SURABAYAPAGI.COM, Malang – Anas Fauzie, penghulu viral asal Malang sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Ar Rozzaq Jabung, memberikan nasihat bijak kepada generasi muda yang saat ini banyak menunda pernikahan. Salah satu alasan utama penundaan itu, menurutnya, adalah karena ketakutan tidak mampu membiayai kebutuhan rumah tangga setelah menikah.
Anas menilai kekhawatiran seperti itu muncul karena banyak anak muda melihat pernikahan dari sisi negatif saja. Mereka terlalu fokus pada kegagalan rumah tangga orang lain, seperti perceraian, konflik, atau tekanan ekonomi, sehingga menjadi ragu melangkah ke jenjang pernikahan.
“Banyak yang takut tidak bisa menafkahi keluarga. Takut hidupnya jadi berat setelah menikah. Padahal kalau mereka paham ilmunya, pasti akan lebih siap dan tidak takut,” ujar Anas pada surabayapagi, Jumat (20/06/2025).
Ia menegaskan bahwa pernikahan adalah ibadah yang sakral, dan harus dijalani dengan ilmu, bukan sekadar perasaan. Bekal ilmu menjadi sangat penting agar generasi muda tidak salah langkah dan bisa membangun rumah tangga dengan pondasi yang kuat.
Menurutnya, Allah SWT telah menjamin rezeki setiap hamba-Nya. Menikah bukan berarti menutup pintu rezeki, justru bisa menjadi salah satu sebab datangnya keberkahan dalam hidup. Yang penting adalah keyakinan, usaha, dan kesungguhan dalam menjalani peran sebagai suami atau istri.
“Jangan cuma melihat yang gagal. Lihat juga yang berhasil. Jangan terlalu takut soal rezeki, karena rezeki itu sudah Allah atur. Tinggal bagaimana kita menyambutnya dengan ikhtiar dan takwa,” tambahnya.
Anas juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dan para pendidik, seperti guru, ustadz, dan da’i, dalam membimbing anak-anak muda agar tidak salah arah. Terutama di zaman sekarang, di mana pergaulan bebas dan pandangan hidup yang keliru sangat mudah mempengaruhi generasi muda.
Ia berharap nasihat seperti ini terus digaungkan agar generasi muda tidak hanya tumbuh dengan ketakutan dan prasangka negatif tentang rumah tangga. Sebaliknya, mereka harus dibekali dengan ilmu, keteladanan, dan motivasi untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Nasihat ini disampaikan Anas saat pernikahan putrinya, Nadya Amri Fauzie, yang berlangsung khidmat dan sarat makna adat. Momen tersebut dimanfaatkannya untuk menyampaikan pesan penting tentang makna pernikahan kepada para tamu undangan dan generasi muda yang hadir. Ad
Editor : Moch Ilham