Lansia Meninggal Dunia saat Mencari Batang Padi (Damen) di Sawah

author Lestariyono Blitar

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Tukiyo (62) warga Rejoso Kec.Binangun Kabupaten Blitar, Selasa (4/11)  siang sekitar pukul 12.00 ditemukan meninggal dunia di area persawahan Desa/Kec Selopuro Kabupaten Blitar dalam posisi tertelungkup dengan  seonggok batang padi dalam pelukan korban.

Kasus yang mengagetkan warga sekitar persawahan desa Selopuro, langsung dilaporkan ke Polsek Selopuro, sementara jarak Kec Selopuro dan tempat tinggal korban di Kec Binangun berjarak belasan kilometer.

Setelah dilakukan olah TKP oleh Polsek Selopuro dan team identifikasi Reskrim Polres Blitar, dan pemeriksaan dari dinas kesehatan Puskesmas Selopuro juga keterangan saksi saksi, diduga korban alami sakit darah tinggi, seperti yang disampaikan saksi Jemari (64) warga desa Rejoso Kec Binangun, teman korban saat mencari batang padi.

Kasi Humas Polres Blitar Ipda Putut Siswahyudi kepada wartawan, menerangkan, setelah temuan orang meninggal dunia di area persawahan di desa Selopuro, memang saat ditemukan pertama kali saksi Jemari teman korban yang bareng mencari barang padi di Selopuro, saat itu kakek Tukiyo kendarai motor sendirian dari rumahnya di wilayah Kec.Binangun yang jauh jaraknya.

"Ketika ditemukan oleh saksi Jemari, korban dalam posisi tengkurap sambil mendekap tumpukan batang padi, saat dibangunkan tidak bergerak, langsung saksi memanggil orang di sekitar persawahan, selanjutnya warga melaporkan pihak perangkat desa setempat, dan dilaporkan ke Polsek Selopuro," terang Ipda Putut.

Saat dilakukan olah TKP korban memakai kaos panjang biru muda, celana panjang coklat, dan saat olah TKP bersama team kesehatan tidak ditemukan tanda tanda atau goresan atau luka pada tubuhnya, semuanya normal, tidak ada tanda benturan benda benda keras, atau luka baru, dan pihak keluarga korban dihubungi oleh polisi untuk menjemput korban.

"Menurut keluarga korban..bahwa Pak T, punya sakit darah tinggi, sudah lama, bahkan di tensi sekitar 1 Minggu tensi darahnya 240, dan beberapa waktu lalu, korban sulit berbicara, dan gejala stroke, setelah pihak keluarganya menyatakan tidak ingin outupsi, dan pasrah karena korban alami sakit, dan keluarganya termasuk anak anak korban membuat surat pernyataan, untuk tidak dilakukan otopsi, menyadari bahwa Pak T idap sakit darah tinggi, selanjutnya korban dibawa pulang ke Binangun oleh pihak keluarganya," pungkas Ipda Putut Siswahyudi. Les

Berita Terbaru

Alat Bukti Baru Ditemukan (22/8), Konstruksi Perkara Fiktif Terkuak

Alat Bukti Baru Ditemukan (22/8), Konstruksi Perkara Fiktif Terkuak

Senin, 24 Agu 2026 07:58 WIB

Senin, 24 Agu 2026 07:58 WIB

"Becik ketitik, olo ketoro. Yang baik akan kelihatan titiknya, yang jahat akan kelihatan nyata kebusukannya.”   SURPRISE!! Ada penemuan barang bukti baru sa…

Orang Kaya Kejam, Anggap Kebal Hukum 

Orang Kaya Kejam, Anggap Kebal Hukum 

Senin, 24 Agu 2026 07:56 WIB

Senin, 24 Agu 2026 07:56 WIB

DI awal sebuah kisah, Yesus menceritakan sebuah perumpamaan tentang seorang pria yang dituduh menghambur-hamburkan hartanya (1b). Kemudian Yesus menegur…

Timnas Voli Putri Indonesia Naik Peringkat

Timnas Voli Putri Indonesia Naik Peringkat

Senin, 24 Agu 2026 07:54 WIB

Senin, 24 Agu 2026 07:54 WIB

SURABAYAPAGI.com - Timnas Voli Putri Indonesia mengalami lonjakan peringkat setelah mengalahkan Kazakhstan dalam AVC Women’s Volleyball Contiental Championship …

Jonatan Christie Diproyeksikan Naik Peringkat Satu Dunia 

Jonatan Christie Diproyeksikan Naik Peringkat Satu Dunia 

Senin, 24 Agu 2026 07:51 WIB

Senin, 24 Agu 2026 07:51 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie diproyeksikan bakal naik ke peringkat satu dunia dalam rilis peringkat Badminton…

Langkah Vietnam Kian Ringan, Sedang Thailand akan Berat 

Langkah Vietnam Kian Ringan, Sedang Thailand akan Berat 

Senin, 24 Agu 2026 07:48 WIB

Senin, 24 Agu 2026 07:48 WIB

SURABAYAPAGI.com - Timnas Vietnam berada di atas angin setelah menang 2-0 atas Thailand pada leg pertama final Piala AFF 2026 di Bangkok. Kenyataan ini membuat…

WAGUB EMIL DONGKRAK AGROFORESTRI DAN EKRAF JADI POTENSI EKONOMI

WAGUB EMIL DONGKRAK AGROFORESTRI DAN EKRAF JADI POTENSI EKONOMI

Senin, 24 Agu 2026 07:42 WIB

Senin, 24 Agu 2026 07:42 WIB

SURABAYAPAGI.com - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan karakter geografis kawasan Selingkar Wilis dan Lereng Lawu membuat pengembangan…