Pesona Kayutangan Heritage, Destinasi Wisata Unggulan Kota Malang

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
kayutangan heritage di malang. mlg-01/gfr
kayutangan heritage di malang. mlg-01/gfr

i

SURABAYAPAGI.COM, MALANG –  Salah satu destinasi wisata unggulan Kota Malang yang harus dikunjungi ketika sedang berlibur ke sana, yaitu kawasan Kayutangan Heritage. Kayutangan Heritage Terletak di pusat kota, kawasan ini menghadirkan suasana khas tempo dulu melalui deretan bangunan kolonial yang masih berdiri kokoh, berpadu dengan denyut kehidupan modern yang dinamis.

Sejarah Kayutangan berawal sejak era kolonial Belanda. Kawasan ini dahulu menjadi salah satu pusat perdagangan dan permukiman penting. Bangunan bergaya art deco dengan jendela besar, pintu kayu klasik, serta ornamen khas Eropa, masih dapat ditemui hingga kini. Tidak heran jika banyak sejarawan menyebut Kayutangan sebagai “lorong waktu” yang merekam perjalanan panjang Kota Malang.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Malang melakukan revitalisasi menyeluruh. Program penataan kawasan heritage meliputi perbaikan bangunan, penataan trotoar ramah pejalan kaki, serta pemasangan lampu jalan bergaya retro.

“Kami ingin Kayutangan Heritage menjadi ruang publik yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga nyaman bagi warga. Identitas sejarah harus dijaga, namun kawasan ini juga perlu hidup sebagai pusat ekonomi dan budaya,” ujar kepala dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar),.Baihaqi

Daya tarik Kayutangan Heritage semakin terasa pada malam hari. Lampu-lampu kuning temaram menghiasi jalan utama, menciptakan atmosfer klasik yang romantis. Tak sedikit wisatawan yang datang untuk sekadar berjalan santai, menikmati kuliner khas Malang, atau mengabadikan momen di spot foto populer. Kehadiran kafe tematik dan pertunjukan seni jalanan turut menambah semarak suasana.

Bagi pecinta fotografi, kawasan ini menjadi surga tersendiri. Setiap sudut bangunan menawarkan nilai estetika, mulai dari pintu berukir, jendela tua, hingga mural yang memadukan seni modern dengan nuansa tradisional. Bahkan, beberapa komunitas fotografi rutin mengadakan kegiatan hunting di kawasan ini.

Salah satu pelaku usaha kuliner di Kayutangan, Mas Aditya, mengaku omzet usahanya meningkat sejak kawasan ini ditetapkan sebagai destinasi heritage. “Dulu suasananya sepi, sekarang jauh lebih ramai. Banyak pengunjung yang datang, bukan hanya dari Malang tapi juga dari luar kota,” tuturnya.

Selain menjadi magnet wisata, keberadaan Kayutangan Heritage turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan warga menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan kawasan ini.

Dengan perpaduan sejarah, budaya, dan modernitas, Kayutangan Heritage bukan sekadar destinasi wisata, melainkan simbol identitas Kota Malang. Kawasan ini seolah membuka jendela masa lalu yang dapat dinikmati generasi sekarang, sekaligus memperkuat posisi Malang sebagai salah satu kota wisata budaya di Indonesia. mlg-01/gfr

Berita Terbaru

Sidak SPPG Grogol, DLH Ponorogo Temukan IPAL Tak Standar dan Larang Hasilkan Limbah 

Sidak SPPG Grogol, DLH Ponorogo Temukan IPAL Tak Standar dan Larang Hasilkan Limbah 

Jumat, 17 Jul 2026 19:43 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 19:43 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran lingkungan oleh…

Wujudkan Pasar Pangan Aman, Balai POM di Bima Gandeng Pengelola Pasar dan Saka POM Sisir Pasar Amahami

Wujudkan Pasar Pangan Aman, Balai POM di Bima Gandeng Pengelola Pasar dan Saka POM Sisir Pasar Amahami

Jumat, 17 Jul 2026 17:19 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, BIMA – Dalam upaya memberikan jaminan perlindungan kesehatan bagi masyarakat dari bahaya pangan yang tidak memenuhi syarat, Balai Pengawas O…

Bapenda Surabaya Periksa Pajak Rumah Makan Ny Suharti, Minta Dokumen Keuangan selama Setahun

Bapenda Surabaya Periksa Pajak Rumah Makan Ny Suharti, Minta Dokumen Keuangan selama Setahun

Jumat, 17 Jul 2026 17:16 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 17:16 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya– Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surabaya mulai mengintensifkan pemeriksaan kepatuhan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) t…

PLN UIT JBM Tegaskan Komitmen Hadirkan Sistem Transmisi Andal pada Surabaya Electric Forum 2026

PLN UIT JBM Tegaskan Komitmen Hadirkan Sistem Transmisi Andal pada Surabaya Electric Forum 2026

Jumat, 17 Jul 2026 16:41 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 16:41 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) turut mendukung penyelenggaraan Surabaya Electric Forum 2…

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya – Sebanyak 447 anak di Jawa Timur kini memiliki kepastian hukum yang menjadi pintu masuk untuk memperoleh berbagai hak dasar sebagai …

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP  ‎

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP ‎

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya SILPA Tahun Anggaran 2025 yang mencapai sekitar Rp210 miliar menjadi perhatian DPRD Kota Madiun. Ketua DPRD Kota Madiun Arm…