SURABAYAPAGI.com, Madiun - Untuk menekan inflasi daerah yang diakibatkan fluktuasi harga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, meminta para petani di wilayah setempat untuk membudidayakan tanaman bawang merah dan hortikultura lainnya. Pasalnya, komoditas bawang merah menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Madiun.
Sehingga, pemerintah daerah mendorong penanaman bawang merah sebagai upaya mengendalikan inflasi sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani. Oleh karenanya, Pemkab Madiun siap memberikan intervensi dalam penyediaan bibit serta berencana membentuk sentra pertanian bawang merah di Kecamatan Kare.
"Mudah-mudahan panen ini memberi inspirasi ke masyarakat bahwa tanah di Kabupaten Madiun cocok untuk berbagai komoditas. Saat harga bawang merah tinggi seperti sekarang, panen ini diharapkan membantu menstabilkan harga," jelas ujar Bupati Madiun Hari Wuryanto, Jumat (15/08/2025).
Menurutnya panen kali ini dilakukan sebagai langkah stimulan agar masyarakat memanfaatkan lahan pertanian untuk menanam bawang merah di tengah harga komoditas tersebut yang sering melonjak di pasaran.
Diketahui berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun mencatat luas tanam bawang merah di wilayah setempat pada 2024 mencapai 189 hektare yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Madiun.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap upaya budidaya tanaman bawang merah tersebut tidak hanya mampu mengendalikan inflasi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani melalui diversifikasi tanaman yang bernilai ekonomis tinggi. md-01/dsy
Editor : Desy Ayu