Kurangi Angka Kebutaan, Pemkab Situbondo Kembali Gelar Operasi Katarak Gratis

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah (kiri) saat meninjau kegiatan operasi mata katarak gratis di Gedung Serbaguna Situbondo, Jawa Timur. SP/ STB
Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah (kiri) saat meninjau kegiatan operasi mata katarak gratis di Gedung Serbaguna Situbondo, Jawa Timur. SP/ STB

i

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai upaya mengurangi angka kebutaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Jawa Timur kembali menggelar operasi mata katarak gratis bagi masyarakat setempat.

Untuk mendukung hal itu, operasi katarak gratis ini didukung oleh enam dokter spesialis mata dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Jawa Timur dan Malang Raya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo dr. Sandy Hendrayono mengungkap, jika kegiatan tersebut digelar lantaran angka kebutaan di wilayah Situbondo yang masih tinggi mencapai sekitar 6.000 orang.

"Kami menargetkan melayani 2.000 warga penderita mata katarak di Situbondo selama empat hari ke depan," jelasnya, Rabu (22/10/2025).

Diketahui, kegiatan layanan kesehatan mata gratis yang bekerja sama dengan Yayasan John Fawcett Fonudation (JFF) Bali dan bertajuk "Soca Tera" Itu dilaksanakan selama empat hari pada 21-25 Oktober 2025.

Dan untuk setiap harinya dalam empat hari ke depan menargetkan 500 orang mendapatkan layanan kesehatan mata gratis, dan bagi penderita katarak dilakukan tindakan operasi di atas bus milik Yayasan JFF.

Selain operasi mata katarak gratis, kegiatan sosial itu juga memberikan bantuan kacamata gratis, pengobatan mata, dan pemasangan bola mata palsu bagi yang membutuhkan.

Sementara itu, Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah mengapresiasi program tersebut dan meminta Dinas Kesehatan untuk terus melanjutkan kegiatan serupa setiap tahunnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.

"Dengan kegiatan 'Socca Tera' ini diharapkan kualitas hidup warga Situbondo dapat meningkat melalui pemulihan penglihatan," ujarnya. st-01/dsy

Berita Terbaru

PDIP Surabaya Tegaskan Regenerasi Lewat Rapat Konsolidasi PAC

PDIP Surabaya Tegaskan Regenerasi Lewat Rapat Konsolidasi PAC

Sabtu, 31 Jan 2026 10:12 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 10:12 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya  -  Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar Rapat Konsolidasi Pengurus Anak Cabang (PAC) bersama Ketua, S…

Demokrat Jatim Gelar Retreat, Emil Dardak Sebut Momentum Refleksi dan Pengabdian

Demokrat Jatim Gelar Retreat, Emil Dardak Sebut Momentum Refleksi dan Pengabdian

Sabtu, 31 Jan 2026 08:44 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 08:44 WIB

Surabaya, SURABAYAPAGI.COM – DPD Partai Demokrat Jawa Timur menggelar retreat sebagai ruang jeda bagi para kader untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat a…

Fraksi PDIP Jatim minta Perda Perlindungan Perempuan dan Anak segera di Implementasikan

Fraksi PDIP Jatim minta Perda Perlindungan Perempuan dan Anak segera di Implementasikan

Jumat, 30 Jan 2026 20:30 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 20:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Angka pernikahan dini di Jawa Timur masih mengkhawatirkan. Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) Kementerian A…

KPK Dalami Penerapan Pasal Kerugian Negara ke Eks Menag

KPK Dalami Penerapan Pasal Kerugian Negara ke Eks Menag

Jumat, 30 Jan 2026 18:45 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 18:45 WIB

Pakar dan Praktisi hukum Sarankan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Dibidik TPPU, Bukan hanya Suap dan Gratfikasi   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK …

Gus Yahya Jadi Ketum PBNU Lagi

Gus Yahya Jadi Ketum PBNU Lagi

Jumat, 30 Jan 2026 18:43 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 18:43 WIB

Usai Kirim Surat Minta Maaf dan Siap Pimpin Munas     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Sempat ditangguhkan, kini jabatan Ketua Umum PBNU, yang dipegang Gus Yahya …

DPR RI Kritik Kementerian PPPA

DPR RI Kritik Kementerian PPPA

Jumat, 30 Jan 2026 18:41 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 18:41 WIB

Hingga Satu Tahun, tak Pernah Lakukan Pemberdayaan Perempuan     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Rapat Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Pemberdayaan P…