SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Hingga pertengahan Juli 2025, proses pencairan dana desa (DD) tahap 2 di Kabupaten Tulungagung tembus mencapai 66,3 persen.
Dari capaian pencairan Dana Desa tersebut, dijetahui selain 160 desa yang sudah mencairkan, terdapat 11 desa dalam proses. Sementara 86 desa lainnya masih belum mengajukan pencairan karena kendala administrasi.
"Salah satu syarat utama pencairan adalah laporan realisasi DD tahap 1. Selain itu, ada persyaratan tambahan seperti akta notaris dan komitmen pembentukan Koperasi Merah Putih," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Bina Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tulungagung Wahyu Yuniarko, Selasa (15/07/2025).
Lebih lanjut, pihaknya juga mencatat, dua desa mengalami hambatan teknis akibat bug pada sistem milik pemerintah pusat, yakni Desa Sidem (Gondang) dan Desa Ngluntung (Sendang). Kendala tersebut membuat proses pencairan tertunda, dan kini tengah menunggu perbaikan sistem dari pusat.
"Untuk kendala teknis di luar kewenangan daerah, kami hanya bisa menunggu perbaikan. Selebihnya, kami dorong desa segera lengkapi persyaratan agar proses berjalan lancar," tambahnya.
Sementara, total anggaran yang telah tersalurkan untuk 160 desa mencapai Rp108,8 miliar, sedangkan 11 desa yang masih proses akan menerima Rp72,1 miliar. Adapun total alokasi Dana Desa Tulungagung tahun 2025 sebesar Rp255,2 miliar.
Oleh karenanya, Wahyu mengimbau seluruh desa segera menyelesaikan administrasi agar tidak melewati tenggat pencairan yang ditetapkan hingga akhir tahun. tl-01/dsy
Editor : Desy Ayu