SURABAYAPAGI.com, Malang - Memasuki musim hujan yang tidak menentu di awal Tahun 2026 pada wilayah Malang Raya, para peternak diimbau tetap waspada terhadap penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi potong dan sapi perah dinilai meningkat, Jumat (20/02/2026).
Pasalnya, pada musim hujan, risiko ini semakin besar karena virus mampu bertahan lebih lama pada tubuh ternak, peralatan angkut, maupun alas kendaraan. Satu ekor ternak yang terinfeksi berpotensi menjadi sumber penularan bagi seluruh populasi dalam satu kandang.
Di situasi ini tentu saja menjadi perhatian serius bagi peternak, dokter hewan, dan pemerintah daerah, mengingat Malang merupakan salah satu sentra peternakan penting di Jawa Timur. Dimana pada pengalaman wabah sebelumnya menunjukkan bahwa kelengahan kecil, terutama pada kondisi lingkungan yang mendukung virus, dapat berujung pada kerugian ekonomi yang signifikan.
Selain itu, pada kondisi cuaca dalam beberapa bulan terakhir ditandai dengan hujan yang datang tiba-tiba, kelembaban tinggi, serta fluktuasi suhu harian. Situasi ini berdampak langsung pada lingkungan kandang. Lantai yang basah, sirkulasi udara kurang optimal, dan peralatan peternakan yang sulit dikeringkan menciptakan kondisi ideal bagi virus PMK untuk bertahan lebih lama di lingkungan.
Kondisi tersebut menuntut kewaspadaan lebih tinggi dari peternak. Deteksi dini dan pelaporan cepat kepada petugas kesehatan hewan menjadi langkah krusial untuk mencegah penyebaran penyakit di tingkat kandang maupun wilayah.
Sehingga, adanya program vaksinasi PMK tetap menjadi salah satu pilar penting dalam upaya pengendalian penyakit. Selain itu, langkah-langkah sederhana seperti menjaga kandang tetap kering, membatasi lalu lintas orang dan kendaraan, menyediakan alas kaki khusus kandang, melakukan desinfeksi rutin, serta mengkarantina ternak baru sebelum dicampur dengan ternak lama menjadi sangat penting, khususnya pada musim hujan. Sehingga, kewaspadaan hari ini adalah investasi untuk keberlanjutan peternakan pada masa depan. ml-01/dsy
Editor : Redaksi