Fenomena Bediding Bisa Sampai Agustus

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Suhu udara terasa lebih dingin di malam hingga pagi hari belakangan ini. Suhu semacam ini meski Indonesia sedang memasuki musim kemarau. Fenomena ini dikenal dengan istilah bediding, atau dalam bahasa Jawa disebut mbedhidhing, dan umum terjadi di sejumlah wilayah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena ini sebagai hal yang wajar terjadi saat puncak kemarau. Penurunan suhu ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosferik, mulai dari minimnya tutupan awan, kelembapan udara yang rendah, hingga adanya aliran angin kering dari Australia yang sedang mengalami musim dingin.

BMKG menerangkan suhu dingin yang dirasakan masyarakat di Indonesia terutama di bagian selatan khatulistiwa seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara adalah hal yang wajar tpada setiap musim kemarau. Fenomena ini biasa terjadi pada Juli hingga September.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ini bukan disebabkan oleh fenomena aphelion.

Bagi yang belum mengetahui tentang aphelion, ini adalah fenomena astronomi tahunan saat posisi Bumi berada di titik terjauhnya dari Matahari. Biasanya aphelion terjadi pada Juli.

Kepala BMKG menyampaikan hingga akhir Juni 2025 baru sekitar 30 persen wilayah zona musim yang mengalami peralihan ke musim kemarau.

"Padahal secara klimatologis, pada waktu yang sama, biasanya sekitar 64 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau," jelasnya dalam konferensi pers di Jakarta pada kemarin (7/7/2025), dikutip dari situs resmi BMKG.

Ia menyebut mundurnya musim kemarau adalah dampak lemahnya monsun Australia dan tingginya suhu muka laut di selatan Indonesia. Kedua faktor ini memicu kelembapan udara yang tinggi yang memicu terbentuknya awan hujan, bahkan di tengah periode yang semestinya kering.

Menurut BMKG, fenomena bediding berkaitan erat dengan kondisi atmosfer yang umum terjadi saat kemarau. Pada periode ini, curah hujan berkurang dan langit cenderung cerah, yang berarti tidak banyak awan yang menahan panas. Akibatnya, panas dari permukaan bumi lebih mudah dilepaskan ke atmosfer pada malam hari, menyebabkan suhu turun drastis menjelang pagi.

Kondisi kering ini juga menyebabkan uap air di permukaan bumi sangat sedikit. Uap air berperan menyimpan panas di atmosfer. Ketika kandungan uap air rendah, tidak ada media yang cukup untuk menahan panas radiasi balik dari bumi. Akibatnya, udara di dekat permukaan pun ikut mendingin.

Fenomena ini makin terasa saat angin muson timur dari Australia bertiup melewati wilayah Indonesia bagian selatan. Angin tersebut bersifat dingin dan kering karena berasal dari Benua Australia yang tengah mengalami musim dingin. Dampaknya sangat terasa di Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana suhu pada malam hingga pagi hari dapat turun lebih rendah dibanding wilayah lain.

Meski pagi hari terasa dingin, suhu udara akan meningkat tajam saat siang karena minimnya awan membuat radiasi matahari langsung mencapai permukaan bumi. Inilah sebabnya bediding biasanya disertai siang yang terik, kondisi khas musim kemarau di Indonesia. ec/rmc

Berita Terbaru

Tabrak Belakang Truk hingga Terpental, Dua Bocah di Blitar Meninggal Dunia di TKP

Tabrak Belakang Truk hingga Terpental, Dua Bocah di Blitar Meninggal Dunia di TKP

Minggu, 11 Okt 2026 11:08 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 11:08 WIB

SURABAYAPAGI.coml, Blitar - Jumat malam (9 Oktober 2026) sekitar 19.00 warga seputaran jalan umum Desa Gaprang Kec.Kanigoro Kab.Blitar, di kagetkan suara…

Meresahkan Pengendara, Pemkot Surabaya Tindak Tegas Pungli Jalan Romokalisari

Meresahkan Pengendara, Pemkot Surabaya Tindak Tegas Pungli Jalan Romokalisari

Minggu, 11 Okt 2026 10:57 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 10:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti sejumlah aduan yang membuat resah sejumlah pengendara yang melintas di Jalan Romokalisari Surabaya, kini…

Hasil Uji Lab, Dinkes Pastikan Belum Ditemukan Kasus Super Flu di Situbondo

Hasil Uji Lab, Dinkes Pastikan Belum Ditemukan Kasus Super Flu di Situbondo

Minggu, 11 Okt 2026 10:45 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 10:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Berdasarkan hasil uji laboratorium milik pemerintah daerah setempat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo, memastikan di…

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jatim dan Kaltim

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jatim dan Kaltim

Sabtu, 10 Okt 2026 15:42 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 15:42 WIB

SurabayaPagi, Balikpapan — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi membuka Kantor Cabang Balikpapan pada Jumat (9/10/2026).  Peresmian in…

Duel Panas Derby Jatim di Surajaya, Saatnya Persela Kudeta Deltras dari Puncak Klasemen

Duel Panas Derby Jatim di Surajaya, Saatnya Persela Kudeta Deltras dari Puncak Klasemen

Sabtu, 10 Okt 2026 14:17 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 14:17 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Pertarungan sengit Derby Jawa Timur bakal tersaji di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (11/10/2026) sore. Tuan rumah Persela L…

Pengadaan Beras Nasional Lampaui Target, Bulog Bojonegoro Sumbang 84 Ribu Ton

Pengadaan Beras Nasional Lampaui Target, Bulog Bojonegoro Sumbang 84 Ribu Ton

Sabtu, 10 Okt 2026 12:17 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 12:17 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro berhasil melampaui target pengadaan beras tahun 2026, dengan realisasi mencapai 84.986 ton…