ANALISA BERITA

Mantan Kepala BMKG: Ini Banjir Non-Alamiah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saya nyatakan banjir bandang yang melanda sebagian wilayah Sumatra akhir November 2025 tak akan terlalu luas dampaknya apabila memang murni terjadi secara alamiah.

Artinya, memang alamiahnya rentan dapat menimbulkan bencana, tapi bencananya tidak akan sedahsyat saat ini.

 Menurut saya kawasan sekitar Bukit Barisan yang membentang dari Aceh hingga Lampung rentan terjadi banjir bandang karena karakteristik perbukitan tersebut.

Ada ciri sungai-sungai di pegunungan Perbukitan Barisan, yang merupakan pegunungan patahan, sungainya itu sempit-sempit, menyiku sempit gitu. Sehingga itu terbendung oleh tumpukan longsor tadi bersama kayu-kayu.

Dalam pandangan saya, usai banjir bandang di Taman Nasional Gunung Leuser, tepatnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Bahorok, kawasan Pegunungan Bukit Barisan pada 2003 silam, saya terjun ke lokasi untuk melaksanakan studi melalui wawancara warga setempat.

Hasilnya, diperoleh data dan informasi bahwa banjir bandang serupa di lokasi tersebut pernah terjadi 50 tahun sebelumnya. Saya menangkap ini sebagai sebuah fenomena alamiah.

Kala itu, longsor pemicu banjir bandang terjadi karena gempa tektonik bermagnitudo rendah tak terasa manusia. Kawasan hijau atau pepohonan di daerah aliran sungai dari video udara terlihat tercerabut hingga ke akar.

Hasil video udara yang saya lihat, area vegetasi terkena longsor membentuk pola cakar atau berbeda dengan bekas-bekas hasil pembalakan liar.

Hanya saja, yang menjadi catatan saya adalah fenomena alamiah macam ini lazimnya periode ulangnya cukup panjang. Mengacu riset 2003 lalu, siklusnya disinyalir membutuhkan waktu kisaran 50 tahun untuk berulang.

Sehingga, kesimpulannya kalau itu memang benar-benar alam, mestinya sekarang belum terjadi. Masih kira-kira kalau itu tahun 2003, 50 tahun lagi ya 2053 gitu. Sekarang masih 2025, masih separuh (siklus),.

Sebagai Guru Besar bidang Geologi Lingkungan dan Mitigasi Bencana kejadian pada tahun 2003 lalu banjir bandang hanya melanda satu titik Daerah Aliran Sungai (DAS) saja. Beda dengan yang belakangan terjadi di banyak titik DAS.  Saya  melihat ada aspek non-alamiah di balik perubahan-perubahan ini.

Saya menduga ada pengaruh antropogenik yang memicu perubahan pada situasi lahan. Artinya saya tidak mengumbar bentuk campur tangan manusia ini, tapi inilah yang memperpendek siklus banjir bandang di sana.

Nah, itu berarti kan ada aspek non-alamiah yang sifatnya memperparah, dan kejadiannya saat itu tidak sedahsyat saat ini. DAS yang terkena itu kan banyak, saat itu (2003) hanya satu DAS saja. Jadi aspek non-alamiah itu memperparah kejadian bencana dari sisi lebih sering terjadi, periode ulangnya lebih pendek, intensitasnya lebih dahsyat, dan sebarannya lebih meluas.Itu peran non-alamiah. n bin, rmc

 

 

*) dalam acara Pojok Bulaksumur di UGM, Sleman, DIY, Kamis (4/12) sore.

Berita Terbaru

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap berjuang mati-matian. Menurutnya pernyataan Jokowi itu menjadi dorongan moral dan militansi…

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia…

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan…

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan…

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Drama perseteruan antara pihak Ressa dan Denada memasuki babak baru yang makin panas. Tak main-main, Dino Rossano Hansa selaku Om…

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat pidato di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo…