SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pekan lalu, ada pernikahan bak dongeng. Seorang kakek 74 tahun, bernama Tarman, menikahi perempuan asal Pacitan Jawa Timur, Shela Arika yang masih berusia 24 tahun. Maharnya cek senilai Rp 3 miliar. Kejadian ini viral di media sosial.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak prosesi akad nikah berlangsung dengan seorang penghulu membimbing pengucapan ijab kabul. Suasana berlangsung khidmat saat penghulu menyebutkan mahar yang diberikan oleh mempelai pria.
"Saudara Tarman, saya nikahkan Shela Arika binti Arif Supriyadi kepada saudara, dengan maskawin berupa seperangkat alat salat dan cek senilai Rp 3 miliar, saudara bayar tunai," demikian kata penghulu dalam rekaman video yang viral itu.
Video tersebut langsung ramai dibagikan di berbagai platform media sosial. Banyak warganet yang menyebut pernikahan ini seperti kakek menikahi cucunya karena perbedaan usia yang sangat mencolok antara kedua mempelai.
***
Belakangan setelah menikah Mbah Tarman dinarasikan kabur dan membawa harta benda keluarga istrinya.
Beredarnya kabar tersebut karena Mbah Tarman merupakan residivis penipuan. Namun kabar itu telah dikonfirmasi dan diketahui Mbah Tarman dan istrinya ternyata tengah bulan madu.
Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar mengatakan sebelum menikah, keluarga istri sebenarnya sudah mengetahui rekam jejak Mbah Tarman. Namun begitu, keluarga tetap menerima Mbah Tarman.
Usai pernikahan itu viral, beredar isu bahwa sang kakek kabur membawa motor milik keluarga mempelai perempuan.
Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar menegaskan pihaknya sudah bergerak sejak awal untuk mencegah potensi masalah.
"Kami pihak kepolisian sebelum berita ramai sudah melakukan tindakan preventif, dengan me-mapping potensi-potensi kemungkinan untuk memitigasi adanya tindak pidana tertentu berkoordinasi dengan Polres Wonogiri," kata Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar, Jumat (10/10/2025).
Menurut Ayub, Polres Pacitan bersama Kapolsek, lurah, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa telah mendatangi rumah keluarga mempelai perempuan untuk mengecek kebenaran isu kaburnya Tarman.
"Bahwa keterangan dari keluarga perempuan, keduanya sedang bulan madu di Purwantoro," ujar Ayub.
Hal itu juga dibuktikan melalui sambungan video call langsung antara keluarga perempuan dan pasangan tersebut di hadapan aparat setempat, sedang honeymoon.
***
Kisah kakek Taman seperti dongeng. Kayak cerita pendek yang bernuansa fantasi. Apa ceritanya terlalu mengada-ada?. Jujur siapa pun yang pernah menikah, tahu bahwa pernikahan bukanlah dongeng .
Lalu apa pernikahan bak negeri dongeng? Idealnya, pernikahan bak negeri dongeng berarti mempelai wanita merasa dan diperlakukan bak ratu. Kakek Taman, bisa jadi memanjakan istri yang layak "cucu".
Apakah pernikahan kakek Taman, pertunjukan panggung? Pernikahan bak dongeng?
Lalu, apa tujuan seorang kakek menikah? bisa beragam. Konon didorong oleh kebutuhan emosional dan praktis di usia lanjut.
Menurut Pew Research Center, 50�ri orang berusia 65 tahun atau lebih, yang pernah menikah diketahui menikah lagi. Laki-laki cenderung lebih sering menikah kembali dibandingkan perempuan.
Kata peneliti, pria biasanya jauh lebih antusias untuk kembali menjalin hubungan karena mereka termotivasi untuk menemukan istri yang akan merawat mereka (McWilliams dan Barrett 2014).
Pria yang lebih tua cenderung segera kembali menjalin hubungan setelah putus untuk membangun kembali dukungan sosial dan emosional yang diberikan istri mereka.
Statistik juga menunjukkan bahwa usia dan pendapatan seorang pria berpengaruh , dengan pria yang lebih tua atau mereka yang memiliki keuangan stabil seringkali menikah lagi lebih cepat. Dan bagi banyak pria, ini bukan hanya tentang romansa dan belahan jiwa. Bagi mereka, ini lebih tentang rutinitas dan memiliki seseorang di sekitar untuk mengurus hal-hal mendasar dalam hidup.
Ada penelitian, setelah ditinggal meninggal oleh pasangan sebelumnya, banyak lansia merasa kesepian dan mendambakan kehadiran pendamping untuk berbagi cerita dan menghabiskan sisa hidup bersama. Apa iya? ([email protected])
Editor : Moch Ilham