SURABAYAPAGI.COM, Lumajang – Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Pada Rabu (24/9/2025) malam pukul 21.40 WIB, Semeru mengalami erupsi hebat dengan kolom letusan setinggi 900 meter di atas puncak atau sekitar 4.576 meter di atas permukaan laut.
Menurut Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke barat laut. Erupsi tersebut terekam jelas di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi gempa selama 126 detik.
Sepanjang hari Rabu, tercatat empat kali erupsi terjadi. Erupsi pertama terjadi pukul 05.50 WIB dengan kolom abu setinggi 400 meter di atas puncak, disusul erupsi kedua pada pukul 07.41 WIB dengan ketinggian yang sama. Erupsi ketiga terjadi pukul 14.43 WIB, meski visual letusan tidak teramati, aktivitas tetap terekam. Puncaknya, erupsi keempat terjadi malam harinya pukul 21.40 WIB dengan letusan paling tinggi mencapai 900 meter di atas puncak.
Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia menunjukkan bahwa selama 24 September 2025, tercatat 71 kali gempa letusan atau erupsi, 6 kali gempa guguran, dan 13 kali gempa hembusan. Meskipun aktivitas meningkat, status Gunung Semeru masih berada pada Level II atau Waspada.
Sepanjang tahun 2025, Gunung Semeru tercatat sebagai gunung dengan jumlah letusan terbanyak di Indonesia, dengan total 2.482 kali erupsi dari total 6.310 letusan yang tercatat di seluruh Indonesia oleh MAGMA Indonesia.
Menyikapi kondisi ini, PVMBG mengeluarkan sejumlah himbauan dan larangan bagi masyarakat sekitar. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan dalam radius delapan kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai karena wilayah ini berpotensi dilanda awan panas dan aliran lahar yang bisa meluas hingga 13 kilometer dari pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak karena berisiko terkena lontaran batu pijar. PVMBG juga mengimbau warga untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan, terutama di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari Gunung Semeru seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai yang terhubung ke wilayah tersebut.
Dengan meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Semeru, kewaspadaan tinggi dan kepatuhan terhadap himbauan pihak berwenang menjadi kunci utama dalam mencegah jatuhnya korban jiwa serta meminimalisir dampak bencana.lmj-01/raf
Editor : Redaksi