SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro – Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyimpan salah satu destinasi wisata alam sekaligus budaya yang unik, yakni Kayangan Api. Terletak sekitar 20 kilometer dari pusat kota, tempat ini dikenal dengan fenomena api abadi yang keluar dari rekahan tanah akibat aktivitas geologi bumi.
Fenomena tersebut diyakini masyarakat setempat sebagai simbol keberadaan roh halus atau “kayangan” yang bersemayam di dalam tanah. Api yang tidak pernah padam ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung keajaiban alam langka tersebut.
Tak hanya menyuguhkan api abadi, kawasan wisata Kayangan Api juga dikelilingi hamparan hutan jati yang rindang, menambah nuansa asri dan sejuk. Di area yang sama, terdapat pula sumber air mengandung belerang yang oleh warga setempat disebut sebagai legenda “Banyu Blukuthuk” atau air mendidih.
Selain pesona alamnya, tempat ini sarat dengan kisah mistis dan mitos lokal. Konon, api abadi Kayangan Api tidak bisa dipadamkan dengan cara apapun, sehingga dianggap sebagai bukti kekuatan gaib. Cerita-cerita turun-temurun ini menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang tertarik menyelami tradisi dan kepercayaan masyarakat setempat.
Salah seorang pengunjung, Tasya, mengungkapkan bahwa wisata Kayangan Api bukan hanya menghadirkan pemandangan indah, tetapi juga pengalaman budaya. Wisatawan dapat berinteraksi dengan masyarakat sekitar untuk mengetahui lebih dalam tentang tradisi lokal, sekaligus mengabadikan momen lewat fotografi di kawasan tersebut.
Tasya juga membagikan tips bagi wisatawan yang ingin berkunjung. Ia menyarankan agar pengunjung mengenakan pakaian sopan, menjaga kebersihan lingkungan, serta mematuhi aturan yang berlaku di area wisata.
Dengan keunikan fenomena api abadi, kisah-kisah mistis, serta keindahan alam di sekitarnya, Kayangan Api di Desa Sendangharjo menjadi destinasi yang menawarkan pengalaman wisata tak terlupakan. Tempat ini menjadi pilihan tepat bagi mereka yang mencari petualangan sekaligus kedamaian di tengah keindahan alam Bojonegoro. bjn-01/gfr
Editor : Redaksi