SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Pada hari pertama pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) mulai dirasakan 2.128 siswa di 12 lembaga pendidikan Lumajang pada Senin (25/08/2025) kemarin, dengan dukungan sarana dari SPPG, sehingga sekolah tidak perlu membeli tempat makan baru.
Sementara itu, adanya program ini juga turut disambut positif oleh para siswa, salah satunya Maulida dari SMP NU An Naashiri yang mengaku senang program MBG sudah berjalan di sekolahnya.
“Alhamdulillah sudah dimulai, jadi tidak khawatir soal makan dan tidak perlu membawa bekal lagi,” ujarnya, Selasa (26/08/2025).
Sedangkan untuk lokasi pelaksanaan MBG hari pertama berlangsung di Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe yang juga sekaligus satu unit layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang pertama di Kabupaten Lumajang.
Lebih lanjut, SPPG di lokasi tersebut ditargetkan mampu memproduksi hingga 4.000 porsi per hari. Pada tahap awal, 12 lembaga pendidikan menjadi pelaksana dengan dukungan sarana dari SPPG, sehingga sekolah tidak perlu membeli tempat makan baru.
“Standar spesifikasi makanan juga telah ditentukan, mulai dari menu dengan gizi seimbang hingga peralatan makan yang digunakan yang sudah higienis,” jelas Bupati Lumajang Indah Amperawati.
Menurut keterangan Indah, setiap porsi makanan sudah ditentukan biayanya yaitu senilai Rp 15.000 dengan pembagian yakni Rp 10.000 untuk bahan makanan, Rp 3.000 biaya operasional, serta Rp 2.000 untuk sarana pendukung.
“Standar spesifikasi makanan juga telah ditentukan, mulai dari menu dengan gizi seimbang hingga peralatan makan yang digunakan yang sudah higienis,” kata Indah.
Ia menegaskan seluruh pihak yang terkait dalam program ini, mulai dari dapur hingga tenaga gizi, wajib bekerja sesuai prosedur agar kualitas makanan terjaga dengan baik. Pemkab juga optimistis program ini akan berjalan lancar dan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. lj-02/dsy
Editor : Desy Ayu