UMKM Ngos-ngosan, Piye Pak Presiden

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menyebut penjualan di sektor makanan dan fesyen ngos-ngosan alias menurun dibandingkan dengan sektor lainnya. Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Edy Misero, penurunan ini tak lepas dari daya beli yang melemah hingga kebijakan efesiensi yang diterapkan pemerintah.

Edy mengatakan setidaknya terjadi penurunan omzet UMKM telah berlangsung sejak era Presiden ke-7 Joko Widodo. Belum sempat pulih, kondisi tersebut semakin tertekan saat kebijakan efisiensi anggaran Presiden Prabowo Subianto diterapkan. Edy menerangkan terjadi penurunan omzet sekitar 20 hingga 25%.

"Terus kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Pak Prabowo ini tentang efisiensi yang menggetarkan banyak orang, hotel-hotel menjadi agak sepi. Biasanya mereka meeting, borong kami, sekarang tidak terjadi hal-hal seperti itu. Jadi memang terjadi penurunan. Let's say sekitar (turun) 20-25%," kata Edy kepada detikcom, Senin (2/6/2025).

Edy menilai para UMKM juga telah mengikuti perkembangan zaman untuk memasarkan produknya di berbagai platform e-commerce. Kendati demikian, Edy menilai hal itu tidak berpengaruh untuk mengerek omzet penjualan lantaran permintaan yang menurun.

Edy mengakui hampir semua lini bisnis UMKM mengalami penurunan. Kendati begitu, sektor-sektor makanan dan fesyen yang paling berdampak.

"Hampir semua. Fesyen pasti turun, kuliner juga menurun. Jadi semua aspek bisnis mengalami penurunan," imbuh dia.

Menurut Edy, ada beberapa cara yang dapat dilakukan pemerintah untuk menggeliatkan kembali UMKM. Pertama, pemerintah harus merealisasikan janjinya sebesar 40% anggaran APBN serta APBD mengalir ke UMKM.

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Edy menilai kebijakan tersebut belum dapat dirasakan pelaku UMKM.

"40�lanja pemerintah ini kan sesuai aturan Peraturan yang dikeluarkan, berlakukan dong. Kita nggak minta uang gratis kok. Kami minta bahwa misalnya, peraturan yang memang sudah dikeluarkan untuk UMKM, belanja negara 40% itu diberlakukan sebagaimana adanya," terang Edy.

 

***

 

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM saat ini mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07% atau senilai 8.573,89 triliun rupiah.

Catatan jurnalistik saya menyebut "UMKM menjerit" adalah masalah yang kompleks dan memerlukan solusi yang komprehensif dari berbagai pihak.

Menurut akal sehat saya, Pemerintah, sektor swasta, dan UMKM sendiri perlu bekerja sama untuk mengatasi tantangan dan menciptakan lingkungan usaha yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM di Indonesia.

Saat ini terdapat sektor-sektor seperti dagang/rumah makan, industri pengolahan, pertanian/perkebunan/perikanan, pertambangan, angkutan, bangunan/konstruksi, persewaan, dan jasa. Pada tahun 2022, industri dagang/rumah makan mendominasi dengan 67�ri total jumlah UMKM.

Sementara jumlah UMKM di Indonesia yang bergerak di sektor kuliner sangat besar dan terus meningkat.

Sebagian merupakan kontribusi makanan dan minuman yang berjumlah sekitar 1,7 juta unit usaha dengan menyerap sekitar 3,6 juta tenaga kerja, sehingga menjadikannya sebagai industri padat karya.

Mengacu kepada data tersebut, dapat dilihat UMKM makanan dan minuman memainkan peran penting sebagai komponen pemberdayaan masyarakat di Indonesia.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah UMKM makanan dan minuman mencapai 1,7 juta unit usaha pada tahun 2020, dengan 1,51 juta unit usaha di sektor makanan saja. Pada tahun 2023, usaha penyediaan makanan dan minuman di Indonesia mencapai 4,85 juta usaha, menunjukkan peningkatan sebesar 21,13% dibandingkan tahun 2016.

Catatan BPS, UMKM kuliner hingga tahun 2025 memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia dan memiliki potensi untuk terus berkembang. Apalagi ada peningkatan praktik e-commerce, tren pasar dapat membantu UMKM kuliner untuk terus tumbuh dan bersaing.

Dikutip dari akun VOA Indonesia, Ekonomi, 16 Aug 2024, pengusaha UMKM Anita Poetri, mengaku UMKM harus mencari cara agar produk yang dijualnya tetap laku terjual,.

Saat ini, Ia sedikit menurunkan ukuran produk dan mengambil sedikit keuntungan agar penjualan tetap lancar. Tidak hanya di bidang makanan, produk pakaian yang dipasarkan melalui jalur daring juga merasakan dampak krisis ekonomi global.

Perempuan dari Sidoarjo mengatakan, pemerintah perlu melakukan intervensi dengan mengendalikan harga-harga bahan kebutuhan, sehingga kelas menengah ke bawah tidak terimbas.

Apalagi, sudah beberapa tahun ini produk-produk impor banyak masuk di Indonesia. Dan produk impor ini bukan hanya produk-produk bahan baku, atau bahan setengah jadi, juga banyak yang produk fesyen, produk makanan, produk kerajinan yang jadi, produk jadi, dan memang lebih murah, lebih kompetitif.

Ini bisa dilihat misalnya  di e-commerce. Produk impor ini dituding banyak mengganggu perkembangan UMKM.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira Bhima menyebut saat ini ada deflasi berkepanjangan yang menandakan sebagian besar masyarakat menahan belanja. Hal ini membuat ekonomi ke depan lebih menantang.

Piye Pak Prabowo, peran pemerintah melindungi UMKM melalui regulasi, pembiayaan, pelatihan, dan promosi. ([email protected])

Berita Terbaru

DLHKP Kota Kediri Bersih-bersih Cagar Budaya Jembatan Lama

DLHKP Kota Kediri Bersih-bersih Cagar Budaya Jembatan Lama

Rabu, 18 Feb 2026 21:22 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 21:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri menggelar aksi bersih-bersih di kawasan cagar budaya Jembatan…

Kurir 1 Kg Sabu Divonis 15 Tahun, 2 Tahun Lebih Ringan dari Tuntutan 

Kurir 1 Kg Sabu Divonis 15 Tahun, 2 Tahun Lebih Ringan dari Tuntutan 

Rabu, 18 Feb 2026 18:58 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:58 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Majelis hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Ika Indah Rahmawati (41), terdakwa kasus …

Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Rabu, 18 Feb 2026 18:47 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:47 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto resmi memangkas jam kerja aparatur sipil negara (ASN) selama bulan suci Ramadhan tahun…

Wamenag Maklumi Orang Makan Siang di Warung saat Ramadhan

Wamenag Maklumi Orang Makan Siang di Warung saat Ramadhan

Rabu, 18 Feb 2026 18:40 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i ingin sikap saling menghormati juga timbul dari orang yang berpuasa. Dia…

KPK Ungkap Kelihaian Petinggi Bea Cukai Sembunyikan Aset Korupsi

KPK Ungkap Kelihaian Petinggi Bea Cukai Sembunyikan Aset Korupsi

Rabu, 18 Feb 2026 18:38 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan koper berisi uang Rp5 miliar terkait kasus dugaan korupsi importasi yang menjerat…

Nia Daniaty, Dikejar-kejar Korban CPNS Rp 8,1 Miliar

Nia Daniaty, Dikejar-kejar Korban CPNS Rp 8,1 Miliar

Rabu, 18 Feb 2026 18:36 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penyanyi Nia Daniaty yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-61, berurusan dengan Pengadilan. Saat itu ia rayakan secara…