SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat (AS) membuka penyelidikan terhadap lebih dari 230 ribu unit Jeep Wrangler dan Gladiator model tahun 2020, setelah menerima sejumlah laporan terkait kegagalan fungsi pada klaster instrumen atau layar dasbor kendaraan.
Gangguan tersebut berpotensi menyebabkan indikator bahan bakar dan informasi keselamatan penting tidak tampil di layar, yang bisa membahayakan keselamatan pengemudi di jalan.
Menurut laporan Carscoops, Selasa (28/10/2025), penyelidikan awal (Preliminary Evaluation) dilakukan oleh Kantor Investigasi Cacat (ODI) setelah menerima 89 laporan dari pemilik kendaraan. Dalam aduan tersebut, pengguna menyebutkan layar dasbor mereka mati sebagian atau sepenuhnya saat kendaraan sedang digunakan.
Kegagalan mendadak itu membuat pengemudi tidak mengetahui sisa bahan bakar atau peringatan keselamatan lain, sehingga meningkatkan risiko gangguan konsentrasi dan potensi kecelakaan. Total sebanyak 232.209 unit Jeep Wrangler dan Gladiator kini tengah diselidiki oleh NHTSA. Hingga saat ini, pihak otoritas belum menemukan adanya laporan kecelakaan, kebakaran, atau cedera yang disebabkan oleh masalah tersebut.
NHTSA menegaskan bahwa penyelidikan masih berada pada tahap awal, dan keputusan untuk melakukan penarikan (recall) akan bergantung pada hasil temuan dari investigasi mendalam yang sedang berlangsung. jkt-03/gfr
Editor : Redaksi