Dapur MBG Dibisniskan Spekulan, Mentolo

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pekan lalu Badan Gizi Nasional (BGN) dikritik Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, atas kekacauan penentuan titik dapur MBG. Ini indikasi adanya jual beli titik dapur MBG.

"Saya sudah sering mendengar permasalahan yang agak lumayan kacau di lapangan terkait dengan penentuan titik, bahkan ada indikasi jual beli oknum, ada oknum-oknum yang jual beli terhadap titik dapur di berbagai wilayah, dan ini masalah yang tidak bisa dibiarkan," kata Charles saat dihubungi, Sabtu (20/9/2025).

Sebelumnya, anggota Komisi IX DPR Nurhadi mengungkap adanya praktik jual beli titik lokasi dapur MBG .

Temuan ada 5.000 dapur MBG fiktif itu terungkap saat rapat antara Komisi IX DPR dan BGN di DPR RI, Jakarta, Senin (15/9) yang lalu.

Anggota Komisi IX DPR Nurhadi, mengaku pernah melaporkan adanya oknum yang menjual lokasi titik dapur MBG kepada BGN.

Menurutnya, itu fakta yang terjadi terkait dapur-dapur MBG.

"Karena kami juga dapat laporan terkait hal serupa bahwa ada penyedia SPPG atau calon penyedia SPPG yang ditawari oleh oknum tertentu untuk menebus titik-titik SPPG itu, jadi memang ada di lapangan terjadi kekacauan penentuan titik SPPG. Karena itu bersamaan dengan berbagai permasalahan lain seperti keracunan makanan dan lain lain, saya mendorong pemerintah untuk memikirkan opsi dalam hal program MBG ini," ucap Nurhadi .

 Nurhadi menyoroti lemahnya mekanisme verifikasi dan pengawasan lapangan sejak awal.

Nurhadi mempertanyakan penjelasan BGN terkait lokasi yang belum dibangun dapur untuk program MBG, tapi sudah tercatat.

"Bagaimana mungkin ribuan lokasi sudah terdaftar, tetapi tidak menunjukkan progres pembangunan meski melewati tenggat 45 hari," ujarnya.

"Sistem yang longgar membuka celah terjadinya praktik percaloan, dominasi investor besar, hingga penyalahgunaan dana publik, seperti temuan dugaan 'konglomerasi yayasan' oleh lembaga pemantau independen," sambung Nurhadi.

Selain itu, Nurhadi meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit kinerja dan keuangan. Menurutnya, jika terbukti ada penyimpangan, wajib ditindak tegas.

"Program MBG adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa, bukan proyek yang boleh dijadikan ajang bisnis. Setiap keterlambatan pembangunan dapur berarti keterlambatan pemenuhan gizi anak-anak Indonesia," ingat Nurhadi.

"Keberhasilan program tidak boleh hanya diukur dari jumlah dapur terbangun, melainkan dari kualitas makanan yang benar-benar sampai ke meja anak-anak sekolah," imbuh dia.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, memberikan opsi memasak MBG di sekolah masing-masing. Menurutnya, opsi ini bisa menghindari praktik jual beli dapur MBG hingga keracunan MBG.

Sementara Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, mengatakan dugaan tersebut muncul dari usulan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memang sudah terdaftar dalam portal mitra, tetapi belum ditindaklanjuti dengan pembangunan.

Sony menyebut, hingga kini, BGN menerima 3.520 komplain. Dari jumlah itu, 3.470 sudah direspons dan 1.942 mitra telah menyampaikan bukti valid berupa video pembangunan SPPG.

 Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, mengatakan bahwa BGN berkomitmen menjaga keterbukaan informasi publik dan akuntabilitas anggaran.

Isyaranya, mereka yang disebut legislator diatas patut diduga spekulan.

 

***

 

Spekulan adalah individu atau perusahaan yang membeli dan menjual aset dengan harapan mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga dalam jangka pendek, bukan dari nilai fundamental aset tersebut.

Mereka umummya diangap pemain pasar yang berspekulasi tentang tren harga masa depan. Selain berani menerima risiko tinggi demi potensi keuntungan besar dari fluktuasi harga pasar.

Umumnya spekulan bekerja dengan memperkirakan pergerakan harga aset di masa depan dan mengambil risiko tinggi untuk mendapatkan keuntungan besar dari fluktuasi harga tersebut. Temuan saya, spekulan menggunakan analisis fundamental dan teknikal untuk memprediksi pergerakan harga jangka pendek. Baru kemudian membeli aset (jika mereka bullish) atau menjualnya kembali (jika mereka bearish). Tentu dengan harapan harganya akan berubah sesuai prediksi mereka. Artinya, spekulan tidak berfokus pada dividen atau pertumbuhan jangka panjang, tetapi pada keuntungan modal dari selisih harga beli dan jual.

Ditemukannya adanya praktik jual beli titik dapur MBG ini akal sehat saya bilang bisa  berujung pada keberadaan dapur fiktif atau lahan yang hanya "dibooking" tanpa pembangunan fisik. Masya Allah.

Serapan akal sehat saya, mereka yang emanfaatkan jual beli titik dapur MBG merujuk pada praktik penyalahgunaan dan percaloan titik-titik dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tentu untuk keuntungan pribadi. Wajar disorot oleh DPR . Menurut saya, praktik ini melanggar prosedur resmi yang mengharuskan mitra dapur melewati proses seleksi dan verifikasi ketat oleh BGN. Dalam bahasa hukum, para pelakunya dapat dibidik korupsi, karena menghambat tujuan program MBG yang seharusnya memberdayakan UMKM dan masyarakat lokal.

Dengan  temuan 5.000 dapur MBG fiktif, patut dicurigai ada dominasi investor besar yang melakukan percaloan untuk mengamankan titik-titik dapur, bukan untuk tujuan pemberdayaan yang semestinya.

Secara akal sehat, praktik semacam ini membuka peluang korupsi, karena tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menghambat program pemberdayaan UMKM dan penciptaan lapangan kerja. Ada manusia yang mentolo atau tega saat pemerintah memperhatikan wong cilik agar bisa makan bergizi secara gratis. ([email protected])

Berita Terbaru

Perkuat Inovasi Transisi Energi, PGN Raih Platinum Award InTechSEA 2026

Perkuat Inovasi Transisi Energi, PGN Raih Platinum Award InTechSEA 2026

Selasa, 29 Sep 2026 19:43 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 19:43 WIB

SURABAYA PAGI, Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina meraih Platinum Award pada ajang Innovation Technology f…

Kekeringan Semakin Parah di Ponorogo, TNI Droping Air di Wilayah Krisis Air Bersih

Kekeringan Semakin Parah di Ponorogo, TNI Droping Air di Wilayah Krisis Air Bersih

Selasa, 29 Sep 2026 19:15 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 19:15 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Ponorogo— Kekeringan di Kabupaten Ponorogo semakin parah. Hingga akhir September 2026 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) P…

KPK Kembali Geledah Rumah Maidi di Jalan Merpati, Terkait Pengembangan TPPU

KPK Kembali Geledah Rumah Maidi di Jalan Merpati, Terkait Pengembangan TPPU

Selasa, 29 Sep 2026 19:08 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 19:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di rumah pribadi Wali Kota Madiun nonaktif Maidi di Jalan Mer…

BPJS Ketenagakerjaan Gencarkan Literasi Jaminan Sosial Ekosistem Koperasi dan BPR

BPJS Ketenagakerjaan Gencarkan Literasi Jaminan Sosial Ekosistem Koperasi dan BPR

Selasa, 29 Sep 2026 18:19 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 18:19 WIB

SURABAYA PAGI.com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang menggelar kegiatan literasi kerjasama keagenan korporasi kepada Koperasi, BPR dan perusahaan…

Wamenkes Yakin Kota Mojokerto Bakal Jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Wamenkes Yakin Kota Mojokerto Bakal Jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Selasa, 29 Sep 2026 15:33 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kesiapan sumber daya manusia dan fasilitas layanan kesehatan menjadi modal penting bagi Kota Mojokerto untuk mempercepat upaya e…

Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026 Sukses Digelar di Surabaya

Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026 Sukses Digelar di Surabaya

Selasa, 29 Sep 2026 15:26 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 15:26 WIB

SurabayaPagi, Surabaya Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026 sukses dilaksanakan pada Minggu (27/9) di Balai Kota Surabaya. Mengusung tema Energy of…