Modus Aksi Demo, Dua Mahasiswa Tertangkap Usai Minta “Damai” Rp 50 Juta ke Kadisdik Jatim

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Polda Jatim merilis kasus pemerasan yang menimpa Kadisdik Jatim. SP/Achmad Adi
Polda Jatim merilis kasus pemerasan yang menimpa Kadisdik Jatim. SP/Achmad Adi

i

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Dua mahasiswa ditangkap Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur dalam kasus dugaan pemerasan dan pengancaman terhadap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Timur, H. Aris Agung Pawai. Penangkapan dilakukan secara tangkap tangan pada Sabtu malam, 19 Juli 2025, di sebuah kafe kawasan Ngagel Jaya Selatan, Surabaya.

Kedua tersangka yang diamankan masing-masing berinisial SH alias BS (24) asal Bangkalan dan MSS (26) asal Pontianak. Mereka diduga meminta uang sebesar Rp50 juta kepada pihak korban sebagai syarat agar aksi unjuk rasa batal digelar dan konten negatif yang telah tersebar di media sosial dihapus.

“Polda Jawa Timur telah menerima laporan polisi pada tanggal 20 Juli 2025 terkait tindak pidana pemerasan dan atau pengancaman serta pencemaran nama baik dan fitnah. Kejadian ini terjadi pada hari Sabtu, 19 Juli 2025, sekitar pukul 23.00 WIB di salah satu kafe di Jalan Ngagel Jaya Selatan,” jelas Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, dalam konferensi pers, Kamis (21/7/2025).

Menurut penyelidikan polisi, kedua pelaku mengirim surat pemberitahuan demonstrasi melalui sebuah organisasi bernama Front Gerakan Rakyat Anti Korupsi (FGR), yang belakangan diketahui tidak terdaftar secara resmi. Organisasi tersebut ternyata hanya terdiri dari dua pelaku itu saja.

Pertemuan antara pelaku dan perwakilan korban terjadi di lokasi yang sama pada malam kejadian. Disepakati bahwa uang yang diminta akan diberikan, namun pihak korban hanya membawa Rp20.050.000. Saat transaksi berlangsung, petugas Jatanras langsung melakukan penangkapan.

“Para pelaku bertemu dengan dua perwakilan korban di lokasi tersebut, dan disepakati pemberian uang sebesar Rp50 juta. Namun yang dibawa hanya Rp20.050.000. Saat itulah tim Jatanras Polda Jatim melakukan tangkap tangan terhadap kedua pelaku,” tambah Kombes Pol Jules.

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain uang tunai Rp20.050.000, dua unit ponsel (Vivo Y22 dan Oppo Reno 8), satu sepeda motor Honda Scoopy, dan dokumen surat pemberitahuan aksi dari FGR.

Direktur Reskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Widi Atmoko, menjelaskan bahwa para pelaku telah menyebarkan konten berisi tuduhan terhadap pejabat dinas melalui media sosial sebagai upaya menekan korban secara psikologis dan publik.

“Sudah ada bukti-bukti yang kami dapatkan bahwa pelaku mengunggah konten di TikTok dan Instagram yang berisi tuduhan terhadap korban. Mereka meminta uang agar konten tersebut dihapus dan aksi tidak jadi dilakukan,” jelas Kombes Pol Widi.

Atas perbuatannya, keduanya dijerat dengan sejumlah pasal, yakni Pasal 368 KUHP jo Pasal 55 KUHP, Pasal 369 KUHP, Pasal 310 KUHP, dan Pasal 311 KUHP tentang pemerasan, pengancaman, serta pencemaran nama baik. Mereka terancam hukuman penjara maksimal sembilan tahun.

Kombes Pol Jules turut mengimbau kepada masyarakat untuk berani melapor apabila mengalami kejadian serupa.

“Kami harapkan masyarakat maupun instansi lain yang mengalami hal serupa untuk tidak sungkan menginformasikan kepada pihak kepolisian. Pasti akan kami tindak lanjuti dan informasinya akan dirahasiakan,” pungkasnya. Ad

Berita Terbaru

Transformasi Budaya PLN UID Jatim Raih Juara Umum Culture Festival PLN Group 2026

Transformasi Budaya PLN UID Jatim Raih Juara Umum Culture Festival PLN Group 2026

Rabu, 04 Nov 2026 19:32 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 19:32 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Momentum Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 semakin memperkuat semangat transformasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa T…

Bupati Madiun Rotasi Enam Pejabat Eselon II, Sejumlah OPD Berganti Pimpinan

Bupati Madiun Rotasi Enam Pejabat Eselon II, Sejumlah OPD Berganti Pimpinan

Rabu, 04 Nov 2026 18:09 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 18:09 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto melakukan rotasi terhadap enam pejabat pimpinan tinggi pratama (JPT Pratama) di lingkungan Pemerintah Ka…

Polres Lumajang Salurkan Ratusan Paket Sembako secara Door to Door kepada Korban Banjir Lahar Semeru

Polres Lumajang Salurkan Ratusan Paket Sembako secara Door to Door kepada Korban Banjir Lahar Semeru

Rabu, 04 Nov 2026 18:07 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 18:07 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang- Kepedulian terhadap warga terdampak banjir lahar hujan Gunung Semeru ditunjukkan jajaran Kepolisian Resor (Polres)…

Bupati Fauzi Minta Sukseskan Bakti Sosial Kesehatan Gigi dan Mulut 2026 di Sumenep 

Bupati Fauzi Minta Sukseskan Bakti Sosial Kesehatan Gigi dan Mulut 2026 di Sumenep 

Rabu, 04 Nov 2026 18:03 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 18:03 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Bupati Sumenep H. Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan penekanan khusus yang ditayangkan melalui Videotron yang menegaskan agar seluruh…

Diprotes Puskopkar Jatim, Identifikasi Lapangan Kasus Tanah Perumahan GKSP Sedati oleh Polresta dan BPN Sidoarjo Gagal

Diprotes Puskopkar Jatim, Identifikasi Lapangan Kasus Tanah Perumahan GKSP Sedati oleh Polresta dan BPN Sidoarjo Gagal

Rabu, 04 Nov 2026 17:51 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sengketa tanah di Perumahan Griya Karya Sedati Permai (GKSP), Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, kembali memanas. Upaya…

Ning Ita Raih ATM Award 2026 atas Komitmen Pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria

Ning Ita Raih ATM Award 2026 atas Komitmen Pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria

Rabu, 04 Nov 2026 16:56 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 16:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita menerima penghargaan AIDS, Tuberkulosis, Malaria (ATM) Award…