SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Tol Cimanggis-Cibitung kini telah dimiliki sepenuhnya oleh grup konglomerasi Bakrie. Akuisisi 90% kepemilikan saham operator tol PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) telah dilaksanakan oleh PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR).
Para pemegang saham BNBR juga disebut telah menyetujui rencana tersebut. Kini, BNBR akan menjadi pemegang kendali pada PT CCT sebagai BUJT Tol Cimanggis-Cibitung. Akuisisi dilakukan dengan mengambil saham dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan PT Waskita Toll Road.
"Perseroan menilai bahwa kesempatan ini memberikan momentum tepat untuk mengkonsolidasikan kepemilikan penuh atas CCT," kata Direktur Utama & CEO BNBR, Anindya N. Bakrie dalam keterangan tertulis, Kamis (11/9/2025).
Wakil Direktur Utama BNBR A. Ardiansyah Bakrie, menambahkan, nilai total objek transaksi pengambilalihan sebesar Rp 3,56 triliun. Dengan rincian, total nilai pengambilalihan saham sebesar Rp 1 triliun dan pengambilalihan piutang WTR dan SMI kepada CCT sehubungan dengan pinjaman dari pemegang saham CCT yang diberikan oleh WTR dan SMI, dengan total nilai Rp 2,56 triliun yang merupakan pokok dari pinjaman dari pemegang saham tersebut. Piutang ini kemudian akan dikonversi menjadi ekuitas saham di CCT untuk memperkuat struktur permodalan CCT ke depan.
Riwayat Terjerat Utang Triliunan
Grup Bakrie, terutama PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), memiliki riwayat terjerat utang triliunan rupiah yang membahayakan posisi perusahaan.
Perusahaan pertambangan PT Bumi Resources Tbk (BUMI), anak usaha utama Bakrie, sempat berada di ambang kebangkrutan akibat utang yang sangat besar pada akhir tahun lalu, yang kemudian diselamatkan melalui kerja sama dengan konglomerat lain, seperti Salim Grup.
Beberapa perusahaan media di bawah Bakrie juga mengalami masalah finansial dan terancam pailit akibat utang sebesar Rp 8,79 triliun kepada 12 kreditur luar negeri, seperti dikutip dari Tempo.co.
PT Lapindo Minarak Jaya, yang juga milik keluarga Bakrie, menghadapi masalah utang dana talangan dari pemerintah yang terus membengkak.
Menjalin kerja sama dengan konglomerat lain seperti Salim Grup untuk menyelamatkan perusahaan yang sedang tertekan, seperti BUMI.
Janji Optimalkan Sinergi Usaha
BNBR merupakan salah satu pemegang saham di PT CCT sejak awal perusahaan berdiri dan Tol Cimanggis-Cibitung mulai dibangun. Sebelum akuisisi besar ini, BNBR hanya mengempit 10% saham di PT CCT. Selain BNBR, di PT CCT ada juga kepemilikan dari PT SMI 55�n juga PT WTR 35%, nah kini BNBR mengakuisisi kepemilikan SMI dan WTR.
"Pertimbangan utama dilakukannya transaksi ini adalah untuk memperkuat posisi Grup Usaha Perseroan dalam sektor infrastruktur nasional, sejalan dengan strategi bisnis jangka panjang Perseroan yang berfokus pada pengembangan infrastruktur dan manufaktur," jelas Anin.
Menurut Anin, dengan adanya 100% kepemilikan atas saham CCT, pihaknya diharapkan dapat mengoptimalkan sinergi usaha, meningkatkan kontrol operasional dan strategis atas aset jalan tol tersebut, serta mendorong kontribusi pendapatan yang berkelanjutan dan signifikan terhadap kinerja konsolidasian usaha. Anin juga mengatakan akan ada peningkatan pendapatan per tahun dalam jangka menengah lebih dari 25�ri pendapatan total Perseroan setelah akuisisi jalan tol ini. n ec/jk/rmc
Editor : Moch Ilham