SURABAYAPAGI.COM, Washington - Aktivis konservatif Amerika Serikat (AS) Charlie Kirk tewas setelah ditembak di bagian leher dalam acara debat publik di Utah Valley University pada Rabu waktu setempat. Serangan ini menggegerkan publik AS, di mana Presiden Donald Trump menyerukan warga Amerika untuk mendoakan Kirk sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.
Trump menambahkan bahwa Kirk adalah sosok yang dicintai serta dikagumi banyak orang, termasuk dirinya.
“Melania dan saya turut berduka cita untuk istrinya, Erika, serta keluarganya. Charlie, kami mencintaimu,” ucap Trump.
Dilansir BBC, polisi kampus membenarkan adanya penembakan di sebuah acara dengan Charlie Kirk di Universitas Utah Valley di Orem, Utah. Kirk, sekutu Trump, memimpin kelompok mahasiswa konservatif Turning Point USA.
Sementara itu, Kepala pemasaran Marina Minas kepada mitra BBC di AS, CBS News, yang merupakan perwakilan dari Turning Point USA, mengatakan Charlie Kirk ditembak di leher. Kirk saat itu dibawa ke rumah sakit.
"Dia tertembak di leher. Dia ada di rumah sakit. Kondisinya tidak terlihat baik," ujarnya.
Kirk mulai dikenal publik sejak dia ikut mendirikan Turning Point USA pada 2012, sebuah organisasi yang menggambarkan dirinya sebagai gerakan mahasiswa nasional yang berdedikasi untuk mengidentifikasi, mengorganisasi, dan memberdayakan anak muda dalam mempromosikan prinsip pasar bebas dan pemerintahan terbatas.
Aktivis ini menarik banyak pengikut di media sosial dengan kerap mengadakan debat dengan kalangan liberal di dunia akademik.
Kirk secara terbuka mendukung Trump menjelang pemilu AS 2016 maupun 2024.
Dia juga dikenal sebagai pengkritik keras kebijakan "woke", serta mengecam dukungan AS terhadap Ukraina dalam perang melawan Rusia.was-06/raf
Editor : Redaksi