SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Menindaklanjuti progres rekonstruksi Jembatan Kutorejo di Kabupaten Nganjuk hampir selesai dan siap difungsikan pada pertengahan bulan November 2025, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terjun langsung meninjau progres tersebut.
Pasalnya, Jembatan Kutorejo Nganjuk tersebut sebelumnya mengalami kerusakan berat pada Maret 2022, setelah sisi utaranya ambles akibat sering dilalui kendaraan besar dan faktor usia struktur jembatan. Dan pascakejadian tersebut, jalur ditutup dan dibangun jembatan darurat jenis bailey pada April 2022 sebagai solusi sementara agar mobilitas warga tetap berjalan.
“Insya Allah Jembatan Kutorejo akan rampung pada 12 November 2025. Kami ingin memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target agar mobilitas masyarakat di wilayah ini kembali lancar,” kata Gubernur Khofifah, Senin (27/10/2025).
Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menjelaskan, di tahun 2025, Pemprov Jatim melakukan rekonstruksi total terhadap jembatan tersebut sebagai bagian dari program peningkatan infrastruktur konektivitas antarwilayah.
Menurutnya, rekonstruksi Jembatan Kutorejo Nganjuk tersebut menjadi proyek strategis di kabupaten tersebut. Dan saat ini di jembatan Kutorejo Nganjuk tersebut saat ini sudah dilakukan pengerjaan, yakni pondasi jembatan menggunakan bore pile, dilanjutkan abutmen jembatan serta pengerjaan sheet pile (CCSP) untuk pelindung abutmen jembatan dan kemudian pemasangan jembatan rangka.
Proses pengerjaan jembatan ini dimulai 18 Maret 2025 dan ditargetkan bisa selesai sampai 19 Oktober 2025. "Progres pekerjaan mencapai 93,74 persen. Kita targetkan selesai insyaallah 12 November 2025," ungkapnya.
Diharapkan, dengan rampungnya Jembatan Kutorejo Nganjuk, konektivitas antarwilayah di Jawa Timur semakin lancar, mendukung kegiatan ekonomi lokal, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintas setiap hari. Sebab nantinya jembatan tersebut akan menghubungkan dua kecamatan besar di Nganjuk, yakni Kecamatan Bagor dan Rejoso. ng-01/dsy
Editor : Desy Ayu