Siswa SMP di Blitar Jadi Korban Bully Puluhan Siswa Lainnya

author Lestariyono Blitar

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Momon saat memberikan keterangan kepada wartawan. SP/Lestariono
Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Momon saat memberikan keterangan kepada wartawan. SP/Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar – Kasus perundungan kembali mencoreng dunia pendidikan. Kali ini kasus perundungan tersebut terjadi di SMP Negeri 3 Kec Doko Kabupaten Blitar.

Seorang siswa kelas 7 sebut saja Fulan (12) menjadi korban perundungan berupa kekerasan fisik oleh sejumlah pelajar. Aksi tersebut terjadi pada Jumat (18/7) pagi di area belakang kamar mandi sekolahan.

Video rekaman aksi perundungan tersebut membuat warga geger,

Kejadian bermula, seperti laporan orang tua korban di Polsek Doko, kejadian saat korban sedang istirahat dari MPLS, korban dipanggil salah satu temannya diajak ke belakang kamar mandi sekolahan, sesampai di lokasi belakang kamar mandi, Fulan melihat ada beberapa (20 an anak anak) teman teman (siswa) lain yang belum dikenal.

Rupanya sekitar 20 an anak-anak itu mengolok-olok Fulan (korban) secara verbal, saat olok-olokan itu ada NTN (12) siswa kelas 8 mendekati dan langsung memukul pipi korban dan menendang perutnya, rupanya aksi NTN itu diikuti teman-teman lainya.

“Usai kejadian tersebut, korban sempat masuk ke dalam kelas, dengan kondisi trauma, rupanya teman-temanya tidak cukup lakukan bullying pada korban, dan didatangi lagi teman temanya tadi sambil diancam jangan melapor kepada Guru maupun orang tuanya," terang Ipda Putut Siswahyudi pada wartawan, Senin (21/7) siang di ruang kerjanya.

Setelah laporan keluarga Fulan ke Polsek Doko..langsung ditindaklanjuti, bersama Reskrim Polres Blitar melakukan tindakan olah TKP, meminta keterangan saksi saksi, diantaranya Ibu Wasilah (Guru BP) dan Pak Ahnas Safrudin, pemeriksaan medis (VER).

Sementara pihak Dispendik (Dinas Pendidikan) Kab.Blitar merespon atas kejadian di SMP Negeri 3 Doko, hal itu disampaikan Kadidiendik Andi Andika, pada wartawan, Senin (21/7) di kantornya, menurut Andika bahwa dirinya menerima laporan sore hari  dari Waka Kesiswaan, atas kejadian tersebut, langsung Andika, meminta esok paginya (Sabtu 19/7) seluruhnya yang terlibat  dipanggil untuk diminta keterangan, dan pertemuan yang melibatkan beberapa unsur, Babinsa, Babinkamtibmas, kepala desa juga seluruh orang tua siswa yang terlibat termasuk korban.

"Selain dilakukan pembinaan dari semua unsur juga para orang tuanya, maka hari ini (Senin 21 Juli 2925) dilakukan kesepakatan berbentuk surat pernyataan kesepakatan diantaranya pembinaan, namun demikian kita tidak tinggal diam, kasus ini merupakan kasus serius, walau sudah penandatanganan kesepakatan berupa pembinaan pada siswa yang terlibat dan terus kita awasi termasuk seluruh siswa siswa di sekolah manapun," kata Andi Andika.

Kasat Reskrim AKP Momon Suwito SH MH, pihaknya terus mendalami kasus tersebut, dan mengidentifikasi ke 14 nama nama siswa yang diduga terlibat aksi kekerasan tersebut, juga akan melibatkan Dinas PPA, Dinas Pendidikan serta Dinsos, dalam penanganan kasus ini, apalagi pelakunya di bawah umur semua, maka gelar perkara akan dilakukan dalam waktu dekat guna menentukan langkah hukum selanjutnya.

Sementara Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman SH S.IK M.SI menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa bullying tersebut.

"Kekerasan dan bullying di lingkungan sekolah adalah tindakan yang tidak bisa di benarkan dalam bentuk apapun, untuk itu kami minta agar seluruh pihak, baik guru, orang tua, maupun siswa saling mengingatkan dan peduli terhadap perilaku di sekolah, kami akan segera lakukan program sosialisasi tentang kasus ini," tegas AKBP Arif pada wartawan. Les

Berita Terbaru

Klarifikasi Korlantas Polri: Isu Denda Ban Gundul Rp250 Ribu Dipastikan Hoaks!

Klarifikasi Korlantas Polri: Isu Denda Ban Gundul Rp250 Ribu Dipastikan Hoaks!

Jumat, 24 Jul 2026 12:46 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 12:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Seiring beredarnya informasi di medsos dan media-media online tentang adanya aturan baru yang menyebut pengendara sepeda motor d…

Bank Mandiri Taspen dan PT Taspen Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Almarhum Rahmad Gobel

Bank Mandiri Taspen dan PT Taspen Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Almarhum Rahmad Gobel

Jumat, 24 Jul 2026 11:15 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 11:15 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Mandiri Taspen bersama PT Taspen menyerahkan santunan kepada ahli waris Almarhum Rahmad Gobel, Anggota DPR RI periode 2…

Sidang Maidi, Direktur PT Rajawali Akui Serahkan Dana Kampanye Maidi ke Camat Manguharjo   ‎

Sidang Maidi, Direktur PT Rajawali Akui Serahkan Dana Kampanye Maidi ke Camat Manguharjo  ‎

Jumat, 24 Jul 2026 10:15 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 10:15 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Nama Camat Manguharjo, Lita Febriana Hapsari, muncul dalam persidangan dugaan pemerasan dengan modus CSR dan gratifikasi fee proyek …

Didampingi LPSK, Saksi Sebut Kelola Rp7 Miliar Atas Perintah Maidi 

Didampingi LPSK, Saksi Sebut Kelola Rp7 Miliar Atas Perintah Maidi 

Kamis, 23 Jul 2026 21:01 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 21:01 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Mantan orang dekat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, Aang Imam Subarkah alias Imam Pejel, mengaku mengelola dana sebesar Rp7 m…

Perkuat Sinergi Antar BPD, Bank Jatim dan Bank NTT Jalin Kerja Sama Layanan Jasa Remitansi Kemitraan

Perkuat Sinergi Antar BPD, Bank Jatim dan Bank NTT Jalin Kerja Sama Layanan Jasa Remitansi Kemitraan

Kamis, 23 Jul 2026 20:20 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 20:20 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat transformasi digital dan kolaborasi strategis antar Bank…

Antusiasme Tinggi, Ribuan Pelanggan Jawa Timur Nikmati Promo Tambah Daya PLN

Antusiasme Tinggi, Ribuan Pelanggan Jawa Timur Nikmati Promo Tambah Daya PLN

Kamis, 23 Jul 2026 20:16 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 20:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Program promo tambah daya listrik bertajuk “Semangat Baru Makin Berdaya” mendapat sambutan positif dari masyarakat Jawa Timur. Hingga 2…