SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meluncurkan program inovatif bernama “Teknologi untuk Negeri” (TUN) yang bertujuan untuk mengimplementasikan karya teknologi mahasiswa secara langsung di masyarakat, agar tidak hanya berhenti sebagai hasil penelitian di laboratorium.
Audrey, perwakilan dari BEM ITS sekaligus Kedirjenan Akselerasi Karya Ristek, menjelaskan bahwa banyak inovasi mahasiswa yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk menyelesaikan berbagai masalah masyarakat, namun seringkali kurang tersalurkan. Melalui program TUN, mereka ingin menjembatani kebutuhan tersebut dengan menghadirkan teknologi yang bermanfaat dan aplikatif.
Salah satu inovasi yang telah diterapkan adalah alat pemilah sampah otomatis hasil karya tim Smart Aruda. Inovasi ini disalurkan kepada warga Medokan Semampir yang sebelumnya menyampaikan kebutuhan akan sarana pengelolaan sampah yang lebih baik, khususnya sistem pemilahan antara sampah organik dan anorganik. Hal ini menjadi penting karena selama ini warga masih membuang sampah tanpa memilah, sehingga menyulitkan proses daur ulang.
Tim Ristek ITS melakukan Analisis Kondisi Lingkungan (AKL) terlebih dahulu sebelum program dijalankan untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat. Setelah itu, berbagai tim inovasi dari ITS mengikuti seleksi ketat, dan Smart Aruda terpilih sebagai tim terbaik untuk mengembangkan alat pemilah sampah tersebut.
Pada kegiatan peluncuran, warga diperkenalkan dengan cara kerja alat dan diajak menyaksikan langsung uji coba pemakaian. Alat ini dirancang agar mampu memilah sampah secara efisien, memudahkan pengelolaan kebersihan lingkungan, dan membantu mengurangi volume sampah yang menuju tempat pembuangan akhir. Selain demonstrasi, acara juga diisi dengan sesi interaktif dan pembagian doorprize berupa perlengkapan kebersihan.
Ketua RT setempat mengapresiasi kehadiran mahasiswa ITS dan berharap akan ada pelatihan lanjutan agar para remaja di desa bisa mengoperasikan dan merawat alat tersebut dengan baik.
Bagi BEM ITS, program TUN bukan hanya agenda tahunan, melainkan wujud nyata komitmen mahasiswa dalam mengabdi kepada masyarakat. Menurut Tama, salah satu perwakilan Ristek, keterlibatan banyak tim inovasi akan meningkatkan kualitas alat yang dihasilkan melalui persaingan sehat.
Program ini juga menjadi sarana untuk membangun hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat, sehingga teknologi tidak sekadar produk, tetapi juga media interaksi yang saling menguntungkan. Ke depan, TUN diharapkan dapat menjangkau lebih banyak daerah dan tidak hanya fokus pada bidang lingkungan, tetapi juga kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Dengan kehadiran alat pemilah sampah otomatis di Medokan Semampir, program TUN 2025 diharapkan menjadi langkah nyata menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.sby-02/raf
Editor : Redaksi