

Selasa, 11 Agu 2026 14:59 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 14:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Sebagai upaya dalam menjaga produktivitas tanaman sekaligus mengurangi beban pengeluaran para petani tembakau selama musim…